Premanisme Remaja

Ayat bacaan: Amsal 1:10
=====================
“Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut”

premanisme, remaja, pergaulan yang salah

Selalu saja ada cerita menarik setiap kali saya ngobrol dengan beberapa polisi yang sering mampir di tempat saya mengajar. Sebagai polisi lalu lintas, ia bercerita bahwa mayoritas dari kasus kecelakaan di jalan raya melibatkan anak-anak muda atau remaja. Mereka ini seringkali tidak mematuhi rambu dan mengemudi kendaraannya ugal-ugalan, sehingga tidak saja membahayakan nyawa orang lain, tapi juga diri sendiri. “Kalau bisa sih, para orang tua pro aktif mengingatkan anak-anaknya untuk tidak kebut-kebutan dan melanggar peraturan lalu lintas setiap kali anak-anaknya hendak ke luar..” kata pak Polisi ini. Mungkin orang tua terlalu sibuk bekerja dan sebagainya, sehingga mereka lupa untuk mengingatkan anak-anaknya agar berhati-hati di jalan raya dan jangan sembrono melakukan hal-hal yang bisa mengancam keselamatan orang lain dan mereka sendiri. Saya setuju pada pak Polisi, untuk menekan tingkat kecelakaan di jalan raya peran orang tua memegang peranan penting. Tapi hendaknya jangan berhenti sampai di situ saja. Sebab selain menasehati anak untuk menghindari resiko bahaya di jalan raya, orang tua pun sebaiknya awas dalam memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Tingkat kejahatan remaja yang terus meningkat menunjukkan rawannya anak-anak terpengaruh oleh pergaulan buruk, dimana mungkin angka-angka kejahatan remaja ini justru jauh lebih besar dibanding tingkat kecelakaan para remaja di jalan raya. Artinya, ada bahaya yang jauh lebih besar mengancam anak-anak kita dibanding bahaya di jalan raya. Tidak jarang kita mendengar tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih belasan tahun sekalipun. Premanisme, tawuran, perampokan hingga pembunuhan sekarang dilakukan pula oleh remaja. Mungkin bersama teman-teman, mungkin pula bersama anggota gang nya, jika ia masuk menjadi anggota. Recruitment dan kaderisasi dalam berbagai kelompok organisasi yang tidak benar atau gang-gang jahat ini bahkan sudah dimulai sejak SD atau SMP. Bayangkan anak-anak yang masih polos ternyata diajarkan untuk menjadi jahat tanpa sepengetahuan orang tuanya. Mereka aktif mempengaruhi anak-anak sejak muda agar bergabung memperkuat gang mereka. Tidak heran ketika kita melihat anak-anak di usia belia sudah mampu bertindak beringas. Membawa senjata tajam seperti clurit bahkan samurai di jalan raya, bertindak semena-mena, mengganggu ketentraman orang lain, mengancam dan merampas milik orang, pemalakan, bahkan pembunuhan bisa mereka lakukan. Ini belum termasuk masalah narkoba, hubungan bebas, aborsi dan sebagainya. Ada resiko besar mengancam dari pergaulan yang salah.

Para orang tua dituntut untuk mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari bahaya secara fisik , tapi jangan lupa pula bahwa secara spiritual anak-anak pun harus dipersiapkan dengan baik sejak dini. Amsal Salomo berkata “Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut” (Amsal 1:10). Apa yang dipesankan Salomo ini menggambarkan bentuk premanisme yang ternyata sudah ada sejak jamannya. “jikalau mereka berkata: “Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena; biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur; kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan; buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian.” (ay 11-14). Bukankah hari ini pun premanisme seperti ini sama? Pesan Salomo ternyata masih relevan untuk kita ingat hingga saat ini. Orang tua hendaklah waspada dan mengingatkan anak-anaknya “Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka, karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.” (ay 15-16).

Firman Tuhan hendaknya ditanamkan berulang-ulang sejak dini kepada anak-anak kita. Alkitab berkata demikian “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 6:7). Ini sangat penting, agar sejak awal anak-anak kita akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Tanpa kemampuan membedakan, mereka akan mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan sesat yang bisa membahayakan hidup mereka. Jika kita sudah menanamkannya sejak kecil, mereka pun akan dapat hidup benar hingga masa tuanya kelak. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6).

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16). Demikianlah pentingnya Firman Tuhan bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi anak-anak kita. Karena itu Pemazmur berkata “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Firman Tuhan itu pelita dan terang bagi anda dan juga anak-anak anda. Firman Tuhan akan mampu menuntun dan menerangi mereka agar mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mengingatkan anak-anak akan bahaya secara fisik itu penting, tapi menanamkan Firman Tuhan berulang-ulang adalah lebih penting lagi, agar mereka siap secara spiritual untuk hidup di dunia yang keras dan penuh dengan kejahatan ini. Kemarin saya sudah menyinggung mengenai dosa yang mengintip di depan pintu (Kejadian 4:7), ini tidak saja berbicara kepada kita yang sudah dewasa, tapi juga terhadap anak-anak kita yang masih muda. Oleh karenanya, sebagai orang tua persiapkanlah anak-anak anda sejak dini lewat Firman Tuhan. Ajarkanlah berulang-ulang agar mereka tahu yang benar dan yang salah, tidak gampang terpengaruh ajakan jahat serta mampu mengarungi hidup mereka seturut kehendak Tuhan hingga tua.

Firman Tuhan itu pelita yang menerangi hidup anak-anak kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply