Rabu, 11 Februari 2015: Hari Orang Sakit Sedunia

dokter dan pasienKej 2:4b-9.15-17; Mzm 104:1-2a.27-28.29b-30; Mrk 7:14-23 … “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”… MENURUT Yesus Kristus dalam Injil hari ini, dosa tidak terjadi dari kekuatan di luar kita. Dosa datang dari dalam pribadi kita. Namun kita tidak perlu takut. Sebagaimana dicatat di Kitab Kejadian pada kasus Kain yang cemburu ada Abel, Allah sudah mewanti-wanti dia agar menjaga hatinya sebab “Dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kej 4:7) Sayangnya, Kain tidak mengindahkan peringatan Allah. Ia biarkan kecemburuan menguasai hidupnya menjadi kebencian kepada saudaranya. Bahkan kebencian itu menyeret hidupnya yang kalap drngan menghabisi saudaranya. Dari sini kita bisa berrefleksi, bagaimana kita bersikap saat kecemburuan dan dosa mengintai di pintu hati? Mampukah kita mengelolanya atau menaklukannya? Syukur pada Tuhan sebab Ia tidak meninggalkan kita sendirian dalam pergumulan kita melawan kecenderungan terhadap dosa. Ia menganugerahkan rahmat dan kekuatan yang kita butuhkan untuk melawan dan mengalahkan dosa saat dosa mengintai di depan pintu hati kita. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus Tuhan yang menghendaki kita bebas dari daya dosa yang destruktif dan perbuatan yang salah dalam hidup kita. Ia berkenan memurnikan hati kita dan membaharui budi kita hingga kita dapat bebas memilih untuk mengasihi dan melakukan yang benar, baik, adil, dan bijaksana. Tuhan Yesus Kristus, Engkau selalu siap mengubah dan memurnikan hati kami melalui rahmat dan pertolongan Roh Kudus yang tinggal dalam hidup kami. Penuhilah kami dengan Roh Kudus dan jadikanlah hati kami seperti HatiMu kini dan selamanya. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

dokter dan pasien

Kej 2:4b-9.15-17; Mzm 104:1-2a.27-28.29b-30; Mrk 7:14-23

… “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”…

MENURUT Yesus Kristus dalam Injil hari ini, dosa tidak terjadi dari kekuatan di luar kita. Dosa datang dari dalam pribadi kita.

Namun kita tidak perlu takut. Sebagaimana dicatat di Kitab Kejadian pada kasus Kain yang cemburu ada Abel, Allah sudah mewanti-wanti dia agar menjaga hatinya sebab “Dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kej 4:7)

Sayangnya, Kain tidak mengindahkan peringatan Allah. Ia biarkan kecemburuan menguasai hidupnya menjadi kebencian kepada saudaranya. Bahkan kebencian itu menyeret hidupnya yang kalap drngan menghabisi saudaranya.

Dari sini kita bisa berrefleksi, bagaimana kita bersikap saat kecemburuan dan dosa mengintai di pintu hati? Mampukah kita mengelolanya atau menaklukannya?

Syukur pada Tuhan sebab Ia tidak meninggalkan kita sendirian dalam pergumulan kita melawan kecenderungan terhadap dosa. Ia menganugerahkan rahmat dan kekuatan yang kita butuhkan untuk melawan dan mengalahkan dosa saat dosa mengintai di depan pintu hati kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus Tuhan yang menghendaki kita bebas dari daya dosa yang destruktif dan perbuatan yang salah dalam hidup kita. Ia berkenan memurnikan hati kita dan membaharui budi kita hingga kita dapat bebas memilih untuk mengasihi dan melakukan yang benar, baik, adil, dan bijaksana.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau selalu siap mengubah dan memurnikan hati kami melalui rahmat dan pertolongan Roh Kudus yang tinggal dalam hidup kami. Penuhilah kami dengan Roh Kudus dan jadikanlah hati kami seperti HatiMu kini dan selamanya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply