Rabu 14 Agustus 2014: Adakan Pendekatan, Mat 18: 15-20

good-manners-1-gif

APABILA saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasehatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan Engkau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikan soalnya pada jemaat.”

Tentu saja untuk membangun persaudaraan sejati diperlukan keberanian untuk mengadakan saling pendekatan, khususnya kepada saudara-saudara kita yang punya masalah. Seperti yang kerap kita jumpai ada keluarga-keluarga yang perkawinanya tidak sah (tidak beres) yang sebenarnya dapat dibereskan kalau keluarga yang bersangkutan diberi tahu.

Mungkin kia mendengar adanya beberapa keluarga yang hidup dalam perselingkuhan atau kita jumpai adanya kasus yang tak beres, seperti adanya tokoh yang sudah lama tidak pernah pergi ke gereja atau tak mau kumpul-kumpul dengan warga lainnya. Kerap kali yang muncul pertama adalah rasa ewuh pekewuh, takut kalau dikatakan membuat gosip.

Lebih-lebih kalau kasus itu ada pada orang yang berjabatan, atau pada orang yang lebih tinggi status sosialnya.

Maka jalan keluarnya biasanya orang yang takut mengadakan pendekatan secara pribadi, lalu mengatakan kekurangan itu kepada orang lain, sehingga hal ini menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Lebih-lebih kalau orang-orang sukanya ngrumpi. Bahkan kalau ada seorang gembala melakukan kesalahan dengan warga lain, umat tidak berani mengritik langsung, tetapi hanya omong-omong dibelakang, sehingga situasinya tidak terselesaikan.

Persaudaraan sejati memang sangat membutuhkan perbaikan internal.

Jalan lain yang sering ditempuh oleh kebanyakan umat, karena adanya budaya ewuh pekewuh, biasanya lalu melaporkan persoalan kepada rama paroki. Dalam hal ini kita semua diharapkan bicara secara jujur, tidak melebih-lebihkan, tidak disertai emosi, sehingga persoalan menjadi jelas.

Jadi jelaslah bahwa Sabda Tuhan ini merupakan tantangan bagi kita semua, bukan suatu kesempatan untuk menjelekkan orang lain.

Maka sebelum melaporkan umat diharapkan untuk meneliti kebenarannya, jangan sampai ada prasangka saja. Karena pernah terjadi ada orang yang dilaporkan selingkuh, tetapi tidak nyata, sampai yang dilaporkan itu malu sekali.

Hal ini juga sering terjadi karena umat yang melaporkan itu punya rasa tidak senang atau sentimen. Hal ini jangan pernah terjadi. Tetapi yang dipuji oleh Tuhan Yesus adalah pendekatan empat mata.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: