Rabu, 28 Februari 2015, PW St. Tomas Aquinas

tomas aquinasIbr. 10:11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20 … yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat… YESUS berbicara menggunakan perumpamaan untuk menerangkan siapa Allah dan seperti apa kerajaanNya. Ia menggunakam gambaran dan contoh peristiwa sehari-hari untuk melukiskan pesannya. Hampir seluruh Injil Mateus, Markus dan Lukas memuatnya. Hari ini kita membaca perumpamaan tentang seorang penabur benih. Terberkatilah dan berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan tekun melaksanakannya dalam iman. Nàbi Yeremia mengatakan, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yer 17:7-8) Perumpamaan ini ditujukan kepada para pendengar sabdaNya. Ada cara yang berbeda dalam menerima sabda Allah. Cara terbaik adalah menerima sabda, dan sabda itu berbuah berlimpah. Itu bila kita terbuka, rendah hati, memahami, dan percaya. Allah sendiri akan membantu kita dengan rahmatNya bila kita lapar akan Dia. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus dengan penuh cinta yang memberi kita mata dan telinga hati untuk memahami sabdaNya. Kita sembah Dia dalam iman dan kerendahan hati dan kerelaan untuk diajar. Tuhan Yesus Kristus bukalah mata dan telinga kami akan sabda hingga kami memahaminya dan melaksanakannya dalam kehidupan kami. Semoga kami hidup selaras dengan kehendak Allah dan berbuah dalam ketekunan berlipat-lipat selamanya. Amen.

tomas aquinas

Ibr. 10:11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20

… yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat…

YESUS berbicara menggunakan perumpamaan untuk menerangkan siapa Allah dan seperti apa kerajaanNya. Ia menggunakam gambaran dan contoh peristiwa sehari-hari untuk melukiskan pesannya. Hampir seluruh Injil Mateus, Markus dan Lukas memuatnya.

Hari ini kita membaca perumpamaan tentang seorang penabur benih. Terberkatilah dan berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan tekun melaksanakannya dalam iman. Nàbi Yeremia mengatakan, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yer 17:7-8)

Perumpamaan ini ditujukan kepada para pendengar sabdaNya. Ada cara yang berbeda dalam menerima sabda Allah. Cara terbaik adalah menerima sabda, dan sabda itu berbuah berlimpah. Itu bila kita terbuka, rendah hati, memahami, dan percaya. Allah sendiri akan membantu kita dengan rahmatNya bila kita lapar akan Dia.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus dengan penuh cinta yang memberi kita mata dan telinga hati untuk memahami sabdaNya. Kita sembah Dia dalam iman dan kerendahan hati dan kerelaan untuk diajar.

Tuhan Yesus Kristus bukalah mata dan telinga kami akan sabda hingga kami memahaminya dan melaksanakannya dalam kehidupan kami. Semoga kami hidup selaras dengan kehendak Allah dan berbuah dalam ketekunan berlipat-lipat selamanya. Amen.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply