IMG_1325 (FILEminimizer)

Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya (paling kiri) menerima Relikui Santo Yosef Copertino dari Gregorius Hidayat Tjokrodjojo (tengah) disaksikan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko (paling kanan)

Kalau sekarang kita mendapatkan relikui Santo Yosef Copertino, yang menjadi pelindung para mahasiswa dan pelajar, harapannya nanti adalah para pelajar dan mahasiswa khususnya yang Katolik sungguh-sungguh mendapatkan perlindungan, mendapatkan berkat dari Santo ini, sehingga mereka semua bisa sungguh-sungguh mempersiapkan masa depan dengan baik.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko berbicara ketika bersama-sama Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya menerima Relikui Santo Yosef Copertino dari Gregorius Hidayat Tjokrodjojo di kantor keuskupan untuk disemayamkan di kapel Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, 17 Mei 2018.

Menurut Mgr Rubi, keberadaan relikui dan penghormatan kepada relikui itu sebenarnya bukan sebuah tradisi yang sangat panjang. Orang dinyatakan santo-santa itu karena memang mempunyai peran sangat istimewa dalam hidup orang beriman termasuk karena kesuciannya. Dan kesuciannya itu biasanya ditandai oleh berbagai macam mukjizat yang dibuat dalam pengantaraan doa-doa kepadanya, jelas uskup.

Mgr Rubi juga mengingatkan, devosi kepada santo-santa bukanlah jaminan bahwa doa tersebut mesti terkabul. “Namun, itu mengungkapkan iman betapa besar peran santo-santa dalam pengantaraan doa-doa kita. Dalam arti itu tentu pengantara utamanya adalah Yesus Kristus,” kata uskup.

Prof Ridwan menyatakan rasa gembira bisa menerima relikui itu. “Dengan adanya relikui dari Santo Yosef ini, diharapkan memang bisa mendukung, entah itu situasi pembelajaran, entah itu semangat mahasiswa, dan lingkungan mereka belajar, sehingga ketika berada di Unika itu, mereka terdorong untuk bisa lebih positif, lebih semangat, lebih berhasil, karena memang Santo Yosef dari Copertino itu kan memang pelindung pelajar,” katanya.

Dia mengakui, banyak mahasiswa mengalami tantangan dalam proses belajar. “Bisa jadi mereka mempunyai banyak kesulitan tersendiri. Bisa jadi mereka juga menghadapi situasi yang berbeda, lingkungan perkuliahan yang berbeda, terus mungkin juga jejaring pertemanan yang berbeda di kampus, sehingga itu membentuk satu tantangan tersendiri bagi mahasiswa,” katanya.

Dengan berkat dari Santo Yosef dari Copertino, Prof Ridwan berharap agar tantangan yang dihadapi mahasiswa dari yang paling sederhana maupun paling sulit bisa diselesaikan. Dia juga berencana mengenalkan sosok dan semangat Santo Yosef dari Copertino di kampus kepada mahasiswa, “sehingga bukan hanya sekadar tahu bahwa di sana ada relikui, tetapi juga ada ceritanya di sana. Mereka juga bisa terilhami, mereka bisa mengetahui sejarah dari Santo itu.”

Relikui itu, menurut Gregorius Hidayat Tjokrodjojo, didatangkan dari Italia atas prakarsa dan bantuan Pastor Salavatore M Sabato OFMConv. “Kebahagiaan yang luar biasa, karena bisa menjadi alat untuk membawakan relikui ini sampai ke sini,” kata Gregorius yang mengantarkan relikui itu ke unika.

Selain pelindung mahasiswa dan pelajar, Santo Yosef dari Copertino juga dikenal sebagai pelindung para pilot karena dia mendapatkan karunia levitasi. Dalam belajarnya, sebenarnya, dia tidak memiliki kemampuan yang baik. Namun, berkat ketekunan dan penyerahan diri kepada Tuhan serta devosi pada Bunda Maria, dia bisa menyelesaikan kesulitannya dengan baik. (Lukas  Awi Tristanto)

IMG_1346 (FILEminimizer) IMG_1355 (FILEminimizer)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.