Perempuan yang Melayani

Ayat bacaan: Lukas 8:1-3=================”Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang…

Ayat bacaan: Lukas 8:1-3
=================
“Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.”

Hampir dalam segala level kehidupan posisi perempuan secara umum masih terpinggirkan, baik secara sosio-kultural, struktural bahkan dalam beberapa kepercayaan. Kerap dijadikan korban, mendapat hak jauh dibawah laki-laki, direndahkan hingga dipersalahkan dalam banyak hal. It’s a man’s world, demikian bunyi sebuah ungkapan yang menunjukkan dominasi laki-laki sementara wanita terintimidasi. Ada banyak gerakan yang mendukung kesetaraan gender, tetapi faktanya belum bisa mencapai sebuah tingkatan yang diharapkan. Celakanya, para perempuan yang dibesarkan dalam kultural seperti itu tampaknya tidak atau belum mengetahui siapa mereka sebenarnya, mengapa dan untuk apa mereka ada. Banyak diantara perempuan yang mengira bahwa tugas mereka hanyalah sebatas pemuas atau aksesori saja dan tidak berhak atas peran-peran yang penting dalam kemasyarakatan. Kita bisa lihat isu-isu gender ini justru dipakai untuk menyerang pesaing dalam pemilihan-pemilihan pemimpin.

Bagi orang percaya, hal seperti ini sangatlah tidak dibenarkan. Untuk melihat hal ini, kita bisa mengacu kepada kitab Kejadian di saat Tuhan menciptakan perempuan. Disana tertulis jelas mengenai alasan atau tujuan Tuhan untuk menciptakan perempuan. “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong yang sepadan. Bukan penolong yang posisinya lebih rendah, bukan tambahan, bukan tanpa sebab, bukan untuk dipojokkan, direndahkan, dihina atau hanya dijadikan pemuas, tetapi perempuan dalam pandangan Tuhan ketika diciptakan adalah sebagai penolong yang sepadan. Begitu terhormatnya posisi wanita dalam pandangan Allah, bahkan para suami diwajibkan untuk hidup bijaksana dengan istri yang diposisikan sebagai pewaris dari kasih karunia supaya doa-doa kita jangan terhalang. (1 Petrus 3:7). Dari ayat-ayat ini saja kita sudah melihat bahwa perempuan tidak pernah dianggap lebih rendah di mata Tuhan. Maka di kalangan orang percaya tidak boleh ada bentuk-bentuk pemikiran yang meletakkan perempuan pada posisi lebih rendah dari laki-laki.
Lantas apakah perempuan juga memiliki peran dalam berbagai tugas-tugas sebagai ahli waris Kerajaan? Apakah masalah pelayanan murni urusan laki-laki? Pertanyaan selanjutnya, apa yang bisa dilakukan perempuan dalam urusan pelayanan?

Sejak jaman Yesus perempuan sudah terlibat aktif dalam pelayanan. Kita bisa melihat hal itu lewat catatan Lukas pada pasal 8 ayat 1-3. Judul perikopnya saja sudah menyatakan secara jelas, yaitu “Perempuan-perempuan yang melayani Yesus.” Mari kita baca perikop ini dengan lengkap. “Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” (Lukas 8:1-3). Kita jarang memperhatikan bahwa dalam melakukan pelayanan dari satu tempat ke tempat lain ada banyak orang yang ternyata ikut melayani bersama Yesus disamping keduabelas murid-muridNya. Dari catatan Lukas ini kita bisa mengetahui bahwa selain para murid, ada banyak pula yang turut serta termasuk di dalamnya perempuan. Beberapa nama disebutkan oleh Lukas, yaitu Maria Magdalena, Yohana istri bendahara Herodes dan Susana selain banyak perempuan lain seperti yang ditulis Lukas. Mereka ini melayani dengan menyediakan segala keperluan Yesus berserta rombongan dengan mempergunakan apa yang mereka miliki. Dengan jelas kita bisa mengetahui bahwa pada masa itu para perempuan tidak dipinggirkan dalam urusan pelayanan. Yesus dengan senang hati membawa mereka turut serta dan melakukan apa yang bisa mereka perbuat dengan apa yang mereka punya. Selanjutnya, dalam Injil Matius kita bisa menemukan pula bukti lain bahwa para perempuan pada waktu itu sudah turut serta bersama Yesus dalam pelayanan, yaitu dalam paparannya setelah Yesus disalib. “Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.” (Matius 27:55-56). Dalam versi Markus, bukti tentang keikutsertaan perempuan ini juga disebutkan. “Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.” (Markus 15:40-41).

Tuhan tidak membeda-bedakan anakNya, termasuk dalam urusan melayani. Ini tentu tidak berarti bahwa anda para wanita harus berkotbah di depan mimbar, karena sejatinya pelayanan merupakan segala sesuatu yang anda lakukan dalam nama Tuhan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan. Itu artinya anda bisa ambil bagian dalam begitu banyak bentuk kegiatan. Tentu anda bisa belajar untuk menjadi pendeta atau evangelis atau bahkan menjadi pemimpin jika itu yang menjadi panggilan anda, tetapi menjadi ibu rumah tangga yang baik dan istri yang mendukung suami dalam pekerjaannya pun merupakan bentuk pelayanan yang akan sangat menyukakan hati Tuhan. Anda bisa mempergunakan talenta-talenta dan lain-lain yang anda miliki untuk melayani, Apakah itu dengan menyumbangkan pikiran, tenaga, ide-ide atau materi untuk memperluas KerajaanNya di muka bumi ini. Istri saya tidak terlibat dalam pelayanan secara langsung, tetapi ia sangat mendukung saya baik dalam pekerjaan maupun pelayanan. Di saat-saat tertentu ketika saya butuh bantuan, ia pun akan dengan senang hati membantu sejauh ia mampu.  Jika kita baca kitab Kisah Para Rasul, dalam perikop 9:32-43 kita bisa menemukan seorang perempuan bernama Tabita atau Dorkas yang melayani lewat berbuat baik dan memberi sedekah kepada orang-orang miskin terutama dalam hal menjahitkan baju buat para janda. Ketika ia meninggal dunia, para janda yang sering ia tolong merasa begitu sedih dan meminta Petrus untuk datang menolong. Dorkas pun kemudian menerima mukjizat bangkit dan hidup kembali.

Secara khusus hari ini saya menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada anda kaum wanita dan mengajak anda semua untuk turut ambil bagian dalam pelayanan. Ambillah waktu yang tenang dan periksalah talenta apa yang anda miliki dan apa yang menjadi panggilan anda, lalu pikirkan apa yang bisa anda lakukan dan berikan dalam hal melayani. Tuhan menanti anda untuk melayani bersama dengan Dia.

Bukan hanya laki-laki, perempuan pun diharapkan turut dalam pelayanan sesuai kemampuan dan kesanggupan mereka

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply