Pondasi Keluarga menurut Amsal 3:3 (2)

(sambungan)

Oleh sebab itu, mari kita fokus kepada Amsal 3:3-4. Ayat ini sangat singkat dan sederhana, juga tidak sulit dimengerti, tetapi memiliki kedalaman luar biasa dengan implikasi yang begitu luas dalam menyentuh setiap aspek kehidupan kita. Salah satu saja hilang, anda akan sulit merasakan kebahagiaan dan damai sejahtera dalam keluarga anda. Ada beberapa poin yang ingin saya angkat secara khusus berdasarkan ayat ini. Mari kita lihat satu persatu.

1. Untuk membangun kasih dan kesetiaan butuh proses

Jika anda membeli sebuah kalung mahal, anda tentu tidak akan memakainya hanya sekali saja atau menyimpannya secara asal-asalan. Mungkin anda perlu proses lama dalam mengumpulkan uang/menabung agar bisa membelinya. Selain itu, kalung juga bisa digunakan sebagai sarana agar kita tidak lupa, misalnya orang tua yang mengalungkan kacamatanya di leher atau beberapa teman yang memakai kalung salib sebagai pengingat bahwa mereka berjalan bersama Tuhan dalam hidupnya. Akan halnya loh hati yang disebutkan dalam amsal 3:3, bayangkan apabila anda hendak menulis sesuatu di atas sebuah loh batu. Pada jaman dulu untuk menulis tidaklah semudah sekarang. Belum ada pena dan kertas sehingga untuk menulis orang perlu memahat di atas lempengan atau loh batu. Itu jelas memerlukan keahlian, ketekunan, kekuatan dan usaha. Artinya, ada proses yang harus dijalani agar sebuah tulisan bisa tampil terukir dengan indah di atas loh batu.

Di jaman serba instan seperti sekarang, orang ingin segala sesuatunya serba cepat. Dalam hal kasih dan kesetiaan, banyak orang menganggap sepele dan mengira bahwa itu pun bisa diperoleh dalam sekejap mata. Faktanya tidaklah demikian. Kasih dan kesetiaan bukan sesuatu yang hanya teori semata tetapi memerlukan sebuah proses lewat praktek terus menerus untuk bisa berakar kuat lalu berbuah dalam diri kita. Jadi kasih dan kesetiaan bukanlah hal yang instan, yang bisa diperoleh dalam sekejap mata, melainkan harus melalui proses pertumbuhan dan pembangunan dengan usaha yang serius agar bisa berhasil.

Di saat kita mau mulai belajar untuk mengasihi maka Tuhan akan mengalirkan kasihNya yang memampukan kita untuk bisa mengasihi lebih dari ukuran orang dunia pada umumnya. Mengasihi orang yang baik itu mudah, tetapi mengasihi musuh atau yang jahat kepada kita tentu butuh usaha ekstra, dan kemampuan untuk itu sudah disediakan Tuhan bagi kita. Yesus berkata: “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). Agar bisa mengasihi orang-orang seperti ini, tentu kita butuh latihan lama dan perlu bantuan Tuhan. Itu artinya ada proses yang harus kita lalui terlebih dahulu agar kita bisa mencapai tingkatan seperti itu.

Demikian pula halnya dengan kesetiaan. Bentuk kesetiaan tidak bisa muncul hanya sekejap mata tetapi harus melalui perjuangan melawan segala perasaan-perasaan seperti kecewa, sedih, bosan, marah dan sebagainya. Sebuah kesetiaan sejati terlihat ketika kita bisa melakukannya tanpa menuntut imbalan apa-apa. Di jaman sekarang kesetiaan menjadi semakin langka, tergerus oleh begitu banyak godaan perasaan. Oleh karena itu untuk bisa mencapai tingkat seperti halnya kesetiaan Tuhan terhadap manusia tentu ada proses pendewasaan jiwa yang harus kita jalani. Tanpa itu, kita akan mudah terombang-ambing, mudah mencari kambing hitam sebagai pembenaran atas ketidaksetiaan. Ini merupakan sebuah racun yang sangat berbahaya dalam keluarga. Betapapun hebatnya anda dalam karir, anda bisa mengaku mengasihi keluarga, tapi itu tidaklah berarti apa-apa tanpa adanya sifat setia dalam diri anda. Anda akan mudah mencari alasan untuk menyakiti istri dan anak anda. Jadi baik kesetiaan maupun kasih bukan sesuatu yang instan. Keduanya butuh proses yang harus terus menerus diperjuangkan dan dijalankan dengan penuh ketekunan, tanggung jawab dan keseriusan.
(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: