Perlindungan dan Kekuatan dari Sukacita karena Tuhan

Ayat bacaan: Nehemia 8:11b========================”Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”Apa yang dimaksud dengan sukacita? Menurut kamus, sukacita adalah hati yang bersuka, girang. Kapan kita merasakan sukacita?…

Ayat bacaan: Nehemia 8:11b
========================
“Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

Apa yang dimaksud dengan sukacita? Menurut kamus, sukacita adalah hati yang bersuka, girang. Kapan kita merasakan sukacita? Rata-rata orang menghubungkan sukacita kepada sebuah perasaan dalam suatu kondisi dimana tidak ada penderitaan atau permasalahan yang sedang menimpa mereka. Berarti sukacita sangat tergantung dari kondisi atau keadaan yang sedang dialami. Kalau hidup sedang lancar, aman, berkecukupan atau bahkan berkelebihan, sedang dapat rejeki atau keuntungan, mendapat hadiah, bonus dan lain-lain barulah kita bersukacita. Sebaliknya, kalau sedang menghadapi persoalan, itu tandanya sukacita tidak boleh ada lagi didalam diri kita. Paling tidak sampai situasi bisa menunjukkan perubahan terlebih dahulu. Coba pikir, bagaimana mungkin bersukacita jika sedang dalam keadaan tersesak? Gila apa? Itu pandangan sebagian besar dari kita. Sebenarnya sebuah sukacita bukan seperti itu. Sukacita yang sejati sesungguhnya tidak tergantung dari apa yang sedang kita alami atau rasakan. Bagaimana bisa demikian? Sebab sukacita yang sesungguhnya itu seharusnya berasal dari Tuhan dan tidak boleh tergantung dari manusia, situasi, kondisi atau keadaan apapun.

Mari kita langsung lihat ayatnya, lewat Firman Tuhan yang disampaikan lewat Nehemia: “Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Nehemia 8:11b). Sukacita karena Tuhan ternyata bukan saja bisa mengobati kesusahan hati tetapi sangat mampu menjadi perlindungan kita. Artinya tidak saja sukacita itu tidak boleh digantungkan kepada keadaan atau kondisi yang tengah kita hadapi, tetapi seharusnya sukacita itu pun bisa memberikan sebuah kekuatan tertentu untuk bisa bertahan bahkan menjadikan kita keluar sebagai pemenang ditengah kesesakan apapun. That’s the power of joy, the power of rejoicing. Tapi bukankah itu sulit kita rasakan saat kita sedang dalam tekanan atau masalah? Kalau memakai kekuatan kita sendiri tentu saja ya, tapi itu bisa dimungkinkan karena sukacita yang sejati sebenarnya berasal dari Tuhan.

Sekarang ayo kita lihat aplikasinya lewat contoh dari Paulus yang secara langsung mengaplikasikan sukacita ini dalam perjalanan pelayanannya. Setelah bertobat, hidup Paulus bukanlah menjadi lebih gampang. Yang terjadi justru sebaliknya, karena ia segera bertemu dengan masalah dan penderitaan. Ia mengalami berbagai tekanan, siksaan, deraan bahkan ancaman yang setiap saat bisa menamatkan nyawanya. Secara logika kita mungkin akan berpikir bahwa itu artinya ada sesuatu yang salah. Itu bisa timbul dalam pikiran kita apabila kita tidak memiliki motivasi yang benar dalam bertobat, yaitu menerima Yesus hanya untuk mencari berkat-berkat duniawi saja.

Lantas bagaimana dengan Paulus? Apakah Paulus menyesal mengambil jalan bertobat? Sama sekali tidak. Ia terus konsisten dalam mewartakan firman Tuhan kemanapun ia pergi, apapun taruhannya. Bukan itu saja, secara jelas kita bisa melihat bahwa sukacita ternyata tetap menyertainya. Lihat apa katanya: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! … Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:4,6-7). Dan dengan tegas ia juga menyatakan “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (ay 13). Seperti itulah bentuk iman Paulus yang tahu betul bagaimana pentingnya memiliki sukacita yang berasal dari Tuhan, yang mampu memberikannya kekuatan dalam menghadapi berbagai masalah dalam pelayanannya.

Berada dalam penjara, mendapat siksaan secara fisik sekalipun, Paulus tidak patah semangat. Dia tidak menganggap penjara sebagai sebuah halangan, kendala atau kerugian, tapi justru sebagai kesempatan atau keuntungan baginya. Ia mempergunakan ruang penjaranya bukan sebagai tempat untuk meratapi nasib, tapi mengubahnya sebagai pusat penginjilannya. Banyak surat ia tuliskan berasal dari dalam penjara. Ia terus membagi sukacita kerajaan Allah dan tips-tips kehidupan yang penuh kemenangan seperti apa yang ia alami. Sebuah sukacita yang berasal dari Tuhan tidak terpengaruh oleh keadaan sekitar. Semua itu sesungguhnya adalah sebuah pilihan bagi kita. Apakah kita mau membiarkan diri kita dikuasai masalah dan kemudian kehilangan sukacita, atau kita mau memakai sukacita ini sebagai kekuatan yang memampukan kita menghadapi badai apapun dengan tegar.

Apakah saat ini anda tengah mengalami situasi-situasi sulit yang menekan hidup kita? Apakah anda tengah mengalami keadaan yang sepertinya sungguh tidak adil? Atau satu masalah belum kelar, masalah baru sudah muncul sehingga kita jadi kalang kabut atau tertekan? Jika ada teman-teman yang merasakan itu, lihat bagaimana Paulus menanggapinya. “Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.” (Filipi 1:18b). Seperti itu pula hendaknya prinsip hidup kita. Jangan sampai kita menyerah kalah oleh masalah, jangan sampai pula berbagai tekanan hidup itu menjadi jalan masuk bagi iblis untuk merampas kemenangan kita. Pergunakanlah kekuatan sukacita, the power of rejoicing yang berasal dari Tuhan sebagai senjata yang memampukan anda menghadapi semuanya dengan tegar. Dengan adanya sukacita Kerajaan Allah dalam hidup kita, maka kita bisa bebas dari kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan. Masalah boleh hadir dan tidak bisa kita hindari seterusnya, tapi biar bagaimanapun sukacita harus tetap tinggal di dalam diri kita. Sebab, sukacita karena Tuhan, itulah perlindunganmu!

God says: Don’t worry, because My joy is your strength!

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply