Pilih Sendiri Petualanganmu

Ayat bacaan: Ulangan 30:19=====================”Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturu…

Ayat bacaan: Ulangan 30:19
=====================
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”

pilih sendiri petualanganmu

Ketika saya masih kecil ada sebuah buku serial yang dinamai “Pilih Sendiri Petualanganmu.” Buku ini menarik buat saya karena disetiap lembarannya kita akan diberikan pilihan. Misalnya saja ketika kita bertemu sebuah pintu, lalu kita bisa memilih masuk ke pintu yang kiri atau kanan. Jika memilih kiri maka kita akan menuju ke halaman tertentu, sedang kalau memilih kanan kita akan menuju ke halaman yang berbeda. Akhir dari ceritanya bisa berbeda-beda tergantung pilihan-pilihan yang kita ambil. Seperti buku itu, dalam hidup kita selalu berhadapan dengan banyak pilihan, mulai dari pilihan yang kecil hingga pilihan yang akan sangat menentukan masa depan kita. Ketika bangun tidur, apa yang kita pilih? Ke kamar mandi, bersaat teduh, sarapan atau tidur-tiduran terlebih dahulu? Itu contoh pilihan yang sederhana. Setelah tamat SMA, universitas mana yang kita pilih dan mengambil fakultas/jurusan apa? Itu contoh pilihan yang akan sangat berpengaruh terhadap masa depan kita.

Hidup adalah penuh dengan pilihan. Sejak kecil kita sudah dihadapkan dengan berbagai pilihan yang akan sangat menentukan kemana kita seterusnya melangkah. Kita memilih apakah kita mau rajin belajar atau lebih suka bermain-main buang waktu, apakah kita mau hidup teratur atau acak-acakan, menuruti orang tua atau membangkang, jujur atau bohong dan lain sebagainya. Hingga dewasa pilihan-pilihan hidup bukannya menjadi lebih sedikit tapi justru menjadi semakin banyak dan kompleks. Apakah kita mau mengambil pekerjaan tertentu atau terus mencari atau malah memilih untuk bermalas-malasan, apakah kita mau membantu orang lain atau terus mempergunakan harta yang dipercayakan Tuhan hanya untuk berfoya-foya, kita menentukan pilihan dalam memutuskan siapa yang menjadi pendamping kita dan lain-lain. Ketika beberapa orang mengira bahwa mereka tidak punya pilihan dalam hidup, sesungguhnya manusia hidup dengan begitu banyak pilihan setiap harinya. Meski sebagian menjalani hidup dengan paksaan, sadar atau tidak kita semua bisa memilih apa yang hendak kita putuskan pada setiap waktu. Dan setiap keputusan itu akan berdampak pada arah masa depan kita, bahkan bisa berdampak pada orang lain pula. Kita perlu pertimbangan yang matang untuk memilih setiap langkah karena mengambil dan memutuskan sebuah pilihan itu seringkali bukanlah hal yang mudah.

Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan memberi kehendak bebas kepada kita dan membebaskan kita untuk memilih. Benar, Tuhan menginginkan anak-anakNya untuk menjadi orang yang taat dan patuh kepadaNya agar tidak kehilangan janji keselamatan yang telah Dia hadiahkan kepada kita dan bisa berhasil dalam hidup sesuai rencanaNya. Tetapi manusia tidaklah Dia ciptakan sebagai robot-robot yang bergerak tanpa kehendak, perasaan dan pilihan. Tuhan memberi manusia kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri, termasuk untuk memilih jalan hidup yang bertentangan dengan kehendakNya dan FirmanNya. Tapi ingatlah bahwa biar bagaimanapun ada konsekuensi-konsekuensi yang akan datang dari setiap keputusan yang kita ambil. Dan itu tergambar dalam banyak ayat. Ijinkan saya mengajak teman-teman untuk melihat ayat-ayat yang berhubungan akan hal ini.

Dalam Amsal kita bisa menemukan banyak ayat yang menunjukkan konsekuensi  dari keputusan yang kita ambil baik positif maupun negatif. Beberapa diantaranya tertulis dalam Amsal: “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.” (Amsal 12:1), “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” (Amsal 10:7), “Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.” (Amsal 20:3). Dalam kitab Mazmur kita bisa menemukan juga ayat-ayat berisikan pilihan seperti ini, misalnya: “Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.” (Mazmur 37:37-38). Lihatlah dalam ayat-ayat tersebut terdapat pesan yang berbanding terbalik, beberapa diantaranya bahkan bisa terasa cukup keras. Tuhan mengatakan ada manusia yang dungu, bodoh dan fasik, tetapi di sisi lain ada yang bijaksana, terhormat dan dipenuhi berkat. Termasuk yang mana kita saat ini tergantung dari pilihan yang kita ambil. Satu hal yang pasti, ayat-ayat ini menggambarkan dengan jelas bahwa hidup penuh dengan pilihan, dan kita bisa bebas memilih jalan mana yang akan kita ambil.

Kehendak bebas yang diberikan Tuhan kepada kita untuk memilih langkah hidup kita sesungguhnya merupakan bukti kasihNya yang besar. Dia tidak menginginkan kita menjadi robot-robot tanpa nyawa, atau bagaikan lembu atau kuda yang harus terus diikat tali kekang atau dicambuk setiap saat agar bisa taat. Tuhan tidak membuat kita seperti itu. Dia membuat kita secara amat istimewa seperti gambar dan rupaNya sendiri, dan sangat ingin kita bisa patuh dan taat kepadaNya tanpa harus diikat dan dicambuk dengan kasar lewat kekerasan. Tuhan ingin kita bersekutu denganNya dalam kelembutan, dalam kasih yang mesra, untuk itu Dia memberi begitu banyak Firman yang berisi peringatan-peringatan mengenai jalan yang hendak kita pilih.

Dalam kitab Ulangan kita bisa melihat sebuah pesan yang langsung mengacu kepada pengambilan keputusan ini. “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” (Ulangan 30:19-20). Dengan sangat jelas Tuhan berkata bahwa ada pilihan yang dihadapkan kepada kita yang bisa bermuara pada ujung yang sama sekali berbeda seperti buku Pilih Sendiri Petualanganmu dalam ilustrasi awal di atas. Kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk itu menjadi arah atas pilihan-pilihan kita. Dan kerinduan Tuhan bukanlah kepada kematian kita, tetapi justru kepada kehidupan. Ayat ini jelas mengatakan hal itu dengan menjabarkan bagaimana caranya kita memilih kehidupan dan apa yang bisa kita peroleh dari pilihan yang benar itu.

Sebelum Yosua meninggal, ia pun sempat menyampaikan seruan agar bangsanya hendaknya bijaksana dalam memilih. “Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:14-15). Semua ini menggambarkan bahwa ada pilihan yang bisa bebas kita ambil, tetapi konsekuensi dari pilihan itu jelas ada. Yang jelas, Tuhan sudah mengingatkan pilihan mana yang terbaik untuk kita ambil. Bagaimana caranya untuk mengambil pilihan yang benar, dan apa yang akan kita peroleh dari pilihan yang benar itu.

Hidup ini penuh pilihan dan akan selalu berisi berbagai pilihan. Pilihlah untuk hidup seperti jalan yang diinginkan Tuhan dan nikmati senyum kasihNya sebagai orang yang berkenan di mata Tuhan, dimana Dia akan senang terhadap setiap pilihan yang kita ambil. Sebaliknya, kita bisa saja memilih yang bodoh, dungu, lalu masuk ke dalam kematian. Pilihan manapun yang kita ambil akan menentukan masa depan kita. Mana yang kita pilih akan menentukan seperti apa masa depan kita kelak. Hari ini marilah kita tanya pada diri kita, keputusan apa yang akan kita ambil. Let’s make a good choice today.

Bijak dan bijaksana dalam menentukan pilihan akan membuat kita tidak salah langkah

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply