Rabu 22 Oktober 2014, Hamba yang Siap Sedia, Luk 12: 39-48

siap sedia menerima tuhan by Alyssa Lauren

“Hendaklah kalian siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tidak kalian sangka-sangka.”

INILAH ajaran Yesus yang disampaikan kepada kita supaya kita siap sedia, karena kedatangan Tuhan yang akan mengadili hidup kita, itu tidak bisa kita perhitungkan sebelumnya. Dengan lain kata: saat akhir hidup kita, kita tidak tahu. Saat kematian kita kita tidak tahu.

Tetapi ini tidak penting, karena hidup kita tidak kita isi hanya dengan menunggu datangnya kematian dengan menganggur atau tidak berbuat apa-apa. Nilai dan arti hidup kita justru terletak bagaimana kita mengisi hidup kita ini secara positif. Kita tidak membiarkan hidup kita kosong dan tidak membiarkan hidup kita ini kita isi dengan perbuatan yang kurang berkenan kepada Tuhan.

Walaupun saat kedatangan Tuhan yang kedua (pada akhir hidup kita) tidak jelas kapan, namun toh kita sudah mengenal Tuhan yang datang di dunia ini, yaitu Tuhan Yesus yang telah mengajar dan menunjukkan bagaimana kita supaya hidup kita berkenan kepada Tuhan Allah, yaitu dengan melaksanakan FirmanNya.

Kalau kita melaksanakan FirmanNya kita akan menjadi anak-anak Bapa. Lalu kita tidak perlu cemas lagi pada saat Tuhan menjemput hidup kita. Kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus dan mempercayakan hidup kita kepada Yesus, sebenarnya keputusan kita dihadapan Tuhan pada akhir nanti, sudah kita pegang sekarang.

Tuhan Yesus memberikan jaminan hidup kekal kepada semua orang yang percaya kepadaNya. Yang terpenting kita tetap setia dan berani bertahan sampai hidup kekal. Tuhan Yesus akan menyebut kita “hamba yang baik”.

Sebaliknya orang yang tidak percaya kepada Tuhan, tidak dapat melihat arah hidup ini. Maka hidup ini dikira kosong. Lalu banyak orang bertindak ngawur, artinya bertindak tanpa kesadaran dan tanpa tujuan. Tindakan kekerasan, saling bermusuhan, saling bunuh-membunuh dan tidak mau damai, melawan keadilan atau saling merugikan, adalah tindakan ngawur yang tidak akan membawa keselamatan.

Orang-orang ini mengira bahwa hidup lama atau sebentar itu sama saja, tidak ada artinya. Maka orang-orang ini tidak pernah melaksanakan yang dikehendaki oleh Tuhan dan tidak pernah bersiap-sedia menghadapi kematian, kecuali kalau digerakkan oleh kasih Allah sendiri. Mereka ini oleh Yesus disebut “hamba yang jahat”. Maka kita wajib bersyukur kepada Tuhan, karena pada kita telah ditunjukkan jalan menuju keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: