Portable Gas Stove

Ayat bacaan: Matius 24:12
=====================
“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.”

portable gas stove, kompor kecil, kasih menjadi dingin

Di restoran Jepang kita umumnya bisa menemukan menu set shabu-shabu. Menu ini biasanya disediakan dalam banyak pilihan, baik irisan tipis daging, sosis, bakso maupun sayur-sayuran yang biasanya harus kita rebus terlebih dahulu. Semuanya disediakan di atas meja, termasuk sebuah kompor kecil atau yang biasanya disebut juga dengan portable gas stove, yang akan membuat air tetap panas sehingga urusan rebus merebus ini bisa dilakukan. Tanpa adanya kompor kecil di atas meja ini, air akan menjadi dingin dan mustahil kita bisa merebus berbagai jenis shabu-shabu itu. Karena itulah di sebagian besar restoran Jepang kebutuhan akan portable gas stove ini menjadi sangat penting.

Seperti air yang bisa menjadi dingin, kasih dalam diri kita pun bisa menjadi dingin. Tuhan Yesus sejak jauh hari sudah mengingatkan kemungkinan ini. Begini Firman Tuhan: “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12). Dikatakan disana bahwa menjelang kesudahan dunia akan semakin banyak kedurhakaan. Kejahatan merajalela di mana-mana, kesesatan tumbuh subur. Dan berbagai hal itu akan mengakibatkan kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Hal seperti ini sudah sering kita lihat di jaman sekarang. Kasih seringkali terbatas pada slogan saja, hanya disinggung dan dibicarakan, tapi jarang diaplikasikan dalam kehidupan secara nyata. Kita sering hanya terbawa kebiasaan dalam dunia, mengacu pada teori ekonomi semata berdasarkan prinsip untung rugi. Secara sadar atau tidak, kita sering terbawa ke dalam hal seperti ini. Bukan lagi memberi atau menolong karena kasih, tapi karena ada motivasi-motivasi atau alasan-pertimbangan lain di balik itu. Padahal Firman Tuhan berbicara jelas mengenai hal ini seperti apa yang dikatakan Paulus. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Korintus 13:1-3). Tanpa kasih, semuanya tidak akan berguna alias sia-sia.

Jika tidak hati-hati, kasih bisa menjadi dingin. Meskipun kita melakukan berbagai perbuatan baik, tapi jika tidak disertai dengan dasar yang benar yaitu kasih, maka semua itu tidaklah berarti apa-apa. Hal ini bisa timbul di jaman sekarang ketika ada begitu banyak penyesatan dimana-mana, baik yang jelas-jelas kelihatan maupun yang samar-samar atau terselubung. Oleh karena itulah dalam menghadapi hidup di jaman yang sulit ini kita harus tetap memastikan bahwa kasih dalam diri kita jangan sampai menjadi dingin, terus menjaga kasih agar tetap hangat. Seperti air untuk shabu-shabu pada ilustrasi pembuka di atas, kita harus bisa menjaga air rebusan agar tetap mendidih, demikian pula kita harus bisa memastikan kasih dalam diri kita. Caranya tidak lain adalah dengan terus menjaga kedekatan hubungan kita dengan Tuhan. Terus rajin berkomunikasi denganNya lewat doa-doa kita, senantiasa bersyukur, memuji dan menyembahNya, tekun membaca dan merenungkan Firman  Tuhan, ini semua bisa memastikan kasih di dalam diri kita akan terus hangat. Pengenalan akan Tuhan menjadi kunci utama untuk membuat kasih ini tidak menjadi dingin. Sebuah untaian kata yang ditulis Yohanes menjelaskan hal ini dengan sangat indah. “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:7-8). Kasih bukan saja menjadi sifat Allah, tapi kasih itu sejatinya adalah pribadiNya sendiri. Karena itulah ketika kita mengenal Allah, yang tidak lain adalah kasih, kita pun dengan sendirinya akan terus memiliki kasih yang menyala-nyala dalam diri kita. Ketika Allah yang adalah kasih tinggal di dalam diri kita, maka hidup kita pun akan senantiasa memiliki kasih.

Kasih merupakan hukum yang terutama dalam kekristenan. Tuhan Yesus sendiri telah terlebih dahulu memberi teladan. Dia rela memberikan nyawaNya bagi kita ketika kita masih berdosa, dan oleh karena Dia kita diselamatkan. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Oleh karenanya tepatlah jika Yesus mengajarkan “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34). Kasih akan membuat perbuatan-perbuatan baik kita bermakna, juga bermakna di hadapan Tuhan. Kasih pun mampu membuat kita terhindar dari jebakan berbagai jenis dosa. “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8). Selain itu, kasih pun bisa menjadi jendela bagi orang-orang di sekitar kita untuk mengenal dan mengalami Tuhan lewat diri kita. “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35). Tetap dekat dengan Tuhan, mengenal pribadiNya terus lebih dalam lagi, itu akan berfungsi sebagai portable gas stove bagi kehangatan kasih di dalam diri kita. Jangan abaikan saat teduh, jangan lewatkan waktu-waktu berdoa dan bersekutu denganNya, jangan lupa bersyukur, tekunlah membaca dan merenungkan Firman Tuhan, dan jangan hindari pertemuan-pertemuan ibadah dimana kita bisa terus bertumbuh dan saling membangun dengan saudara-saudara seiman. Mari pastikan kasih dalam diri kita tetap menyala, jangan sampai menjadi dingin.

Kasih akan senantiasa ada selama Tuhan ada dan diam bersama-sama dengan kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply