Pilih Yang Mudah Atau Yang Sulit?

2 Juli - RmT“Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?” (Mat 9, 5) SAAT berlangsung test, dahulu guru sering menjelaskan jenis soal atau ralat atas kekeliruan. Setelah itu, guru mengatakan agar para siswa mengerjakan soal yang lebih mudah dahulu, baru kemudian soal yang lebih sulit. Para siswa sering menghadapi persoalan mudah dan sulit. Pengalaman yang sama juga sering dialami oleh orang lain. Banyak orang sering dihadapkan pada situasi atau peristiwa yang mudah atau sulit; bekerjasama dengan pribadi yang mudah dan yang sulit; pilihan atau keputusan yang mudah atau sulit; tugas dan pekerjaan yang mudah atau sulit; jalan yang mudah atau sulit. Dari kedua hal yang berbeda tersebut, mana yang harus dipilih, diputuskan, diambil atau dikerjakan? Banyak orang cenderung memilih dan mengerjakan yang mudah. Bahkan ada juga orang-orang yang sering menuntut berbagai macam ‘kemudahan’ di dalam kehidupan bersama. Kalau bisa pilih yang mudah, kenapa harus pilih yang sulit? Mengerjakan sesuatu yang mudah tidak menuntut banyak pikiran, tenaga atau waktu dibandingkan dengan mengerjakan sesuatu yang sulit. Pekerjaan yang sulit membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Pekerjaan yang sulit menuntut seseorang untuk berpikir dengan keras, waktu pengerjaan yang panjang atau lama dan tenaga yang ekstra. Banyak orang cenderung untuk mengindari dan tidak memilih hal-hal yang sulit, kecuali mereka yang mempunyai jiwa petualangan dan senang dengan tantangan. Mereka akan mengalami suatu kegembiraan dan kepuasan tertentu, kalau berhasil menyelesaikan dan mengerjakan sesuatu yang sulit dan menantang. Mengampuni: ini termasuk hal yang sulit atau mudah bagi orang beriman? Hal ini biasanya termasuk hal sulit yang harus dilakukan oleh banyak orang. Bangun dan berjalan: ini termasuk hal yang sulit atau mudah? Hal ini mungkin termasuk sulit bagi para pemalas dan pencari hidup enak. Bagaimana pengalamanku dalam hal ini? Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

2 Juli - RmT

“Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?” (Mat 9, 5)

SAAT berlangsung test, dahulu guru sering menjelaskan jenis soal atau ralat atas kekeliruan. Setelah itu, guru mengatakan agar para siswa mengerjakan soal yang lebih mudah dahulu, baru kemudian soal yang lebih sulit. Para siswa sering menghadapi persoalan mudah dan sulit.

Pengalaman yang sama juga sering dialami oleh orang lain. Banyak orang sering dihadapkan pada situasi atau peristiwa yang mudah atau sulit; bekerjasama dengan pribadi yang mudah dan yang sulit; pilihan atau keputusan yang mudah atau sulit; tugas dan pekerjaan yang mudah atau sulit; jalan yang mudah atau sulit. Dari kedua hal yang berbeda tersebut, mana yang harus dipilih, diputuskan, diambil atau dikerjakan?

Banyak orang cenderung memilih dan mengerjakan yang mudah. Bahkan ada juga orang-orang yang sering menuntut berbagai macam ‘kemudahan’ di dalam kehidupan bersama. Kalau bisa pilih yang mudah, kenapa harus pilih yang sulit? Mengerjakan sesuatu yang mudah tidak menuntut banyak pikiran, tenaga atau waktu dibandingkan dengan mengerjakan sesuatu yang sulit. Pekerjaan yang sulit membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Pekerjaan yang sulit menuntut seseorang untuk berpikir dengan keras, waktu pengerjaan yang panjang atau lama dan tenaga yang ekstra. Banyak orang cenderung untuk mengindari dan tidak memilih hal-hal yang sulit, kecuali mereka yang mempunyai jiwa petualangan dan senang dengan tantangan. Mereka akan mengalami suatu kegembiraan dan kepuasan tertentu, kalau berhasil menyelesaikan dan mengerjakan sesuatu yang sulit dan menantang.

Mengampuni: ini termasuk hal yang sulit atau mudah bagi orang beriman? Hal ini biasanya termasuk hal sulit yang harus dilakukan oleh banyak orang. Bangun dan berjalan: ini termasuk hal yang sulit atau mudah? Hal ini mungkin termasuk sulit bagi para pemalas dan pencari hidup enak. Bagaimana pengalamanku dalam hal ini?

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply