Relasi Baru sebagai Keluarga Allah

keluarga yesusSelasa 23 September, PW St. Padre Pio, Imam Amsal 21:1-6.10-13; Mazmur 119:1.27.30.34.35.44; Lukas 8:19-21 Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan […]

keluarga yesus

Selasa 23 September, PW St. Padre Pio, Imam
Amsal 21:1-6.10-13; Mazmur 119:1.27.30.34.35.44; Lukas 8:19-21

Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”

***

Injil mengajak kita untuk mengerti bahwa Yesus memberikan kepada kita kesempatan istimewa untuk memperkembangkan relasi kekeluargaan dan persahabatan kita dalam Dia. Meski tampaknya Yesus tak peduli kepada keluarga-Nya sendiri ketika Ibu dan saudara-saudara-Nya berusaha untuk menjumpai-Nya, namun sesunguhnya kasih dan hormat-Nya kepada Ibu da saudara-saudara-Nya sangat jelas dan tak perlu dipertanyakan.

Yesus mengajarkan kepada kita satu pengalaman rohani tentang keluarga dan petsahabatan yang baru dalam kaitannya dengan Kerajaan Allah. Ia menunjukkan dan mengangkat satu realitas yang lebih tinggi yakni relasi kita dengan Allah dan dengan mereka yang menjadi milik-Nya.

Dari Injil hari ini kita tahu bahwa menjadi Kristiani, sebagai keluarga baru dalam nama Yesus Kristus lebih dari sekadar menerima ajaran, doktrin, konsep dan perintah. Pertama-tama dan terutama, keluarga baru ini merupakan relasi baru dan terberkati, yakni relasi kepercayaan, perasaan, komitmen, kesetiaan, loyalitas, keteguhan, kebaikan, belarasa dan belas kasihan sebagai wujud melakukan kehendak-Nya. Keluarga ini juga ditandai oleh dukungan, kekuatan, saling menolong, meneguhkan, melindungi dan masih banyak kualitas lain yang mengikat kita bersama dengan hubungan saling kasih dan kesatuan dalam Yesus Kristus, Juruselamat dunia.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita bersyukur kepada Allah yang mengangkat kita menjadi anggota keluarga baru sebagai anak-anak Allah. Kita berdoa dan mohon agar dapat melakukan kehendak-Nya. Sebab barangsiapa melakukan kehendak Bapa adalah anggota keluarga Kerajaan-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu atas sabda-Mu hari ini. Engkau ingatkan kami bahwa kami adalah anak-anak Bapa surgawi dengan melakukan kehendak Bapa. Bantulah kami untuk melakukan yang terbaik atas kehendak-Mu dalam hidup kami. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk mengubah hati, budi dan kehendak kami agar kami mampu melakukan kehendak-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply