Ilustrasi: rendah hati (Ist)

DENGAN segala rendah hati aku melayani Tuhan. Kalau membaca kutipan ini yang langsung kuingat adalah motto tahbisan uskup Mgr. Suharyo: Serviens cum omni humilitate.

Kerendahan hati itulah yang dihayati Mgr. Suharyo.

Dalam buku biografi, Mgr. Suharyo, 20 tahun Menjadi Uskup, Bapak Kardinal  Julius Darmaatmadja SJ berkata demikian, “Saya senang, bersyukur dan merasa terberkati bertemu dengan orang yang tendah hati, yang tahu secara mendalam dan menghayati apa yang diketahui itu.” (hal xviii).

Mgr. Suharyo pernah memberi renungan bahwa kata ‘humilitate’ itu berasal dari akar kata “humus” yang berarti tanah yang subur.

Tanah yang subur memungkinkan pohon bisa menghasilkan buah yang lebat.

Humus walaupun dibawah dan tidak nampak,  tetapi menopang kehidupan yang lainnya.

Kerendahan hati adalah tempat yang subur untuk berkembangnya pelayanan, kepedulian, care for others.

Paulus menunjukkan bagaimana ia dengan penuh pengorbanan memberitakan Injil. Ia berjuang keras supaya nama Yesus dikenal dan diimani semua orang.

Untuk itu Paulus berani mati. Marilah kita menimba semangat kerendahan hati ini dalam Ekaristi. Sampai jumpa esok hari. Berkah Dalem.

Romo A. Joko Purwanto Pr Imam diosesan KAS yang pernah berkarya di Keuskupan Ketapang, Kalbar.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.