Press the Pause Button

Ayat bacaan: Mazmur 46:11
=======================
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

press the pause button

Nonton di bioskop biasanya lebih disukai banyak orang ketimbang menontonnya di layar kaca atau monitor komputer. Suasana yang gelap akan membuat kita bisa lebih fokus ke layar menikmati film yang ditayangkan ketimbang terganggu oleh lingkungan sekitar jika kita menontonnya di rumah. Tapi tidak selalu bioskop itu lebih baik dari menonton di rumah. Bisakah kita meminta pemutar film untuk menghentikan sejenak film yang sedang diputar untuk menunggu kita pergi ke toilet atau membeli minuman dan cemilan? Hal itu tidak mungkin kita lakukan ketika kita menonton di bioskop, dan akibatnya kita akan kehilangan sebagian dari jalan ceritanya. Tapi jika di rumah, kita bisa menghentikan film itu kapan saja untuk menunggu kita ke kamar kecil atau mengambil sesuatu dari kulkas. All we have to do is press the pause button.

Ada kalanya kita merasa muak dengan situasi yang sedang kita hadapi. Kita mengamuk, kita marah, kita meradang penuh emosi, kita ingin memberontak keluar dari keadaan yang sudah terlalu menyesakkan kita. “I’m fed up, I need a break!” Mungkin itu yang ada di pikiran anda saat ini. Perlakuan tidak adil kita terima di kantor atau sekolah, orang-orang yang menyebalkan dan terus menusuk kita dari segala arah, orang-orang yang kita anggap dekat ternyata mengecewakan kita, dan sebagainya. Di saat seperti ini, ketika anda merasa sangat marah terhadap kondisi yang anda rasakan saat ini, sebelum anda terus tenggelam dalam kemarahan dan terjebak untuk mengambil tindakan-tindakan yang salah, immidiately press the pause button! Berhentilah segera sebelum anda tergiur untuk mengambil keputusan yang salah. Ada saat dimana kita harus bertindak, ada saat dimana kita harus terus melakukan sesuatu, tapi ada pula saat-saat dimana kita harus berhenti sejenak. Ada saat untuk bicara, tapi ada pula saat untuk diam. Ketika suasana sudah begitu menyesakkan, itu tandanya anda harus menekan tombol pause. Stop. Masalah mungkin belum selesai, peperangan atau pergumulan masih akan terus berlangsung, tapi ada saatnya tombol pause harus ditekan sebelum kita mengambil tindakan yang tidak rasional dan hanya dilandasi oleh emosi belaka. Firman Tuhan pun berkata: Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi! (Mazmur 46:11). Let be and be still, and know that I am God. Berhentilah sejenak, diamlah, dan kembalilah ingat bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu.

Kisah kunjungan Yesus ke rumah Maria dan Marta menggambarkan hal ini dengan baik. Bayangkan, Yesus datang berkunjung ke rumah mereka. Marta pun segera sibuk melakukan segala sesuatu untuk melayani Yesus. Tapi Maria justru melakukan yang sebaliknya. Tidak seperti Marta, Maria memilih untuk duduk diam di dekat kaki Tuhan Yesus untuk terus mendengarkan perkataanNya. “Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya(Lukas 10:39). Ketika Marta komplain dan menganggap Maria seolah-olah tidak peduli dan hanya diam saja, Yesus pun berkata: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (ay 41-42). Kita pun sering berlaku seperti ini. Kita sibuk melakukan segala sesuatu semampu kita, dan terus merasa kesal apabila situasi tidak kunjung menjadi baik meski kita sudah mati-matian berusaha mengatasinya. Di saat seperti itu, kita seringkali lupa bahwa ada waktu dimana kita harus berhenti dan kemudian mendatangi Tuhan, berdiam di hadiratNya untuk mendengar suaraNya. Kita terlalu sibuk berusaha lalu kemudian lupa untuk duduk diam di kakiNya dan menikmati kedekatan terhadap Tuhan yang sangat mengasihi kita. That’s the thing that we tend to forget when we are too busy. Kita lupa bahwa di atas segalanya, ada Tuhan yang berkuasa lebih dari apapun di dunia ini.

Sekali lagi, pesan Tuhan hari ini sungguh jelas.”Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:11). Press the pause button, be still, and look up to God. Dalam situasi sulit, kita mungkin menganggap bahwa semua janji Tuhan dalam alkitab terasa sangat jauh dari jangkauan kita. Tapi ingatlah bahwa meski saat ini kita mengalami kekecewaan dari harapan yang belum juga kunjung tercapai, ada saat dimana kita harus menunggu. Menunggu dengan tekun tanpa kehilangan pengharapan. Setiap harapan yang bisa terpikirkan oleh manusia bisa digenapi jika di mata Tuhan hal itu dianggap baik, tapi memang ada kalanya kita harus menunggu. Sementara menunggu, tetaplah pegang janji Tuhan, dan luangkan waktu lebih banyak bukan untuk terus berkeluh kesah dan meratap dalam doa-doa kita, tapi untuk diam dan mendengarkan suara Tuhan lebih lagi. Sesungguhnya “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir” (Ibrani 6:19), dan ketika ketika kita semakin mengenalNya, maka pertolongan Tuhan pun akan datang, seperti fajar menyingsing membawa terang dan sukacita, memulihkan kita dari kondisi sulit yang sedang kita hadapi sekarang. Seruan ini pun pernah disampaikan melalui Hosea. “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:3).

Mungkin jawaban Tuhan serasa datang terlambat, tapi apa yang disediakan Tuhan adalah segala yang terbaik bagi kita, tepat pada waktunya. Itu pasti. Sementara anda belum mendapatkannya, Tuhan menginginkan kita untuk tetap tenang. Jangan panik, jangan terpancing emosi, jangan grusa-grusu dalam mengambil keputusan, tetapi diamlah dan ketahuilah bahwa Dia adalah Tuhan yang setia terhadap janji-janjiNya. Apakah anda sedang mengalami kekesalan atau kemarahan akibat kondisi tertentu hari ini? If so, press the pause button. Be still, and know that He is the loving Father.

Ada saat dimana kita harus diam dan memilih untuk mendengarkan Tuhan lebih dari apapun

Follow RHO Twitter: https://twitter.com/DailyRHO

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: