Pondasi Keluarga menurut Amsal 3:3 (1)

Ayat bacaan: Amsal 3:3==============”Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”Tinggal di …

Ayat bacaan: Amsal 3:3
==============
“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”

Tinggal di daerah pegunungan membuat saya harus memperhatikan kekuatan pondasi bangunan agar tidak terkena bahaya longsor. Ada banyak perumahan di sekitar saya yang sepintas dari depan tampak indah, tetapi alangkah riskannya apabila sang calon pembeli tidak mempelajari baik-baik seperti apa pondasi ketika dibangun, terutama apabila rumah itu langsung berada di sisi jurang. Kira-kira setahun lalu ada rumah yang ikut hancur karena tanahnya longsor. Untung penghuninya sedang tidak di rumah. Tapi meski selamat, kerugian yang diderita sang pemilik secara finansial tetaplah tidak sedikit. Jika anda membangun rumah sendiri, anda pun tentu harus memperhatikan betul kekuatan pondasi agar daya tahan rumah bisa kuat untuk jangka waktu yang panjang. Kalau anda berpikir akan menaikkan satu lantai lagi, sejak awal pondasi seharusnya disesuaikan untuk kebutuhan itu agar anda tidak dua kali kerja pada saat hendak menambah lantai. Kalau tiga tingkat, itu tentu lain lagi ceritanya. Seperti itulah kira-kira pentingnya memperhatikan pondasi dalam membangun rumah atau gedung.

Saya rasanya sudah sering berbicara tentang tips-tips membangun keluarga yang bahagia menurut Firman Tuhan. Setiap orang yang memasuki jenjang pernikahan tentu ingin memiliki hubungan yang langgeng, penuh rasa bahagia dan sejahtera. Tapi pada kenyataannya kita melihat begitu banyak hubungan yang retak dan roboh bahkan dalam waktu singkat. Seandainya anda membangun rumah dengan pondasi asal-asalan, rumah anda tentu tidak akan bertahan lama. Mungkin anda sudah mulai menemukan retakan sebelum anda menempatinya. Seperti itu pula halnya dengan membangun keluarga. Pondasi yang kuat akan menentukan seberapa kokoh pernikahan dan keluarga anda dalam menghadapi berbagai goncangan. Intinya kira-kira demikian. Jadi seperti halnya membangun rumah, dalam membangun keluarga pun kita perlu memperhatikan betul pondasi seperti apa yang akan menopang keutuhan keluarga kita.

Apa yang bisa kita pakai sebagai pondasinya? Hari ini mari kita lihat sebuah pondasi kuat yang bisa anda pakai sebagai penopang paling utama dalam membangun keluarga, yaitu dari kitab Amsal pasal 3. Pada ayat 3 dan 4 dikatakan demikian: “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.” Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa ada dua hal yang akan sangat berfungsi untuk dijadikan pondasi, yaitu KASIH dan KESETIAAN.

Dalam Amsal 3:3-4 ini kita bisa melihat seruan agar kasih dan setia harus kita jaga baik-baik sehingga tidak hilang dari diri kita. Sebegitu pentingnya sehingga dikatakan bahwa kita harus:
– mengalungkannya pada leher, dan
– menuliskannya dalam loh hati
Jika ini kita lakukan, maka kita akan melihat bahwa ada penghargaan yang datang bukan saja dari manusia tetapi juga dari Allah.

Kasih dan kesetiaan merupakan sifat dasar Tuhan yang sangat menonjol. Kalau anda membaca isi seluruh Alkitab, maka kedua hal ini akan sangat terasa dalam hubungannya dengan kita, manusia yang diciptakan seperti imageNya sendiri. Atas dasar kasih Tuhan memberikan AnakNya yang tunggal untuk mati bagi kita. Dan kesetiaan Tuhan kepada manusia bisa tergambar jelas dari janji-janji Tuhan yang sudah berumur ribuan tahun, kesetiaan dalam memberi pengampunan, pelepasan, pengharapan, damai sejahtera, pemulihan dan berbagai berkat lainnya masih berlaku sama hingga hari ini bahkan sampai akhir jaman. Jadi jika dua sifat Tuhan yang paling menonjol adalah Kasih dan Kesetiaan, itu tentu menunjukkan bahwa kedua hal ini punya ‘power’ atau kekuatan yang sangat luar biasa apabila kita jadikan dasar dalam hidup, terutama dalam membangun rumah tangga.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply