Pilih Kebaikan, Kebenaran, dan Keadilan

anjing kucing

Rabu, 02 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XIII
Amos 5:14-15.21-24; Mzm 50:7-13, 16-17; Mat 8:28-34

“Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” (Amos 5:24)

BAIKLAH kali ini kita perhatikan bacaan pertama, kutipan dari Kitab Nabi Amos.
Nama Amos berarti penanggung beban. Amos adalah seorang yang sederhana. Ia seorang peternak domba dan pemungut buah ara dari hutan yang dipanggil menjadi nabi di Israel.

Pada masa Amos melayani sebagai nabi, bangsa Israel sedang mengalami kemakmuran di bawah Raja Uzia di Karajaan Yehuda (791-739SM) dan Raja Yerobeam II di Kerajaan Israel (794-753 SM). Akan tetapi, kemakmuran itu justru menumbuhkan materialisme, kemerosotan moral, dan ketidakadilan.

Dalam situasi itu, Nabi Amos berseru, “Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir” (Am 5:24). Seruan itu diawali dengan kalimat nasihat, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam akan berbelas kasihan” (Am 5:14-15).

Nabi Amos menghubungkan kebaikan, kebenaran dan keadilan dengan belas kasihan Tuhan Allah. Tuhan Allah akan mendatangkan belas kasihan bagi siapa pun yang berlaku baik, benar dan adil. Kebaikan, kebenaran dan keadilan akan mendatangkan kehidupan yang sejahtera dan terberkati.

Seruan Nabi Amos ini amat relevan bagi bangsa kita yang sedang menghadapi Pilpres 9 Juli 2014. Kita menyaksikan betapa Pemilu yang mestinya ditandai dengan sifat jujur dan adil, kenyataannya justru dinodai oleh ketidakjujuran dan ketidakadilan. Kampanye hitam. Politik uang. Main kotor dan menghalalkan segala cara dilakukan oleh oknum-oknum (pendukung) capres-cawapres tertentu.

Kita sebagai warga bangsa diundang dan ditantang untuk mencari kebaikan, bukan kejahatan; kebenaran bukan kepalsuan; keadilan bukan ketidakadilan. Mari kita menjadi rakyat yang cerdas, baik, benar dan adil dengan memilih capres-cawapres yang berlaku baik, benar dan adil.

Dalam tradisi Gereja Katolik, doa-doa yang dipersembahkan di hadirat Yesus Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus melalui Adorasi Ekaristi Abadi erat terkait dengan kebaikan, kebenaran dan keadilan. St. Johanes Paulus II dalam “Dominicae Cenae” (DC, 24/02/1980) menulis, “Bila kita sungguh mengayati Ekaristi dan tinggal dalam Kristus melalui Adorasi Ekaristi, kita kian peka kepada seluruh penderitaan dan kedukaan umat manusia, kita lebih peka terhadap ketidakadilan dan kejahatan” (DC 6).

Ya Yesus Kristus, berkatilah bangsa kami yang sebentar lagi akan melaksanakan Pilpres 2014. Semoga rakyat kian cerdas memilih Capres-cawapres yang baik, benar dan adil. Semoga segala hal-hal curang yang dirancang yang berlawanan dengan kebaikan, kebenaran dan keadilan Kau musnahkan seturut rencana dan kehendak-Mu sendiri, demi kebaikan masa depan bangsa kami, kini dan selamanya. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. download khotbah amos 5 : 14 - 17
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: