Proses Belajar

Ayat bacaan: Titus 3:14
==================
“Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.”

proses belajar

Ada sebuah pepatah asing yang mengatakan “Rome wasn’t built in a day”. Ini menggambarkan pentingnya sebuah proses belajar dalam kehidupan kita. Sebuah lukisan berasal sebuah kanvas kosong yang nantinya akan terus berisi dengan coretan-coretan sehingga menghasilkan karya seni yang indah. Seperti itu pula kita manusia yang pada akhirnya akan terbentuk sesuai dengan “coretan-coretan” apa yang menghiasi kanvas hidup kita. Yang jelas hidup butuh proses belajar yang tidak ada habisnya. Jika kita berhenti belajar maka kita pun berhenti bertumbuh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ketika kita berhenti belajar maka kehidupan pun berhenti sampai disitu. Tidak peduli orang sepintar apapun, ia tidak akan bertambah baik apabila berhenti untuk belajar. Selalu ada hal-hal baru untuk kita pelajari, berbagai karya-karya inovatif terus berkembang lewat orang-orang yang selalu mau belajar. Tuhan memberikan kita kemampuan berpikir, Tuhan memberikan otak untuk diisi terus dengan hal-hal yang baik, otak yang kapasitasnya begitu luar biasa yang mampu menampung jauh di atas komputer yang kita gunakan sehari-hari, dan alangkah sayangnya jika semua itu tidak pernah atau jarang dipakai. Yang pasti, hidup adalah sebuah proses dimana belajar merupakan hal mutlak yang harus terus kita kembangkan selama kita masih berkesempatan untuk berjalan didalamnya.

Tuhan sendiri tidak menyukai proses instan, biarpun Dia bisa melakukannya. Sebuah pemberian instan tidak akan memberi proses pengajaran. Itu tidak mendidik. Bayangkan jika anda terus memanjakan anak anda dengan segala pemberian tanpa mereka harus mencapai sesuatu terlebih dahulu, bukankah itu akan merusak diri mereka? Oleh karena itulah Tuhan menyukai sebuah proses pembelajaran bagi kita anak-anakNya, dan itu semua demi kebaikan kita sendiri. Setiap langkah-langkah kehidupan kita yang harus terus menerus diisi dengan belajar. Untuk bisa berhasil atau sukses dalam segala bidang kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat saja, tetapi harus terus diasah dengan latihan atau belajar lebih dan lebih lagi. Apakah itu untuk menambah kepintaran kita, menambah ilmu dan pengetahuan, atau untuk mencapai pertumbuhan iman, semua itu membutuhkan proses yang harus diisi dengan belajar.

Lihatlah bunyi Firman Tuhan berikut ini: “Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” (Titus 3:14). Lihat disana ada kalimat “Belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik”, yang dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “learn to apply themselves to good deeds”, dan itu berguna untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup pokok agar jangan sampai hidup menjadi tidak menghasilkan apa-apa, tidak berguna, alias sia-sia. Hidup adalah sebuah proses belajar. Bagi saya pribadi, itulah salah satu hal penting yang bisa membuat hidup ini indah dan menarik. Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak akan ada habisnya untuk kita pelajari. Selalu saja ada hal baru, hal menarik dan hal-hal yang bisa menambah pengetahuan atau mengembangkan wawasan kita. Dan ketika kita berhenti belajar maka kita akan segera ketinggalan jaman dan sulit mencapai hasil maksimal dalam segala hal.

Beribadah pun memerlukan proses. Kita tidak bisa berharap Tuhan langsung menyetel roh kita untuk menjadi roh yang taat dalam sekejap mata. Dia sanggup melakukan itu, tapi itu tidak mendidik. Melalui serangkaian peristiwa, kejadian dan sebagainya, baik yang indah maupun lewat penderitaan dan kesulitan, Tuhan siap memberi pelajaran bagi kita untuk lebih dekat lagi kepadaNya. Inilah yang dipesankan Paulus dalam suratnya untuk Timotius: “Latihlah dirimu beribadah.” (1 Timotius 4:7b). Jika sebuah latihan badani alias olahraga saja penting untuk menjaga kebugaran kita, dan itupun lewat sebuah proses, apalagi sebuah ibadah yang akan berguna jauh lebih banyak. “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (ay 8).

Lihat pula bagaimana Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengajarkan firman Tuhan kepada keturunan mereka secara terus menerus, kontinu dan berkesinambungan. “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:6-7). Jika belajar merupakan hal yang penting bagi kita, apalagi buat anak-anak kita yang “kanvas”nya masih relatif lebih kosong dibanding kita. Dunia yang mereka huni sekarang bukanlah sebuah dunia yang mudah dijalani dan selalu aman bersahabat. Ada banyak jebakan dan godaan yang akan mampu membuat hidup mereka porak poranda. Oleh karena itulah kita harus mampu terus menanamkan firman Tuhan secara terus-menerus kepada mereka, baik lewat pengajaran maupun contoh keteladanan. Kita harus melatih kerohanian mereka agar bisa terus bertumbuh semakin baik, sementara kita sendiri terus berproses melatih diri kita agar lebih baik lagi. Semua ini akan menjadi bekal yang sangat berharga buat mereka. Tapi itu tidak bisa kita lakukan hanya dalam sekejap saja. Semua itu haruslah melalui serangkaian proses pembelajaran dan latihan yang dilakukan secara terus menerus.

Menjalani proses memang seringkali tidak gampang. Ada kalanya kita mengalami kesulitan bahkan penderitaan. Tapi itulah bagian dari kehidupan yang harus kita sikapi dengan proses. Tetaplah berpegang teguh kepada Tuhan, tetaplah berusaha, tetaplah belajar dan jangan lupa tetaplah penuhi diri kita dengan ucapan syukur. Firman Tuhan berkata “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6). Tuhan akan selalu memberi kekuatan atas kelemahan kita, oleh karena itu hendaklah kita tidak berhenti untuk belajar menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Tuhan selalu menginginkan kita anak-anakNya untuk terus belajar. Belajar mengenai hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas hidup di dunia, tapi juga terutama belajar untuk mengenalNya lebih lagi dan mengetahui apa yang menjadi rencana dan kehendakNya dalam kehidupan kita. Yesus mengingatkan kita untuk terus menyempurnakan diri hingga bisa menyerupai kesempurnaan Bapa. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48). Ini pun harus melalui proses, tidak akan bisa kita capai hanya dalam sekejap mata saja. Oleh karena itu kita harus senantiasa mengingatkan diri kita untuk tidak berhenti belajar. Masih ada banyak yang belum kita ketahui, masih banyak yang harus kita benahi dalam diri kita. Jangan berhenti, teruslah belajar selama kesempatan untuk itu masih ada.

Hidup adalah sebuah proses yang harus terus diisi dengan belajar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply