Pohon-pohon Tertua

Ayat bacaan: Roma 5:3-4
===================
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”

bristlecone pines, renungan harian


Pernahkah anda membayangkan bagaimana keadaan dunia ini 5.000 tahun yang lalu? Bagi kebanyakan orang, 5.000 tahun adalah waktu yang sudah terlalu jauh untuk dibayangkan. Tapi ada sekumpulan pohon cemara di Amerika yang menjadi saksi sejarah, karena telah berusia ribuan tahun! Bristlecone Pines, pepohonan cemara Bristlecone diperkirakan berumur sekitar 3.000-4.000 tahun. Salah satu pohon disana yang diberi nama Methuselah (diambil dari nama tokoh alkitab yang berusia paling panjang, 969 tahun, Metusalah.), usianya mencapai 5.000 tahun dan masih hidup hingga kini. Bayangkan perjalanan sejarah dunia yang disaksikan pohon Methuselah ini. Pohon ini sudah ada ketika bangsa Mesir mulai membangun piramid-piramid. Beberapa tahun yang lalu, rekor pohon tertua ini pecah, ketika para peneliti menemukan sebuah pohon cemara di Swedia yang berusia tidak kurang dari 9.550 tahun. Hebatnya, pohon ini pun masih hidup.

Pohon-pohon tertua ini tumbuh di dataran yang sangat tinggi. Pohon cemara tertua di Swedia tumbuh pada ketinggian 950 m dari permukaan laut, sedangkan kumpulan cemara Bristlecone berada pada ketinggian sekitar 3.000 m di atas permukaan laut. Tentu sangat berat untuk tumbuh pada ketinggian yang ekstrim seperti itu. Angin yang kencang dan ganas, temperatur yang sangat dingin, udara yang tipis dan curah hujan yang sangat rendah membuat kondisi luar biasa berat untuk bisa bertahan hidup. Tapi kita lihat bahwa pohon-pohon yang bertahan hidup ribuan tahun justru terdapat pada lokasi yang rasanya tidak memungkinkan untuk hidup normal sekalipun.

Kesulitan-kesulitan hidup terkadang terasa sangat menyakitkan. Tapi Tuhan dapat memakai ini semua untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan dewasa. Kita pun dapat bertumbuh dalam iman yang penuh pengharapan jika kita bergantung penuh pada Tuhan. Banyak tokoh-tokoh alkitab yang terlebih dahulu mengalami proses pembentukan ini, dan itu tidaklah mudah atau tanpa penderitaan. Tapi lihatlah hasilnya. Berbagai kesengsaraan dan penderitaan yang kita jalani dengan iman teguh disertai penyerahan sepenuhnya pada Tuhan akan memberikan yang terbaik pada kita. Yang pasti, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dan tetap memberi kekuatan dalam prosesnya.

Maka dari itu, jangan cuma berdoa untuk lepas dari penderitaan, tapi juga berdoalah agar kita bisa mendapatkan hal terbaik sesuai kehendakNya dari penderitaan itu. Kita akan menjadi pribadi-pribadi yang kuat, tegar, tahan uji dan tidak akan pernah putus pengharapan.

Tuhan memakai kesulitan-kesulitan dalam hidup kita untuk membentuk karakter yang kuat

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply