Realistis Dong…

Ayat bacaan: 1 Korintus 2:3
=====================
“Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.”

depresi,khawatir, renungan harian


Ada orang yang berkata bahwa antara percaya pada Tuhan dan hidup tanpa rasa cemas belum tentu sejalan. Saya mengalami hal ini ketika menghadapi saat-saat ibu saya pulang ke rumah Bapa di surga. Ketika itu saya baru saja lahir baru. Meskipun saya telah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, dan artinya menerima janji-janji Tuhan, termasuk bebas dari rasa takut, saya masih sulit mempraktekkannya dalam hidup. Ketika suatu kali dalam kunjungan ke rumah sakit mendoakan ibu saya, seorang pendeta berkata, “Tuhan pasti punya rencana luar biasa, percayalah..”, saya berkata dalam hati..”mudah untuk bilang seperti itu, karena anda tidak mengalaminya.. realistis dong pak..” Apakah dengan berpikir seperti itu, artinya saya tidak percaya pada Yesus? Saya percaya. Sangat percaya. Tapi saya tetap mengalami perasaan kalut, khawatir dan sedih.

Siapakah diantara kita yang bisa dengan jujur berkata bahwa hidupnya sudah 100% tanpa kekhawatiran? Siapa diantara kita yang berani bersaksi bahwa kita telah benar-benar mempraktekkan ayat Mazmur 56:11 yang berbunyi: “kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Saya rasa siapapun orangnya, ada saat dimana kepercayaan kita terhadap Tuhan dan janji-janjiNya bercampur dengan kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, depresi dan penderitaan lainnya. Hidup di dunia yang sulit membawa kita berkenalan dengan masalah kesehatan, konflik, situasi-situasi menakutkan, kekhawatiran, resesi, depresi, stress, berbagai jenis krisis, dan lain-lain. Perbedaan kemampuan nalar manusia dan waktunya Tuhan sering membuat kita sulit menangkap tujuan Tuhan buat kita. Padahal Tuhan telah menyatakan bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan (Yeremia 29:11). Akibatnya, kita bisa mengalami berbagai kondisi di atas, atau bahkan ragu apakah Tuhan masih sayang pada kita atau tidak.

Tapi lihatlah, jangan khawatir jika anda masih sering merasa cemas, takut, dan lain-lain. Ayat bacaan hari ini menunjukkan sisi realistis seorang manusia. Rasul Paulus yang begitu taat dan kuat imannya pun pernah mengalami saat dimana dirinya terasa lemah, mengalami ketakutan dan gentar yang sangat besar. Kita tidak perlu malu mengakui kalau kita terkadang masih diliputi ketakutan dan kekhawatiran, kita tidak perlu berpura-pura kuat sementara di dalam kita merasa gentar menghadapi masalah yang tengah menimpa diri kita. Berbagilah dengan sahabat anda, dan ingat, diatas segalanya, anda mempunyai seorang Sahabat sejati, Yesus Kristus. Dengan penuh kasih Dia telah berulang kali mengingatkan kita agar jangan takut. Tuhan Yesus pun telah menegaskan bahwa Dia akan selalu ada bersama kita, bukan hanya dalam kondisi baik, tapi juga dalam setiap permasalahan hidup. Datanglah padaNya, berdoalah. Dia akan memberikan kekuatan untuk mengatasi setiap rasa cemas dan takut.

Wajar bila kemampuan daya pikir manusia masih sulit melihat rancangan Tuhan ke depan, tapi kita perlu terus melatih diri untuk mampu berpegang dan menyerahkan semuanya pada Tuhan dan belajar melihat segala sesuatu dari kacamata Tuhan, percaya pada semua janji Tuhan, karena Dia adalah Allah yang setia dan tidak pernah mengingkari janjiNya. Mari kita terus berlatih untuk percaya sepenuhnya dalam setiap kondisi yang kita alami. “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mzm 56:3)

Tuhan tidak pernah meninggalkan dan berhenti mengasihi kita, jadi jangan takut

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment