Pohon Korma dan Pohon Aras (1)

Ayat bacaan: Mazmur 92:13
======================
“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon”

pohon korma dan pohon aras

Dalam mengajar saya suka memberi contoh-contoh dari setiap materi yang saya berikan. Ada kalanya murid bingung atau bahkan cepat merasa bosan apabila mereka hanya mendengarkan teori dan harus menghafalnya. Karena itulah saya suka memberi contoh-contoh yang nyata termasuk aplikasinya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain pasti lebih mudah diterima, biasanya contoh-contoh ini akan membantu para murid untuk mengingat pelajaran dalam waktu yang panjang. Beberapa kali saya bertemu dengan mantan murid dari sekian tahun lalu, mereka mengaku bahwa berbagai contoh dan aplikasi dari setiap materi itu mampu membuat mereka tetap ingat pelajaran-pelajaran yang saya berikan.

Dalam Alkitab kita menemukan begitu banyak perumpamaan terutama yang diberikan Tuhan Yesus untuk menyampaikan pengajaranNya. Sebelum masa Yesus turun ke dunia pun sebenarnya ada banyak perumpamaan yang disampaikan Tuhan lewat para nabi-nabiNya, yang seringkali mengambil unsur-unsur alam seperti hewan, tumbuhan atau juga berbagai jenis pohon. Salah satunya saya ambil sebagai ayat bacaan hari ini. Pemazmur mengatakan “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon” (Mazmur 92:13). Menarik jika melihat bahwa Pemazmur membandingkan orang benar dengan tunas yang muncul di pohon korma, dan subur seperti pohon aras di Libanon. Kita tidak akan bisa menangkap esensinya secara jelas apabila kita tidak mengetahui betul mengenai pohon korma dan pohon aras Libanon ini. Untuk itu, marilah kita lihat karakter dari kedua pohon tersebut.

Pertama mari kita melihat tentang pohon korma. Bagi para musafir atau pengembara di padang pasir yang tandus dan kering, melihat pohon korma tentu akan sangat menggembirakan. Mengapa demikian? Karena apabila mereka bertemu dengan pohon korma, maka itu artinya mereka akan segera bertemu dengan oase alias mata air. Bertemu air di tengah kekeringan dan panas terik? Itu terdengar sangat nyaman bukan? Tidak jarang mereka menghadapi fenomena fatamorgana, sebuah tipuan mata yang acap kali dialami oleh para pengembara di tengah terik gurun pasir yang menyengat. Maka jelas ketika bertemu pohon korma yang nyata atau benar, mereka pasti akan bersukacita. Korma diketahui mengandung begitu banyak nutrisi di dalamnya sehingga menjadi sebuah makanan yang memberi kekuatan dan kesehatan jika dikonsumsi. Tidak akan mungkin pohon korma mampu hidup tanpa air. Jadi ketika ada pohon korma, itu artinya ada oase disana. Maka pengembara tentu sangat senang karena pasti sebentar lagi akan menemukan mata air. Selanjutnya mari kita lihat bagaimana pohon korma bisa tumbuh di gurun pasir yang tandus. Ketika biji korma di tanam, akarnya akan terus menembus tanah untuk mencari air, bahkan hingga puluhan meter. Setelah mendapatkan air, barulah korma ini mulai tumbuh. Dan sekali lagi, biasanya dimana pohon korma berada, berarti tidak jauh dari lokasinya akan terdapat sumber air yang memampukan pohon ini untuk tumbuh. Inilah yang digambarkan oleh Pemazmur dengan mengatakan bahwa orang benar akan bertunas seperti pohon korma. Apa yang ingin disampaikan oleh Pemazmur adalah bahwa orang benar akan memiliki akar yang kuat. Orang benar akan mampu tegar berdiri ditengah berbagai hambatan, dan akan mampu untuk terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Ditengah kekeringan atau dahsyatnya masalah bagaikan gurun pasir dengan terik menyengat, pohon korma tetap sanggup tumbuh lewat akarnya yang kuat dan tahu kemana harus menaruh pengharapan. Dan Firman Tuhan mengatakan jelas akan hal ini: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8). Pohon korma mampu tumbuh di tengah padang tandus karena tahu kemana harus mencari air, kita pun akan mampu hidup baik ditengah pergumulan dan kehidupan yang keras apabila kita tahu dimana memperoleh “air hidup”. Itu kemudian dikatakan Yesus dalam perjumpaannya dengan seorang wanita Samaria di tepi sumur. “Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup….Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:10,13-14).

Lalu kita bisa melihat kesamaan karakteristik lainnya antara orang benar dan pohon korma. Seperti layaknya pohon korma yang penuh nutrisi dan menyegarkan, orang-orang benar pun seharusnya bisa menjadi penyegar bagi lingkungan yang “tandus”, menjadi oase di tengah padang gurun, menjadi berkat yang mendatangkan sukacita bagi sesama. Dengan kata lain, menjadi terang dan garam seperti yang dipesankan oleh Yesus sendiri (Matius 5:13-16).

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply