Perubahan Itu Mungkin

Ayat bacaan: 2 Korintus 5:17
=====================
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

perubahan itu mungkin

“Dasar sudah sifat..” kata-kata itu seringkali kita ucapkan melihat orang yang tidak kunjung merubah sifat jeleknya. Ada pula yang mengatakan “memang sudah bawaan lahir”, atau malah “memang sudah turunan..” semua mengarah kepada beberapa sifat-sifat yang seperti sudah mendarah daging dan sulit untuk dihilangkan. Sebagian orang bahkan berpendapat bahwa memang tidak mungkin merubah sesuatu yang sudah bertahun-tahun ada bersama kita. Malah saya pernah membaca sebuah pendapat yang mengatakan bahwa begitu orang menginjak usia 5 tahun, ia tidak bisa lagi merubah kepribadiannya. Tapi apakah benar demikian? Apakah memang kita tidak bisa merubah sesuatu yang jelek dan harus pasrah dengan itu, atau bahkan menganggap bahwa itu seperti sesuatu yang jelek yang diberikan Tuhan tanpa bisa kita perbaiki?

Dahulu saya merupakan orang yang punya banyak sifat jelek. Saya pemarah, sombong, negative thinking,  cepat tersinggung alias sangat sensitif, senang menyendiri, hidup tidak benar dengan melakukan banyak dosa. Berbagai hal yang jahat di mata Tuhan saya lakukan, dan sama sekali tidak ada niatan apapun dari saya untuk merubahnya. Untuk apa? Saya merasa baik-baik saja dengan kondisi seperti itu. Sifat seperti itu sudah melekat sejak lama, beberapa diantaranya sudah menjadi bagian hidup saya sejak masih kecil seperti gampang tersinggung dan pemarah misalnya. Tapi hari ini saya berani mengatakan bahwa saya sudah berubah jauh dari dahulu. Apakah sudah sempurna? Tentu belum. Tetapi saya terus berproses, dan punya komitmen untuk terus menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Selama 5 tahun saya mengalami proses pembentukan ulang dari Tuhan setelah saya menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi saya, itu bukan masa-masa yang menyenangkan, tetapi hari ini saya bersyukur pernah melewati itu semua. Dan satu hal yang sudah saya buktikan, sifat-sifat jelek yang ada pada kita, meski sudah puluhan tahun menempel sekalipun atau mungkin merupakan sifat turunan, semua itu sangatlah mungkin untuk diubah.

Firman Tuhan pun menyatakan hal yang sama. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Firman Tuhan jelas menyatakan bahwa di dalam Kristus kita bukan lagi sosok yang lama. Ada janji akan perubahan sebagai ciptaan baru, the whole new person ketika kita menerima Kristus secara sungguh-sungguh dalam hidup kita. Sebagai ciptaan baru, itu artinya kita bisa mengalami perubahan secara menyeluruh atau bahkan radikal sekalipun. Kita melihat banyak pribadi yang mengalami transformasi diri di dalam Alkitab, seperti Petrus atau yang paling jelas lewat Paulus.  Paulus dahulu dikenal sebagai orang yang sangat kejam, pembantai orang percaya. Kita bisa melihat sepak terjang kekejaman Paulus yang waktu itu masih bernama Saulus dalam Kisah Para Rasul 8. Tetapi dalam pasal 9 melalui perjumpaan dengan Yesus, Paulus pun mengalami transformasi diri. Ia berubah menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Kita pun mengenal Paulus sebagai sosok yang sangat berani dalam menjalankan panggilannya. Ia pergi mewartakan Injil kemanapun bahkan hingga ke Asia kecil. Dia tidak mempedulikan resiko atau bahaya yang mengancam nyawanya. Bukankah itu sebuah bukti perubahan yang sangat nyata, yang terjadi hanya dalam waktu singkat? Secara manusiawi itu tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan segalanya bisa terjadi. Dan Tuhan menjanjikan sebuah perubahan kepada kita, bukan lagi ciptaan lama melainkan ciptaan baru, dan itu Dia berikan di dalam Kristus.

Yang lebih hebat lagi, Tuhan tidak berhenti pada sebentuk perubahan hati pada saat kita menerima Kristus saja. Lewat Paulus kita bisa mendapati sebuah ayat yang menunjukkan sebuah kontinuitas perubahan dalam proses. “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 Korintus 3:18). Kita diubah untuk semakin mendekati gambaran Tuhan dengan intensitas yang terus meningkat. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “constantly being transfigure into His very own image in ever increasing splendor and from one degree of glory to another.” Itu sebuah proses yang akan membawa kita untuk semakin lebih baik lagi dari hari ke hari agar bisa semakin mendekati gambarNya. Tidak peduli seburuk apa perilaku, sifat atau perbuatan kita pada waktu lalu, tidak peduli sebesar apa kesalahan kita dahulu, tidak peduli seberapa lekatnya pola-pola negatif dalam pikiran atau hati kita sebelumnya, di dalam Kristus kita bisa menjadi ciptaan yang benar-benar baru.

Setelah perubahan menjadi ciptaan baru itu terjadi, adalah penting bagi kita untuk menjaga diri kita agar jangan kembali terjerumus ke dalam kebiasaan atau sifat-sifat buruk kita di masa lalu. Dalam surat kepada jemaat Kolose Paulus memesankan hal ini. “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” (Kolose 3:9-10). Kita harus bisa menjaga segala perubahan kita sebagai ciptaan yang baru agar tidak kembali tercemar dengan hal-hal yang negatif agar kita bisa berproses terus menerus menjadi lebih baik dan semakin mendapatkan gambar Tuhan yang benar.

Anda mungkin berpikir, bagaimana mungkin sesuatu yang sudah mendarah daging, pola pikir yang sudah terbiasa negatif sejak kecil, berbagai kebiasaan buruk yang sudah berakar dan sebagainya bisa diubah. Tetapi percayalah, semua itu mungkin. Paulus sudah membuktikannya, tokoh-tokoh lain sudah membuktikannya, dan saya sendiri sudah membuktikan pula bahwa itu semua bisa. Perubahan itu mungkin terjadi. Dalam Kristus kita bukan lagi ciptaan lama melainkan sudah menjadi ciptaan baru. We are the whole new creation. Selanjutnya mari kita jaga agar kita bisa terus berproses lebih baik lagi dari hari ke hari.

Di dalam Kristus kita mengalami transformasi menjadi ciptaan baru

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: