Pijar Vatikan II: Sepakbola Katolik dan Inflasi Tanda Salib (26C)

suarez-bite-e1403635204769SETIAP kali Piala Dunia sepakbola digelar, kita menyaksikan “inflasi” tanda salib. Hampir semua pemain Katolik, kalau masuk lapangan atau ke luar lapangan, pasti bikin tanda salib. Bagus juga, setiap Piala Dunia tiba, katekese Katolik jadi tersaji dengan intensif. Setidaknya, setiap 4 tahun sekali orang-orang yang tidak Katolik disadarkan: “yang bikin tanda di jidat seperti itu […]

suarez-bite-e1403635204769

SETIAP kali Piala Dunia sepakbola digelar, kita menyaksikan “inflasi” tanda salib. Hampir semua pemain Katolik, kalau masuk lapangan atau ke luar lapangan, pasti bikin tanda salib.

Bagus juga, setiap Piala Dunia tiba, katekese Katolik jadi tersaji dengan intensif. Setidaknya, setiap 4 tahun sekali orang-orang yang tidak Katolik disadarkan: “yang bikin tanda di jidat seperti itu pasti orang Katolik; O begitu rupanya cara orang Katolik kalau mau bertanding”.

Ada yang menarik, pada pertandingan sepakbola antara Italia dan Uruguay. Walau kita tak pernah melihat surat baptis para pemain, tetapi bisa dipastikan bahwa semua pemain Italia dan pemain Uruguay – termasuk para pelatih dan krunya – adalah orang-orang Katolik. Para penonton yang menyaksikan pertandingan Italia-Uruguay di Estadio das Dunas, kota Natal, juga bisa dipastikan sebagian besar adalah umat Katolik.

Karena mereka semua Katolik, maka begitu lagu kebangsaan kedua negara selesai dinyanyikan, spontan mereka membuat tanda salib.

Nah, ketika Italia main dengan 10 pemain setelah pada menit ke 58 gelandang Marchisio diganjar kartu merah dan diusir wasit, tingkat stress sudah tinggi, kedudukan masih 0-0, dan babak kedua tinggal 18 menit, terjadilah drama itu. Luis Suarez, penyerang Uruguay menggigit pundak Chiellini bek tim Italia. Chiellini mencak-mencak nggak karuan. Suarez berguling-guling menutupi kesalahannya. Wasit diam saja. Majalah online dari Inggris Daily Mail, mengclose-up foto gigitan itu.

Ada lubang bekas gigitan li ma gigi Suarez yang tertinggal di daging pundak kiri Chiellini. Foto-foto gigitan ini dimuat di halaman utama Daily Mail dan diberi judul provokatif : “Jaws III”. Memang dengan kejadian kemarin, Suarez yang main di club Liverpool Inggris, sudah tiga kali bikin ulah menggigit pemain lawan.

Insiden gigitan “hiu”, “Jaws”, “kanibal” atau “Dracula” Suarez ini sekarang lagi jadi “trending topic” di semua media sosial. Saya setuju dengan satu komentar seorang pegila bola dari Yogya: “Suarez kini sudah menjelma menjadi “buto cakil”.

Nah, itulah drama yang langsung tersaji kalau kita begitu mudah menghubungkan “apa-apa saja yang menjadi urusan dunia seperti sepakbola ini”, dengan urusan agama. Ketika dengan mudah kita orang Katolik membanggakan diri sebagai jawara bola dunia, kita akan langsung bertemu kekonyolan. Ketika begitu banyak dari kita membusungkan dada bahwa jagoan bola dunia itu ya negara Katolik, sepakbola top dunia itu ya sepakbola Katolik, maka kita akan langsung divonis dan digugat kenyataan: sepakbola ya sepakbola, apa urusan agama para pemainnya ?

Bayangkan, semua dimulai dengan tanda salib Katolik. Tetapi pada akhirnya yang tersaji adalah drama “buto cakil”. Orang jadi bisa bertanya, apa gunanya tanda salib itu tadi? Yang menggigit dan digigit itu kan para pemain Katolik yang sudah dibaptis ! Jadi gigitan itu tadi bisa disebut gigitan Katolik dong.

Banyak orang Katolik yang ikut bangga bahwa piala dunia diadakan di sebuah negara Katolik. Bahkan Paus, sebagai Kepala Gereja Katolik (yang memang penggemar berat sepakbola) menyambut gelaran akbar ini. Tetapi apa dampaknya? Jangan-jangan Italia dan Australia tersingkir tragis di babak penyisihan karena dua negara ini “main-main” dengan Yesus Sang Penebus, yang patungnya menjadi tanda suci di Brasil. Para penentang publikasi Italia dan Australia yang mendompleng kepopuleran Yesus pelindung Brasil, pasti senang dengan kekalahan Italia dan Australia di babak penyisihan.

Mungkin mereka berkomentar : “Rasain sekarang ! Kalian dikutuk Yesus dan pulang kandang !” Atau, dalam Bahasa Jawa : “Rasakna, dolanan Gusti Yesus, dadi kuwalat kowé saiki !” (Rasain, main-main dengan Tuhan Yesus, kualat kamu sekarang).

Photo credit: Pemain Uruguay Suarez ketahuan baru saja menggigit bahu pemain bek Italia. (Ilustrasi/Ist)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply