Perlu Iman Sebesar Biji Sesawi, Mat 17:14-23

sesawi bijiADA seorang ibu sakit keras dan lama tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Suami dari ibu ini dan anak-anak semua kebingungan mencari jalan bagaimana ibu dapat disembuhkan. Semua usaha sudah dijalankan. Dokter-dokter spesialis sudah didatangi dan semua obat telah dicobakan, tetapi ibu itu belum juga sembuh. Lalu tiap-tiap sore diadakan doa khusus yang dipimpin oleh […]

sesawi biji

ADA seorang ibu sakit keras dan lama tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Suami dari ibu ini dan anak-anak semua kebingungan mencari jalan bagaimana ibu dapat disembuhkan. Semua usaha sudah dijalankan. Dokter-dokter spesialis sudah didatangi dan semua obat telah dicobakan, tetapi ibu itu belum juga sembuh.

Lalu tiap-tiap sore diadakan doa khusus yang dipimpin oleh kelompok doa kharismatik.

Namun ibu tetap belum berkurang penyakitnya.Lalu bapak keluarga ini menghadap rama paroki minta petunjuk: “Rama, mengapa isteri saya sudah lama sakit tidak bisa sembuh. Pada hal semua usaha sudah kami laksanakan. Pengobatan dan konsultasi dengan dokter hampir setiap kali. Dan sekarang kami mohon bantuan Tuhan dengan mengadakan doa bagi orang sakit. Tetapi keadaannya sama saja. Lalu bagaimana nasehat rama.”

Rama ini dengan sabar dan sangat hati-hati menasehati bapak yang menunduk kan kepala. “Begini bapak. Bapak harus yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus mau menolong keluarga bapak dan pasti mau menyembuhkan ibu yang sakit. Kalau sampai sekarang bapak merasa bahwa penyakit ibu belum berkurang, ini juga sauatu pratanda dari Tuhan.”

Bapak ini agak terkejut mendengar kata rama: ”pratanda dari Tuhan” karena bapak ini mengira bahwa sakit ibu pratanda bahwa Tuhan akan memanggilnya.

Maka rama ini menjelaskan: “Bapak, pratanda dari Tuhan yang saya maksudkan ialah bahwa Tuhan menghendaki adanya iman dan kepercayan penuh kepada Tuhan dari seluruh keluarga, bukan hanya dari bapak, tetapi juga semua putra-putri bapak. Ibu ini sakit karena juga ikut menanggung situasi putra-putri bapak yang belum mau mengikuti Yesus semua dan belum mau ke Gereja. Coba kalau putra-putri bapak dan seluruh keluarga ada iman sebesar biji sesawi, menurut Tuhan Yesus, pasti ibu akan sembuh.”

Bapak ini pulang dengan rasa lega. Lalu menasihati putra-putri yang kebetulan semua sedang berkumpul. “ Ketahuilah anak-anakku, bahwa sakit ibu ini sebenarnya juga pengorbanan ibu untuk kamu, supaya kamu bertobat: kembali kepada Tuhan Yesus. Kita berdoa bukan karena ibu sakit, tetapi ini harus jadi kesadaran kita, bahwa Tuhan mengasihi kita. Mulai besok kita bedoa untuk ibu di Gereja dengan mengikuti Misa. Saya yakin pasti ibu akan sembuh.”

Dan memang kata-kata bapak seturut nasehat rama paroki itu betul. Buktinya ketika keluarga pulang dari Gereja dan kembali ke rumah, nampak bahwa ibu tidak terbaring, tetapi sudah duduk dan kelihatan ceria. Maka tepat sekali Sabda Tuhan Yesus: Apabila kita mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, maka apa yang kita minta akan dikabulkan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply