[PUISI] Dan Melahap Lapar dengan Senyum

Yesus memberi makan

SEJAK hari itu, mama menggunting kain di
Pasar – tempat berkumpulnya keributan:
Penjual, pembeli, petugas penagih pajak, pencopet, asap kendaraan, dan serta
Uang – biang keladi pembunuh (an) pengais rejeki

Di sisi kirikanan, mama diajak terangsang melalui
Bau sampah, jalanan berlubang, kambing domba hingga
Adu jotos via pos mulut

Pukulan dan jahitannya tersobek – ulah orangorang gila yang
Duduk mengeram di samping lantai berdebu tanah. Dan
Suaranya menikam sampai telinganya memerah menahan
Gumpalan asap di dada

Jarum serta benang terlibat perkelahian hebat – mama terlihat bingung karena
Jarijari tangannya terjebak gigitan waktu yang memaksa untuk
Bersetubuh dengan terlepasnya tali perut – dan
Terpaksa melahap daundaun lapar dengan senyum
(Bajawa, Flores – Desember 2013)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: