Persembahan Kasih Terindah bagi-Nya

offeringKamis 18 September. Hari Biasa Pekan XXIV 1Korintus 15:1-11; Mazmur 118:1-2.16ab-17.28; Lukas 7:36-50 “Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih!” Mari kita pusatkan perhatian kita pada tindakan penuh kasih perempuan itu kepada Yesus. Dia dikenal sebagai seorang […]

offering

Kamis 18 September. Hari Biasa Pekan XXIV
1Korintus 15:1-11; Mazmur 118:1-2.16ab-17.28; Lukas 7:36-50

“Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih!”

Mari kita pusatkan perhatian kita pada tindakan penuh kasih perempuan itu kepada Yesus. Dia dikenal sebagai seorang pendosa. Ia datang kepada Yesus membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya. Kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi.

Mengapa ia berbuat demikian? Jawabnya jelas. Itu karena kasih! Tindakannya itu terdorong oleh kasihnya kepada Yesus. Ia mengasihi Yesus maka ia persembahkan yang terbaik kepada-Nya.

Ia sangat mengasihi Yesus. Kasih itu mengalir dari rasa syukur atas kebaikan dan pengampunan yang diterimanya dari Yesus. Ia melakukan sesuatu yang di luar pakem budaya Yahudi. Perempuan Yahudi tidak pernah melakukan hal seperti itu selain dia. Dia rela melakukannya karena kasih yang istimewa. Karena mengasihi, maka duberikanlah yang terbaik kepada Yesus: air matanya, ciuman pada kaki-Nya, rambut bahkan minyak wanginya!

Ia mempersembahkan semua yang terbaik dan berharga bagi Yesus. Kasihnya tak terhitung dan luar biasa istimewa. Dalam spirit kerendahan hati dan pertobatan, ia melayani Yesus yang menjadi tanda rahmat, belas kasihan dan kebaikan Allah dalam hidupnya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menjawab kasih Bapa Surgawi yang dinyatakan kepada kita dalam diri Yesus Kristus Putra Tunggal-Nya. Kita sembah Yesus yang menyerahkan nyawa untuk menebus dosa kita. Seperti perempuan itu, kita mau mengasihi Yesus dengan melakukan yang terbaik untuk membalas rahmat pengampunan, kebaikan dan belas kasih Tuhan. Kita membutuhkan rahmat pengampunan, pertolongan dan belas kasih-Nya. Mari kita senantiasa bersyukur kepada-Nya dengan persembahan terbaik kita, yakni hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, rahmat-Mu cukup bagi kami. Penuhilah kami dengan kasih-Mu dan semoga hati kami selalu penuh syukur kepada-Mu. Anugerahilah kami rahmat untuk mengasihi-Mu dan mengasihi sesama kami, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem
»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply