Puji-Pujian Mendatangkan Kemenangan (2)

(sambungan)Dan lihatlah apa yang terjadi setelahnya. Tindakan Yosafat untuk menghadapi perang dengan menyiapkan kelompok paduan suara terbukti benar. Ketika mereka mulai menyanyikan puji-pujian, terjadilah keajaiban seperti yang dijanjikan Tuhan itu. “…

(sambungan)

Dan lihatlah apa yang terjadi setelahnya. Tindakan Yosafat untuk menghadapi perang dengan menyiapkan kelompok paduan suara terbukti benar. Ketika mereka mulai menyanyikan puji-pujian, terjadilah keajaiban seperti yang dijanjikan Tuhan itu. “Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (ay 22). Alkitab jelas mencatat bahwa tidak satupun musuh yang luput. Dan itu terjadi tanpa mereka perlu bertempur. “Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.” (ay 23-24). Tidak itu saja, tapi merekapun kemudian mendapat jarahan yang sangat banyak. Saking banyaknya sampai-sampai mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk mengangkut ternak, barang berharga dan pakaian untuk dibawa pulang. (ay 25). Lihatlah bagaimana puji-pujian mendahului kemenangan dan membawa hasil yang luar biasa mengatasi batas logika dan pikiran kita. Bangsa Yehuda dibawah pimpinan Yosafat memperoleh kemenangan besar, dan semua itu dimulai dengan pengambilan keputusan yang benar dalam merespon suara Tuhan dengan didahului oleh puji-pujian.

Seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, Paulus dan Silas pun mengalami hal yang sama. Dalam Kisah Para Rasul pasal 16 kita bisa membaca sebuah kisah yang mirip. Pada saat itu berdasarkan penglihatannya, Paulus dan Silas berangkat ke Makedonia untuk menyelamatkan orang-orang disana dengan mewartakan kabar keselamatan. Setibanya disana, mereka yang notabene menjalankan panggilan Tuhan justru mengalami siksaan, deraan sebelum dilemparkan ke penjara terdalam dengan keadaan dipasung. “Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.” (ay 24). Ini bukanlah situasi yang kita inginkan saat kita merasa menjalankan perintah Tuhan. Tapi Paulus dan Silas tahu bahwa kalaupun mereka harus mengalami penderitaan seperti ini, artinya ada rencana Tuhan yang indah menanti di depan sana yang belum mereka lihat. Iman mereka membuat mereka mampu melihat apa yang belum kelihatan. Dengan iman seperti ini, apa yang selanjutnya dilakukan oleh Paulus dan Silas sungguh mengejutkan.

Apa yang mereka lakukan? Bukannya bingung atau kecewa kepada Tuhan, Paulus dan Silas justru melakukan sesuatu yang rasanya mustahil dilakukan oleh orang lain yang mengalami perlakuan sama. “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” (Kisah Para Rasul 16:25). Puji-pujian yang mereka nyanyikan ternyata menimbulkan kejadian yang luar biasa. “Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.” (ay 26). Bukan saja mereka kemudian dibebaskan dan bisa pergi meninggalkan kota itu dengan selamat, tapi cara mereka menyikapi kesulitan dengan memanjatkan puji-pujian ternyata mampu mendatangkan keselamatan atas kepala penjara beserta keluarganya. Dari kisah ini pun kita bisa melihat bagaimana puji-pujian bisa mendatangkan kemenangan bahkan keselamatan bagi orang lain.

Apakah anda hari ini tengah mencari kemenangan atas berbagai masalah yang anda hadapi? Apakah ada diantara teman-teman yang tengah bergumul dan merasa putus asa menghadapi sejumlah besar tekanan hidup? Apakah semua ini mulai membuat logika anda berkata bahwa anda sudah harus menyerah kalah? Jika ya, berdirilah tegak dan lakukan hal yang sama seperti Yosafat dan bangsanya, juga Paulus dan Silas. Panjatkan puji-pujian dan serukan kemuliaan bagi Tuhan. Bernyanyilah dengan penuh sukacita dan iman yang percaya, dan anda bisa mengalami situasi serupa seperti yang mereka alami saat itu. Ada sepasukan musuh menyerang anda: mungkin berupa tumpukan masalah, sakit penyakit, krisis keuangan dan sebagainya. Semua itu bisa hadir menyerang kapan saja, tetapi ingatlah bahwa Tuhan punya kuasa jauh lebih besar yang mampu membuat kita sanggup mengatasi segala jenis serangan.

Dalam beberapa KKR yang pernah saya hadiri, saya melihat sendiri bagaimana peperangan di alam Roh dihadapi dengan pasukan puji-pujian yang terus bernyanyi memuliakan namaNya sehingga KKR bisa berlangsung tanpa gangguan apapun. Ada kuasa besar dibalik puji-pujian, dan Alkitab sudah menyatakan bahwa ada Tuhan yang bertahta/bersemayam di atas puji-pujian. (Mazmur 22:4). Apa yang perlu kita lakukan hanyalah mempercayai Tuhan secara penuh dan terus memujiNya. Jika anda belum berpikir akan hal ini, hari ini anda bisa mulai melakukannya. Berikan puji-pujian kepada Tuhan, nyanyikanlah disertai iman dan semua itu akan mematahkan masalah apapun yang tengah anda hadapi saat ini. Bernyanyilah bagi Tuhan, dan anda akan melihat bahwa tidak satupun dari musuh atau masalah yang berpeluang sama sekali untuk meruntuhkan anda.

Puji-pujian mendahului datangnya kemenangan besar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply