Promo Besar-besaran Pengampunan Tuhan

pengampunan by Dominion of MinistriesKamis, 14 Agustus 2014.  PW St. Maximilianus Maria Kolbe Yehezkiel 12:1-12; Mazmur 78:56-59, 61-62; Matius 18:21-19:1 “Yesus berkata kepadanya: Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:22) Kalau ada promo diskon besar-besaran di suatu supermarket atau mall atau apa pun, biasanya orang berbondong-bondong menyerbu. Pertanyaannya, apakah […]

pengampunan by Dominion of Ministries

Kamis, 14 Agustus 2014.  PW St. Maximilianus Maria Kolbe
Yehezkiel 12:1-12; Mazmur 78:56-59, 61-62; Matius 18:21-19:1

“Yesus berkata kepadanya: Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:22)

Kalau ada promo diskon besar-besaran di suatu supermarket atau mall atau apa pun, biasanya orang berbondong-bondong menyerbu.

Pertanyaannya, apakah kita juga menyerbu dan merespon promo dan diskon rohani sakramental yang ditawarkan Tuhan kepada kita. Salah satunya, tawaran untuk menerima Sakramen Tobat dan Pengampunan.

Tuhan bersabda, “Ampunilah 70 8 7 kali.” Sabda ini merupakan jawaban Yesus kepada Petrus yang bertanya kepada “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” (Matius 18:21)

Mengampuni 70 x 7 kali berarti mengampuni tanpa henti, selalu dan terus-menerus kepada orang yang bersalah kepada kita. Orang yang sama, selalu menyakiti hati kita, haruslah kita ampuni.

Teks ini masih menjadi salah satu dari beberapa teks yang menjadi landasan alkitabiah praksis dan pelayanan Sakramen Tobat dan Pengampunan. Sakramen Tobat dan Pengampunan ditawarkan kepada kita sebagai kemurahan Allah Bapa yang Maha Pengampun.

Sakramen Tobat dan Pengampunan bisa kita terima setiap saat berkali-kali, lebih sering dan teratur lebih baik.

Hal ini kita lakukan justru karena kita menyadari sebagai orang yang berdosa dan sekaligus mensyukuri bahwa kita memiliki Allah yang Maha Pengampun,

Namun sayangnya, tidak seperti sikap terhadap orang yang berbondong-bondong saat ada promo diskon, dalam hal tawaran kemurahan hati untuk menerima rahmat pengampunan melalui Sakramen Tobat dan Pengampunan tak banyak umat yang berminat. Bahkan kesempatan-kesempatan menerima Sakramen Tobat dan Pengampunan terpangkas menjadi formalitas menjelang Paskah dan Natal. Itu pun tak semua umat menanggapinya.

Jangan-jangan, keengganan untuk menerima Sakramen Tobat dan Pengampunan menjadi cermin berbanding lurus setara dengan keengganan untuk mengampuni sampai 70 x 7 kali. Karena kita sulit mengampuni, maka, kita sulit pula memanfaatkan kesempatan untuk diampuni melalui Sakramen Pengampunan.

Yesus mengajarkan agar kita harus mengampuni supaya diampuni. Bila kita tidak mau mengampuni, maka, jangan berharap bahwa kita pun diampuni.

Di balik praksis pengampunan ada belas kasihan. Belas kasihan adalah anugerah yang ditawarkan kepada kita sebagai keadilan yang sejati. Belas kasihan erat terkait dengan keadilan. Belas kasihan menyempurnakan keadilan.

Bila kita mengharapkan belas kasihan dari Tuhan, kita harus siap untuk mengampuni, sebagaimana Tuhan mengampuni kita.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan cara kita membangun sikap tobat terus-menerus di hadirat Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Di sanalah kita belajar untuk berbelas kasihan kepada diri sendiri, sesama dan siapa pun yang kita doakan. Namun ini belum atau tidak cukup dalam rangka Sakramen Tobat dan Pengampunan. Sebagai doa silih ya. Tetapi, hanya Adorasi Ekaristi Abadi saja, tanpa menerima Sakramen Tobat dan Pengampunan itu sendiri, maka rahmat belas kasihan yang kita terima belumlah sempurna secara sakramental.

Semoga kian banyak umat yang memanfaatkan promo diskon dari Allah berupa kemurahan untuk menyambut Sakramen Tobat dan Pengampunan! It’s not for sale but really a promotion with 100% discount!

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah membuka lebar kesempatan bagi kami untuk menerima Sakramen Tobat dan Pengampunan. Namun masih sering kami mengabaikan hal itu. Semoga kami siap mohon ampun 70 x 7 kali, sehingga kami pun siap mengampuni 70 x 7 kali, kini dan selamanya. Amin.

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

Kredit foto: Pengampunan tiada batas. (Courtesy of Dominion of Ministries)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply