Rendah Hati sebagai Murid Kristus dan Putri-putra Bapa Surgawi

rendah hati by earth angelsSabtu, 23 Agustus 2014. Pekan Biasa XX Yehezkiel 43:1-7a; Mazmur 85:9-14; Matius 23:1-12 “Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.” (Matius 23:9) BERSUKACITALAH. Maria kita bersukacita sebab Yesus Kristus mewartakan bahwa kita memiliki Bapa Surgawi. Kita adalah anak-anak-Nya. “Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa […]

rendah hati by earth angels

Sabtu, 23 Agustus 2014. Pekan Biasa XX
Yehezkiel 43:1-7a; Mazmur 85:9-14; Matius 23:1-12

“Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.” (Matius 23:9)

BERSUKACITALAH. Maria kita bersukacita sebab Yesus Kristus mewartakan bahwa kita memiliki Bapa Surgawi. Kita adalah anak-anak-Nya.

“Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.” Sabda ini disampaikan kepada orang banyak dan kepada para murid-Nya.

Apa artinya untuk kita? Yesus menyatakan kepada kita bahwa kita yang masih di dunia ini layak bergembira sebab kita tidaklah sendirian. Kita mempunyai Bapa Surgawi. Kita adalah anak-anak-Nya dalam Yesus Kristus.

Inilah jatidiri dan identitas rohani kita. Tentu, ini tidak boleh membuat kita jumawa. Sebaliknya, kita justru harus bersikap rendah hati. Itulah sebabnya Yesus bilang, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Matius 23:12)

Kita tak hanya disebut anak-anak Bapa Surgawi. Kita juga disebut murid-murid Kristus. Kita pun mau terus mendengarkan dan belajar dari setiap sabda-Nya. Kita mau belajar setia sebagai murid-Nya.

Agar kita bisa menghayati citra sebagai anak-anak Bapa dan jatidiri sebagai murid-Nya, Yesus menunjukkan jalan yang bisa kita tempuh. Di jalan itu kita akan mengalami damai, sukacita, kebenaran, kekudusan dan kebahagiaan sejati.

Kita pun harus menempuh jalan yang sama, yakni jalan kerendahan hati. Yesus telah merendahkan diri-Nya demi kepentingan kita. Dia rela menjadi hamba. Seperti diwartakan St Paulus, Yesus merendahkan diri-Nya sampai mati di kayu salib untuk mengangkat kita pula sebagai anak-anak Bapa Surgawi (lihat Flp 2:1-11).

Dengan demikian, sebagai putri-putra Bapa Surgawi, kita pun mesti menempuh jalan kerendahan hati seperti Kristus. Itu berarti kita mesti mengandalkan Bapa Surgawi yang penuh kasih dan keselamatan bagi kita.

Itu pula yang disebut kerendahan dan kesederhanaan hati. Jalan kerendahan dan keserhanaan hati memampukan kita hidup sebagai pelayan Tuhan bagi sesama. Kerendahan dan kesederhanaan hati ditandai oleh kesatuan dan keselarasan antara kata dan tindakan, ucapan dan perbuatan.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan sarana membangun sikap rendah hati sebagai murid Kristus dan putri-putra Bapa Surgawi. Bersujud dan bersimpuh di hadirat-Nya kita hayati citra sebagai murid Kristus dan anak-anak Bapa surgawi.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau Guru kami dan kami murid-Mu. Kami ingin mendengarkan dan belajar menempuh jalan kerendahan Hati-Mu. Kami ingin mencintai seperti Engkau mencintai. Anugerahilah kami kesederhanaan dan kerendahan hati sehingga kami dapat mengasihi dengan sukacita, rendah hati dan penuh cinta dalam melayani sesama, kini dan selamanya. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply