Produk Produk Berbahaya

Ayat bacaan: 1 Korintus 7:1
===========================
“Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.”

produk berbahaya, entrobacter sakazaki, daging glonggongan

Kemarin kita sudah melihat bagaimana orang-orang jahat memanfaatkan momen bulan puasa dengan menjual produk daging glonggongan, yang digelembungkan dengan cara memasukkan air ke dalam tubuh hewan. Sebuah tindakan yang tidak saja kejam terhadap hewan, tapi juga dapat mengancam kesehatan kita yang mengkonsumsinya. Kalau fenomena daging glonggongan sudah membuat kita geleng-geleng kepala, bagaimana dengan maraknya penjualan daging busuk/bangkai di pasaran? Ini juga salah satu kejahatan yang berbahaya bagi kesehatan. Daging-daging busuk dikumpulkan dari tong-tong sampah kemudian diolah kembali dan dijual! Semua itu tidak menjadi pemikiran para penipu. Mereka tidak peduli nyawa orang, yang penting adalah mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Sebenarnya produk-produk berbahaya yang masih diperdagangkan masih sangat banyak. Yang paling sering kita dapati di supermarket mungkin produk-produk kadaluarsa. Dalam produk susu untuk balita pun kita harus waspada. Beberapa bulan yang lalu Indonesia sempat heboh dengan ditemukannya produk susu lokal yang mengandung bakteri Entrobacter Sakazakii (gambar disamping). Atau kasus yang masih hangat, susu mengandung melamin yang menewaskan banyak anak di negara RRC. Berbagai campuran zat kimia yang tidak aman bagi tubuh terdapat di berbagai produk. Banyak dari produk berbahaya ini tidak kasat mata, tidak terlihat berbeda, dan mungkin membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menimbulkan penyakit dalam tubuh manusia.

Efek produk-produk berbahaya di atas mengingatkan saya akan bahaya yang sama yang dapat mengancam kesehatan kehidupan rohani kita. Ketika kita “mengkonsumsi” berbagai kebiasaan buruk, tontonan, bacaan yang tidak baik dan hal-hal sejenis lainnya, secara sadar atau tidak,kerohanian kita pun berpotensi untuk teracuni. Berbagai tontonan di televisi dipenuhi oleh dendam, perselingkuhan, pembunuhan, pornografi, perkosaan, mistik dan lainnya yang sangat berbahaya bagi kerohanian kita, apalagi bagi anak-anak yang masih berkembang. Begitu banyak “produk-produk” berbahaya bagi rohani yang sekilas tidak terlihat membahayakan, tapi sebenarnya sangat beresiko bagi kerohanian kita. Dengan berbagai hal yang ditawarkan dunia ini, kita seringkali memberikan toleransi dan kompromi yang tidak pada tempatnya pada pencemar-pencemar rohani. Kita lupa bahwa kompromi pada dosa sekecil apapun dapat membuka pintu masuk bagi dosa-dosa lainnya yang akan menimbun diri kita.

Adalah sangat penting bagi kita untuk menjaga diri agar tidak tercemar. Paulus mengajak kita untuk menyucikan diri dari segala pencemaran, baik jasmani maupun rohani. Dengan demikian kita akan menerima janji bahwa Tuhan akan menjadi Bapa kita, dan kita akan menjadi anak laki-laki dan perempuanNya. (1 Kor 6:18). Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar melainkan untuk yang kudus (1 Tes 4:7). Paulus juga mengingatkan bahwa dengan menjaga kekudusanlah kita layak dipakai Allah untuk pekerjaan-pekerjaan yang mulia. “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” (2 Tim 2:21). Lebih lanjut lihatlah apa yang dikatakan Petrus. “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” (1 petrus 1:22). Kita harus senantiasa menjaga diri kita dari semua pencemaran baik jasmani maupun rohani, sehingga kita bisa menyempurnakan kekudusan kita di hadapan Allah. Jagalah diri kita dan orang-orang terdekat kita dari kecemaran.

Taat pada kebenaran firman Tuhan akan membuat kita peka terhadap pencemaran

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment