“Ready Player One”,  Kisah Persahabatan Avatar

Ilustrasi: Ist

BARANGKALI Anda masih ingat akan sebuah permainan berbasis telepon pintar bernama Pokemon Go. Pemainan yang diluncurkan pada Juli 2016 ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama Niantic yang menggunakan perangkat iOS dan Android.


Permainan realitas ini menantang para pemainnya untuk menangkap, melatih, menukar dan mempertarungkan karakter-karakter Pokemon yang ada dalam telepon di setiap tempat dalam dunia nyata. Para pemain berusaha menangkap sebanyak mungkin karakter Pokemon untuk memperoleh poin atau level tertentu, dengan cara berjalan-jalan di lingkungan sekitar agar karakter di dalam permainan bergerak. Seorang pemain juga bisa melakukan pertarungan dengan pemain lain dan memilih tim sendiri untuk menguasai daerah tertentu.


Tak lama setelah permainan itu dirilis, Pokemon Go segera menjadi viral. Bahkan dalam aneka berita dikabarkan bahwa permainan tersebut memakan beberapa korban jiwa di dunia nyata. Pasalnya, karakter Pokemon seringkali muncul di tempat-tempat berbahaya dan ramai. Sementara para pemain terlampau asyik masuk dalam permainan.


Film Ready Player One yang dirilis Maret 2018 ini mengangkat kisah yang serupa dengan pola permainan Pokemon Go. Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg ini diangkat dari novel berjudul Ready Player One karya Ernest Cline pada tahun 2011, dan dibintangi oleh sejumlah artis seperti Tye Sheridan, Olivia Cooke, Ben Mendelsohn, Lena Waithe, Simon Pegg, dan Mark Rylance. 


Permainan virtual: Mencari telur Paskah 


Adalah Wade Watts (Tye Sherida), seorang pemuda yang hidup tahun 2045,  menjadikan game virtual bernama ‘The Oasis’ sebagai pelarian untuk memperoleh apa yang ia inginkan.


Menurutnya, sebagaimana dikatakannya di awal film, dunia Oasis mampu menjadikan dirinya sesuai dengan apa yang ia inginkan. “Di dunia Oasis, seseorang bisa menjadi apa saja, berpikir apa pun, bebas bergerak ke mana saja. Bahkan bisa menjadikan diri dengan karakter apapun,” kata Wade yang dalam Oasis memakai tokoh avatar bernama Parzival.


The Oasis sendiri diciptakan oleh James Halliday. Dalam sebuah video, Halliday menyatakan bahwa seluruh harta warisan yang ia miliki dari The Osis akan diberikan kepada pemain yang berhasil menemukan telur paskah (Easter egg) di Oasis. Untuk mendapatkan telur paskah tersebut, pemain harus menemukan terlebih dahulu 3 kunci yang akan memberikan petunjuk tentang keberadaan telur tersebut.


Rupanya tantangan Halliday ini mendapat respon yang begitu besar. Banyak orang pada akhirnya berusaha menjawab tantangan tersebut melalui permainan virtual yang diciptakan oleh Halliday ini, termasuk pula Wade.


Ribuan orang berusaha untuk mengikuti permainan itu, dari segala usia dan latar belakang. Bahkan ada pula yang mengatasnamakan kelompok dan perusahaan. Setiap pemain bersaing dengan ribuan, bahkan jutaan pemain lain untuk mendapat poin dan level, dan terlebih lagi untuk mendapatkan kunci dan telur paskah.


Dalam permainan tersebut, Wade dengan avatarnya Parzival hampir selalu menduduki level tertinggi. Parzival berteman dengan Aech, Art3mis, Dhaito dan Sho meskipun di dunia nyata mereka sama sekali tidak saling mengenal. Kelimanya selalu menduduki level teratas dalam permainan tersebut.


Musuh terberat dalam permainan ini adalah avatar-avatar yang diciptakan oleh perusahaan IOI (Innovative Online Industries) yang menggunakan segala cara untuk bisa memenangkan permainan. Tak hanya di dunia virtual, IOI berusaha menghancurkan para pesaingnya di dunia nyata, termasuk dengan menghancurkan kampung Wade setelah identitasnya diketahui oleh IOI.


Persahabatan sejati


Satu pesan penting yang cukup menarik dari film ini adalah kisah persahabatan di antara kelima avatar yang menduduki level tertinggi dalam permainan. Mulanya Parzival hanya berteman dengan Aech, yang menggambarkan sosok pria besar berprofesi sebagai ahli mekanik di dunia virtual. Di dunia nyata, Aech ini adalah seorang perempuan bernama Helen Harris. Mulanya Wade mengira bahwa sosok nyata dari Aech ini merupakan seorang pria berbadan besar dan perkasa.


Kemudian pertemanan makin meluas ketika Parzival melihat avatar perempuan bernama Art3mis. Parzival jatuh cinta pada Art3mis karena merasa ada kecocokan. Wade yakin bahwa Ar3mis ini merupakan avatar yang dimainkan oleh sosok wanita yang ia impikan.


Dua avatar lain baru bergabung ketika mereka mengalami kesulitan berhadapan dengan IOI. Dhaito sendiri merupakan avatar yang dimainkan oleh Win Morisaki dalam dunia nyata. Sementara Sho merupakan avatar milik Akihide Karatsu, seorang remaja berusia 11 tahun.


Di awal permainan, semua avatar berusaha mengatasi aneka rintangan dari bermacam raksasa yang ganas untuk menuju titik akhir yang ditentukan. Namun tak ada yang berhasil mengalahkan raksasa-raksasa tersebut. Pada permainan pertama inilah terjadi perkenalan antara Parzival dan Art3mis, di mana Parzival menyelamatkan Art3mis dari raksasa King Kong. Namun Art3mis belum menunjukkan sikap persahabatan dengan Parzival.


Setelah kegagalan pertama, mulailah Parzival berusaha menyusun strategi dengan mempelajari kisah-kisah Halliday untuk menemukan kata kunci. Hingga akhirnya pada permainan berikutnya Parzival mengambil jalan yang berlawanan dengan avatar lainnya.


Strategi ini berhasil membuat Parzival menemukan kunci dan petunjuk pertama. Rupanya apa yang dilakukan Parzival ini dilihat oleh Art3mis, yang kemudian mengikutinya. Ketiga avatar lainnya pun menyusul di titik akhir.


Keberhasilan Parzival tidak serta merta menjauhkannya dari masalah. Di satu sisi Parzival dianggap sebagai pahlawan bagi avatar-avatar lain karena berhasil memperoleh petunjuk untuk melanjutkan permainan, namun di sisi lain ia menjadi incaran dari IOI. Belum lagi di dunia nyata Wade semakin merasa cocok dengan sosok Art3mis.


Parzival sendiri telah berkali-kali diingatkan oleh Aech agar jangan jatuh cinta di dunia virtual. Alasannya, belum tentu tampilan virtual cocok dengan apa yang di dunia nyata.


“Bisa jadi di tampilan virtual sebagai sosok yang gagah dan besar, namun di dunia nyata ia adalah sosok yang sama sekali berbeda,” demikian berkali-kali Aech menasihati Parzival, yang rupanya mau menjelaskan juga tentang sosok dirinya sendiri di dunia nyata.


Namun Parzival bergeming. Ia tetap bertekad untuk mendekati Art3mis.


Perjumpaan nyata dialami pertama kali oleh Wade dan Samantha Cook yang merupakan sosok di balik Art3mis. Samantha menyelamatkan Wade dari ancaman IOI di dunia nyata setelah kampung Wade dihancurkan. Rupanya perasaan cinta Wade tidak keliru. Wade sungguh benar-benar jatuh cinta pada sosok Samantha, meskipun Samantha memiliki kekurangan, yakni tanda lahir hitam pada wajahnya.


Sejak saat itu mereka selalu bekerjasama melawan IOI. Demikian juga dengan ketiga avatar lainnya. Mereka pada akhirnya berjumpa dalam situasi sulit, di mana IOI semakin ganas menyerang, baik di dunia virtual maupun di dunia nyata. Kelima orang ini selalu mendapat ancaman dari IOI.


Singkat cerita, berkat kerjasama dan saling menopang dari kelimanya, mereka berhasil memperoleh ketiga kunci. Parzaval menjadi avatar yang berhasil menemukan telur paskah.


Ketika tiba saatnya Wade menerima hadiah, ia tidak mau menerimanya seorang diri. Namun ia menerima hadiah warisan itu atas nama keempat sahabatnya yang lain, yang telah berjuang bersama-sama. Dan kelima orang itulah yang akhirnya melanjutkan OASIS. Sementara itu, kisah cinta Wade dan Samantha berlanjut dengan menjadi suami-istri.


 Pesan Ready Player One


 Pesan apa yang bisa diambil dari Film Ready Player One?


Film ini sangat relevan dengan dunia kita saat ini, di mana dengan berkembangnya alat komunikasi yang semakin canggih, orang menjadi sangat individualis. Orang lebih asyik dengan dirinya sendiri. Orang lain yang ada di sekitarnya sering diabaikan.


Contoh konkret terjadi ketika permainan Pokemon Go sebagaimana telah disinggung di awal tulisan ini. Orang menjadi asyik dengan dunianya sendiri, dan mengabaikan yang lain.


Oleh karena itu satu pesan kuat dari film ini adalah supaya kita tidak larut dalam dunia maya. Kelima avatar dan juga sosok di balik kelima avatar itu menunjukkan bahwa mereka berhasil mengatasi sikap individualis dengan membangun persahabatan yang erat. Meski awalnya persahabatan itu dijalin oleh sosok avatar, namun ketika mereka berjumpa, mereka berhasil menjadi sahabat-sahabat yang saling mendukung dan menopang satu sama lain.


Pesan lainnya adalah bagaimana sikap kita terhadap kenyataan hidup. Memang mulanya Wade mengikuti permainan OASIS ini sebagai tempat pelarian dari rumitnya hidup yang ia alami. Akan tetapi di akhir film, ia sampai pada sebuah penemuan bahwa menghadapi kenyataan hidup yang terkadang sulit itu bukan dengan sebuah pelarian di dunia maya, tetapi harus berani menghadapinya secara nyata.


Dengan demikian seseorang akan mendapatkan kebahagiaan sejati. “Reality is the only thing that’s real” demikian kata terakhir film berdurasi 130 menit ini.


Romo Stepanus Sigit Pranoto SCJ

Imam Kongregasi Hati Kudus Yesus (SCJ) dan pernah berkarya di Komisi Komsos Keuskupan Palembang; kini dalam persiapan studi khusus dan tinggal di Skolastikat SCJ Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: