Puncta 24.04.18. Kis 11:19-26: Tut Wuri Handayani

Ilustrasi: Barnabas dan Paulus di Lystra. (Ist)

SALAH satu tokoh berdirinya jemaat di Antiokhia adalah Barnabas. Ia mencari Saulus di Tarsus untuk diajak mewartakan Injil.


Bisa jadi waktu itu Saulus sedang mengalami kegamangan. Ia baru saja bertobat. Di tengah-tengah jemaat yang baru, ia masih dicurigai sebagai pengejar Jalan Tuhan.


Di kalangan Yahudi, ia sudah dicap “murtad”. Barnabas menjadi penolong bagi Saulus. Ia diajak ke Antiokhia dan tinggal bersama-sama di sana selama satu tahun sambil mengajar orang banyak. Barnabas menjadi pemandu sebelum Saulus terjun langsung mewartakan Injil.


Barnabas menjadi gembala bagi Saulus.


Di awal Kisah Rasul, nama pasangan ini ditulis Barnabas dan Saulus. Di tengah-tengah kisah, nama pasangan itu menjadi terbalik, bahkan kadang hanya ditulis Saulus atau Paulus sendiri.


Inilah hebatnya seorang pamong atau gembala. Dia menghantarkan “domba” yang diemong sampai menemukan jati dirinya.


Barnabas adalah “ketua umat” yang baik. Karena kebaikannya, jemaat Antiokhia tumbuh berkembang dan disanalah mereka untuk pertama kalinya mempunyai sebutan baru ‘Kristen’.


Membuat branding tidak seperti membalik telapak tangan, butuh proses dan perjuangan panjang.


Supaya kita punya julukan baru, sebutan baru, branded yang diakui dibutuhkan perjuangan.


Beranikah kita berjuang agar iman kita diakui masyarakat sekitar? Selamat merenungkan.


Romo A. Joko Purwanto Pr


Imam diosesan KAS yang pernah berkarya di Keuskupan Ketapang, Kalbar.


Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply