Monday, 22 December 2014

Perempuan Samaria di Sumur

Ayat bacaan: Yohanes 4:7
===================
“Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

perempuan SamariaWhen you feel the whole world is against you, what should you do? Perasaan tertolak, kesepian, dijauhi orang lain, atau ditimbun berbagai permasalahan hidup yang bertubi-tubi tentu tidak pernah kita inginkan. Tetapi ketika ini kita rasakan, ketika kita merasa bahwa kita harus menghadapi segalanya sendirian tanpa ada yang peduli, ada kalanya kita tidak lagi bisa berpikir jernih. Saat-saat seperti itu adalah saat-saat yang rawan bagi kita untuk melangkah, karena kita sedang lemah baik secara mental atau dalam banyak kasus juga secara rohani. Dulu saya sering merasakan hal seperti ini. Ada satu kalimat yang dulu saya anggap tepat menggambarkan “nasib” saya, “in the end I’m alone..” Tapi hari ini saya menggantikan kalimat itu dengan “I’m never alone, because God is always stay with me.” Kalimat seperti ini akan sangat menguatkan ketika kita berhadapan dengan situasi seperti yang saya gambarkan di atas. Tapi pernahkah kita sadar, bahwa bukan saja Tuhan selalu menyertai kita dengan kasih setiaNya, tetapi juga mau mengulurkan tanganNya terlebih dahulu bahkan sebelum kita melakukannya?

Hari ini saya diingatkan oleh sebuah kisah yang tertulis dalam Yohanes 4:1-42. Disana kita bisa melihat sebuah kisah perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di pinggir sumur. Tepat tengah hari di saat terik-teriknya, Yesus duduk melepas lelah di pinggir sebuah sumur. Pada saat itu datanglah seorang perempuan Samaria. Ada beberapa hal yang saya rasa menarik untuk kita simak lewat sosok perempuan Samaria ini.

Pertama, ia jelas berasal dari bangsa Samaria. Menyandang status sebagai orang Samaria pada masa itu tidaklah terpandang di mata orang Yahudi. Yohanes pun perlu menambahkan dalam catatannya bahwa “orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.” (ay 4). Sejarah mencatat bahwa orang Samaria dan Yahudi memiliki catatan perseteruan yang panjang. Meski berasal dari akar yang sama, keputusan mereka untuk menikahi orang-orang dari negeri lain dan menyembah allah lain membuat mereka dipandang hina oleh orang Yahudi. Kedua, ia adalah seorang perempuan. Dalam status budaya saat itu perempuan bukanlah ditempatkan diposisi utama. Pria memiliki status yang lebih tinggi dari perempuan pada saat itu.

Ketiga, kita bisa melihat bahwa perempuan Samaria ini adalah orang yang sudah gagal dalam urusan cinta. “Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” (ay 17-18). Lima kali menikah, dan setelahnya tinggal bersama pria yang bukan suaminya. Ini menunjukkan bahwa ia telah kenyang mengalami kegagalan dalam percintaan. Sepertinya ia sudah trauma akan janji-janji pernikahan sehingga ia lebih memilih untuk “kumpul kebo” tanpa ikatan lagi. Keempat, jika melihat kebiasaan pada masa itu dimana umumnya para wanita Timur Tengah pada masa itu mengambil air di sumur secara beramai-ramai atau berkelompok, perempuan Samaria ini mungkin ditolak oleh sesama perempuan sebangsanya. Ia pergi sendirian ke sumur tanpa ada siapapun disekelilingnya di saat siang hari yang terik.

Keempat hal ini rasanya cukup menjadi alasan bagi bangsa Yahudi untuk tidak mempedulikannya. Tapi Yesus tidaklah demikian. Yesus memilih masuk ke dalam kehidupannya. Yesus bersikap pro-aktif dan mengambil inisiatif untuk membuka percakapan terlebih dahulu kepada perempuan itu. Hal itu tidaklah lazim pada masa itu sehingga si perempuan itu pun sempat terkejut. Apalagi bukan hanya sekedar berbicara, Yesus juga meminta minum kepadanya. “Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?”  (ay 9). Tapi lihatlah apa yang dilakukan Yesus. Bukan saja menjangkau seorang perempuan Samaria yang terbuang, tetapi Yesus pun menawarkan air hidup kepadanya. “Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”(ay 10). Yesus mengulurkan tangan terlebih dahulu dan menawarkan air hidup, air yang akan mampu memuaskan kekosongan dan kerinduan jiwanya, air yang mampu menyegarkan kembali jiwa yang sedang haus. “..barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (ay 14).

Dengan cara yang sama Yesus akan selalu melakukannya kepada kita. Dia akan selalu menjangkau kita terlebih dahulu sebelum kita menjangkauNya. Bukankah Yesus pun telah mati bagi kita ketika kita masih berdosa, atas dasar kasih Allah yang begitu besar kepada kita? (Roma 5:8). Tuhan mengasihi kita dan tidak ingin satupun dari kita dibiarkan begitu saja untuk masuk ke dalam kebinasaan. Tidak. Dia sungguh mengasihi kita dan ingin kita semua diselamatkan. Tuhan bersikap pro-aktif untuk itu. Dalam Wahyu kita menemukan firman Tuhan yang berkata: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20). Yesus tidak menunggu kita untuk mengundangnya masuk terlebih dahulu, tetapi Dia mau mengetok pintu hati kita agar kita menerimaNya dan dengan demikian diselamatkan. Betapa baiknya Tuhan itu, dan itu haruslah kita sadari dengan sungguh-sungguh sekarang juga.

Jika hari ini ada diantara anda yang mengalami situasi tertolak, merasa gagal, rendah, dan merasa menghadapi semua itu sendirian seperti perempuan Samaria itu, ingatlah bahwa Tuhan sudah mengetok pintu hati anda dan mengatakan bahwa Dia tidak pernah membiarkan anda melalui itu sendirian. Apa yang anda perlu lakukan hanyalah membuka pintu hati anda dan menerimaNya di dalam diri anda. You are never alone, because God who loves you more than anything is always stay right beside you. Terimalah air hidup dariNya yang akan mampu memuaskan dahaga dan mengisi kekosongan relung-relung jiwa anda.

Tuhan bersikap pro-aktif karena Dia mengasihi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Perempuan Samaria di Sumur"

Response on "Perempuan Samaria di Sumur"