Perlunya OMK Ikuti Latihan Kepemimpinan Kristiani

latihan dasar kepemimpinan LDK by ArifDALAM rapat OMK persiapan LKK (Latihan Kepemimpinan Kristiani), akhirnya terdengar juga suara dari teman-teman OMK (panitia LKK) bahwa mereka merasa perlu dikaderisasi. Selama ini, keluhan mengenai isu ini selalu terdengar dari para golongan ‘senior’ atau ‘sepuh’ yakni usia > 40 tahun. Teman-teman OMK nampak mulai menyadari bahwa zaman dan situasi masyarakat dimana mereka tinggal penuh […]

latihan dasar kepemimpinan LDK by Arif

DALAM rapat OMK persiapan LKK (Latihan Kepemimpinan Kristiani), akhirnya terdengar juga suara dari teman-teman OMK (panitia LKK) bahwa mereka merasa perlu dikaderisasi. Selama ini, keluhan mengenai isu ini selalu terdengar dari para golongan ‘senior’ atau ‘sepuh’ yakni usia > 40 tahun.

Teman-teman OMK nampak mulai menyadari bahwa zaman dan situasi masyarakat dimana mereka tinggal penuh ‘gonjang-ganjing’. Saya langsung teringat kata-kata dari Mgr. Soegijo, “Jangan biarkan orang lain membuat keputusan tentang hidupmu, sedangkan kamu tidak terlibat didalamnya”.

Dalam pembicaraan kami, ada beberapa kenyataan situasi masyarakat yang meresahkan: perkembangan pendidikan tertentu terkesan punya hidden agenda yang berlawan dengan situasi masyarakat yang heterogen, kesusahan pihak Gereja untuk mencari kader-kader/umat yang punya kesadaran berpolitik praktis, ada orang-orang katolik yang sekarang berkarier namun ‘jarang’ terlihat di tengah kehidupan menggereja, dan masih banyak lagi.

Disisi lain, OMK Mafita memahami bahwa mereka perlu untuk amunisi untuk ‘fight’ yakni kemampuan berpikir logis, kemampuan menganalisa situasi sosial, kurangnya kesadaran membaca buku, kemampuan untuk berdiskusi/berdialog bahkan berdebat dan keluwesan mencari celah dari sempitnya ruang untuk bertemu dengan sesama beragama lain untuk membicarakan hal-hal yang ‘rumit’ dan ‘berat’ kecuali di tataran elit tokoh agama (uskup, pimpinan ponpes, romo/frater dengan santri, ustad dll).

Apa rencana selanjutnya? Tuntaskan LKK 2014!

LKK yang akan dibuat ini akan memilih pengurus OMK yang militant (usia SMP/SMA). Tahun 2015 OMK usia kuliah akan berfokus pada misi (pendamping PIA, PPA), usia OMK pekerja akan fokus pada ‘golek sego’ sambil diisi dengan membangun jejaring komunikasi dengan pemuda-pemuda agama lain.

Di sisi lain perlu dibangunnya pembinaan dan pendampingan usaha bagi OMK2 yang sedang berkutat dengan ‘perut’nya. PSE, PDSP dan Dana Gerah siap menopang (demikian hasil pembicaraan dengan Pak Eko- Ketua Bid. V DPH SPM).

ldk 2

Anak-anak muda selalu menyambut gembira atas kesempatan mengikuti program pendidikan latihan dasar kepemimpinan seperti pernah terjadi di Wisma Salam ini. (Ilustrasi/Arif)

Yup Semoga doa-doa yang diutarakan selama Tahun Pemberdayaan Paguyuban ini terkabulkan: Memperhatikan Kaum Muda! Mungkin ada yang mau share tentang kaderisasi OMK di paroki lain? Untuk saling belajar dan memperkaya.

Saya ingat, ketika setiap kali ibadah mudika mingguan di Stasi Sta. Theresia Parepei- Pesisir Danau Tondano, kami selalu menyanyikan lagu penutup yakni Mars Pemuda Katolik:

Kita Pemuda Katolik di Indonesia
Berjuang bersama-sama untuk nusa dan bangsa
Kita berjuang bersama ….hati yang suci murni
tegak berjuang ….membela gereja dan ibu pertiwi

pro Ecclesia et patria (2x) bagi Gereja dan tanah air….Indonesia

In Corde Iesu
@SPM Purworejo

Kredit foto: Ilustrasi (Arif)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply