Renungan Adorasi: Jumat, 9 Januari 2015

yesus dan orang kusta by rembrandt ist1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk 5:12-16 … Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya…. TAK seorang pun yang berseru kepada Yesus ditolak dan tidak ditolong. Bahkan, orang-orang yang di kalangan Yahudi tak boleh disentuh dan terbuang dari masyarakat sebagaimana terjadi dalam diri orang-orang […]

yesus dan orang kusta by rembrandt ist

1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk 5:12-16

… Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya….

TAK seorang pun yang berseru kepada Yesus ditolak dan tidak ditolong. Bahkan, orang-orang yang di kalangan Yahudi tak boleh disentuh dan terbuang dari masyarakat sebagaimana terjadi dalam diri orang-orang kusta, boleh menemukan pertolongannya dalam Yesus.
Tidak seperti orang-orang pada jaman-Nya yang menghindari para penderita kusta, Yesus justru mendekati, menjamah dan menyembuhkan mereka seutuhnya. Para penderita kusta merupakan warga masyarakat yang tercampak terdepak tersingkir kala itu. Kondisi fisik mereka mengerikan. Mereka tidak diperhatikan bahkan sudah dianggap mati saat masih hidup, termasuk oleh keluarganya sendiri. Hukum Yahudi melarang orang mendekati dan menyentuh mereka.

Mari kita belajar dariseorang penderita kusta dalam Injil hari ini. Ia justru berani berseru dan dengan rendah hati mendekati Yesus kendati kala itu, risikonya akan dihukum rajam bila seorang kusta mendekati seorang rabbi. Yesus adalah seorang Rabbi Yahudi, namun Ia menerima penderita kusta itu tanpa merajamnya. Alih-alih merajamnya, Yesus justru menyambutnya dengan cinta.

Yesus tidak hanya menyembuhkannya, tetapi juga menyatakan belas kasih, bela rasa dan kebaikan-Nya. Yesus menyatakan empati dan rasa peduli kepadanya. Ia menyatakan belas kasih Allah tak hanya dengan perkataan tetapi dengan tindakan. Ia menjamah dan menyembuhkan penderita kusta itu, ia sembuh jasmani dan rohani.

Seperti seorang kusta, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mendekat dan menyembah Yesus. Yesus Kristus senantiasa siap menyatakan belas kasih-Nya kepada kita kendati kita kotor, tak pantas dan berdosa.

Tuhan Yesus Kristus, kobarkanlah hati kami dengan kasih-Mu dan bersihkanlah kami jiwa dan raga kami. Semoga kami tidak pernah ragu dan lelah mewartakan kasih-Mu kepada sesama kini dan selamanya. Amin.

Holy Stadium JKI Semarang, di sela-sela gladi bersih persiapan Natal Ekumenis Se-Kota Semarang.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply