Pilih Yang Mana?

Ayat bacaan: 1 Yohanes 2:15
===========================
“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.”

pilih surga atau neraka

Pagi ini saya teringat akan sebuah perbincangan dengan teman baik saya semasa SMP. Ketika pelajaran agama selesai, kami ngobrol tentang “pilih mana, surga atau neraka”. “Kalau saya sih pilih neraka, soalnya kata pak guru barusan di sana banyak selebritis, pasti cantik-cantik deh..” katanya sambil tertawa. Sedangkan di surga? menurutnya hanya berisi orang-orang tua berjenggot yang membosankan. Saya ingat betul kata-katanya karena pada waktu itu pun menurut saya komentarnya kontroversial. Satu hal yang luput dari logikanya adalah di neraka situasi tidaklah sama dengan surga. Di sana ada api menyala dan belerang penuh siksaan yang tidak terperikan seperti yang banyak dilukiskan pada kitab Wahyu. Mungkin karena masih anak-anak, bayangan kengerian itu belumlah bisa digambarkan secara nyata di pikirannya. Apa yang bisa tergambarkan adalah hal-hal duniawi yang sudah dilihat langsung.

Ada banyak orang yang berpikir sama seperti teman saya. Dalam perjalanan hidup saya hingga saat ini saya telah banyak bertemu dengan orang yang mementingkan kekayaan,kemewahan, pangkat, jabatan, ketenaran dan sebagainya. Mereka begitu terobsesi dengan harta benda duniawi sampai-sampai melupakan keselamatan dan kehidupan kekal yang ditawarkan Kristus. Seperti kisah orang kaya yang tidak mau melepaskan hartanya pada Markus 10:17-27, begitulah mereka lebih memilih hal-hal duniawi daripada beroleh harta di surga. Mereka akan menghalalkan segala cara untuk memperoleh segala hal terbaik yang bisa ditawarkan dunia. Jika perbuatan jahat mereka ketahuan, apa yang mereka miliki bisa lenyap dalam waktu singkat, digantikan dengan hukuman yang dalam dunia pun sudah sangat menyiksa, bukan hanya atas diri sendiri tapi juga keluarga. Jika saat ini mereka masih bisa berkelit? Itupun bukan berarti orang bisa selamat, karena Allah mengetahui segala yang kita perbuat dan pikirkan, dan ada saatnya nanti dimana kita akan diminta pertanggungjawaban ketika kita menghadap tahta pengadilan Kristus (2 Korintus 5:10). Kecantikan fisik akan berlalu seiring berjalannya waktu. Kekayaan harta benda yang kita miliki di dunia inipun tidak kekal sifatnya dan tidak ada yang 100% aman. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19).

Segala kemewahan, harta berlimpah dan hal-hal terbaik yang bisa ditawarkan oleh dunia mungkin bisa terlihat menyilaukan, namun semuanya hanyalah sementara, seperti halnya hidup kita di dunia ini yang sangatlah singkat jika dibandingkan kemana kita menuju sesudahnya. Kita perlu benar-benar menjaga agar tidak ada hal yang merintangi perjalanan kita bersama Kristus. Kita perlu benar-benar menjaga agar diri kita setia dan taat hingga akhir. “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2). Segala yang terbaik yang kekal sifatnya ada di surga, yang akan kita peroleh jika kita hidup taat sesuai firman Tuhan dan berpegang teguh pada Kristus Sang Juru Selamat. Sehebat apapun kemewahan dan popularitas di dunia ini tidak akan pernah bisa mendekati kegemilangan hidup bersama Kristus di surga.

Jangan terjebak pada kelimpahan yang ditawarkan dunia yang sifatnya hanya sementara

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply