Renungan Adorasi Harian: Datang Menyembah Yesus Dengan Penuh Iman

berdoaSabtu, 09 Agustus 2014, Hari Biasa Pekan XVIII Habakuk 1:12-2:4; Mzm 9:8-13; Matius 17:14-20 “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: Tuhan, kasihanilah anakku.” (Matius 17:14-15) APA yang akan kita lakukan saat kita mengalami kepedihan, kesulitan dan kekecewaan? Marah? Ngambek dan mutung? Menjadi merana dan melarikan […]

berdoa

Sabtu, 09 Agustus 2014, Hari Biasa Pekan XVIII
Habakuk 1:12-2:4; Mzm 9:8-13; Matius 17:14-20

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: Tuhan, kasihanilah anakku.” (Matius 17:14-15)

APA yang akan kita lakukan saat kita mengalami kepedihan, kesulitan dan kekecewaan? Marah? Ngambek dan mutung? Menjadi merana dan melarikan diri dari yang lain? Mengutuki keadaan dan membumbar sumpah-serapah? Menyalahkan orang lain? Menjadi goyah dalam hal iman?

Atau, mampukah kita tetap tenang, teduh, arif, bijaksana? Atau, kita tetap teguh beriman dan berserah dalam kepercayaan kepada Tuhan?

Inilah salah satu aspek yang bisa kita maknai saat membaca Injil hari ini. Kita diundang untuk belajar dari “seorang” yang dalam Injil tidak diberi nama dan jenis kelamin. Bisa jadi ia seorang ibu atau bisa jadi pula dia seorang ayah. Ia sedang mengalami satu kesulitan yang berat. Anaknya sakit parah dan berat. Dalam situasi itu, ia mengharapkan suatu pertolongan dari orang lain.

Ia datang menjumpai para murid Yesus agar anaknya disembuhkan, keadaannya yang sulit dipulihkan, penderitaannya diringankan. Namun yang terjadi sebaliknya. Ia tidak mendapat jawaban atas persoalan hidup yang dialaminya.

Syukurlah, ia tahu jalan keluar yang baik, benar dan ces-pleng alias manjur mujarab. Siapa yang menjadi solusi? Yesus Kristus!

Dalam keadaan yang sulit, berat dan penuh kekecawaan itu, ia tahu yang harus diperbuat. Orang itu “mendapatkan Yesus dan menyembah sambil berkata: Tuhan, kasihanilah anakku” (Matius 17:14). Dia utarakan kesulitan dan persoalannya secara rinci kepada Yesus.

Wow! Imannya kepada Yesus tidak sia-sia. Dengan penuh kasih, Yesus menjawab persoalannya seraya menegur ketidakpercayaan para murid-Nya sehingga gagal dalam karya penyembuhan yang diminta kepada mereka.

Yesus pun menyembuhkan anak orang itu, seketika! Dengan sekali teguran saja, Yesus Kristus menyembuhkan anak itu.

Yesus juga mengajarkan bahwa tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Bahkan iman kita dapat memindahkan gunung kesulitan dan perkara hidup ini seketika saja.

Saat kita sering mengeluh, “Wah persoalanku menggunung” atau, “Segunung sesal ini!” keluhan itu akan tetap menjadi keluhan tanpa solusi. Namun bila dalam iman, kita datang dan menyembah Yesus lalu memohon kepada-Nya dengan menguraikan segunung persoalan dan penyesalan kita, maka Yesus pasti bertindak! Gunung kesulitan dan sesal itu akan disembuhkan oleh Yesus!

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan satu cara yang mirip dengan yang dilakukan orang yang datang dan menyembah Yesus. Memang, kita datang dan menyembah Yesus dalam Adorasi Ekaristi Abadi bukan hanya karena segunung persoalan hidup kita, melainkan karena kita hendak bersyukur dan memuliakan Tuhan! Kalaupun kita menghadapi segunung persoalan hidup, keheningan dan sembah sujud di hadirat Kristus dalam Adorasi Ekaristi menjadi ungkapan iman kita bahwa Yesus adalah jalan keluar dan solusi yang kita andalkan. Lebih dari semuanya itu, Adorasi Ekaristi Abadi merupakan ungkapan iman kita akan Kristus yang selalu hadir menyertai kita.

Tuhan Yesus Kristus, tolonglah kami yang kurang percaya ini. Kami ingin mengandalkan Dikau selalu, karena kami yakin bahwa Engkaulah solusi bagi setiap persoalan hidup kami. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang masa. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply