Percik Firman: Tuhan Sudah Punya Rencana – Jumat, 8 September 2017


Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria


Bacaan: Matius 1:1-16.18-23


“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita” (Mat 1:23)


Saudari/a ku ytk.,


ADA seorang ibu yang pulang dari ziarah ke Yerusalem bercerita pada tetangganya yang Katolik di desa tentang pengalaman ziarahnya. Ziarahnya mengunjungi tempat kelahiran Yesus di Betlehem, rumah keluarga kudus di Nazareth, tempat Yesus mengajar di atas bukit dan Danau Galilea, bukit Zaitun, tempat penyaliban Yesus di Golgota, dan tempat kelahiran Bunda Maria. Betapa kagetnya si ibu itu atas reaksi tetangganya. Anda tahu apa reaksi tetangganya itu? Tetangga itu menanggapi sharing ibu tadi, “O, Yesus dan Bunda Maria itu pernah ada dan hidup di dunia ini tho? Saya baru tahu.” Lucu yaaa….hehehe…


Ya, Yesus dan Bunda Maria adalah tokoh historis atau sejarah. Artinya, Yesus dan Bunda Maria pernah lahir dan hidup di dunia ini. Tempat-tempat pada zaman Yesus yang tertulis dalam Injil sampai sekarang masih ada dan biasanya diabadikan menjadi gereja. Misalnya, sejak abad ke-5 terdapat bukti adanya sebuah gereja yang didekasikan kepada Santa Anna (ibunda dari Santa Maria) yang terletak di sebelah utara Bait Allah di Yerusalem. Pada tahun 603, Patriark/Beatrik Yerusalem yang bernama Sophronius, mengatakan bahwa  di lokasi gereja itulah Santa Maria dilahirkan.


Hari ini Gereja merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Memang tidak tercatat dalam Kitab Suci tanggal kelahirannya, tetapi yang jelas bunda Maria pernah hidup di dunia. Santo Mateus mencoba membuat silsilah mengenai leluhur dan nenek moyang Yesus, tetapi silsilah yang aneh (dengan cara tak biasa), karena pada akhir silsilah yang disebut adalah Yusuf, suami Maria. Hal ini mau menunjukkan bahwa Yesus itu Putera Perjanjian sejak dari Bapa Abraham dan seterusnya sampai Raja Daud, sehingga Yesus disebut Anak Daud (keturunan Daud).


Kalau Tuhan sudah berencana dan bertindak, tak ada yang mustahil. Dia bisa memakai yang “bengkok” atau rapuh secara manusiawi untuk sejarah keselamatan manusia. Merenungkan Silsilah Yesus, ada sesuatu yang menarik. Tidak semua leluhur Yesus yang dipakai oleh Allah adalah orang yang baik dan sempurna. Iya khan? Tampak pula orang-orang yang rapuh dan lemah, bahkan tidak luput dari kejahatan dan dosa besar dan dalam silsilah itu ada nama-nama yang bukan Yahudi, sehingga orang bisa bertanya apakah Yesus keturunan bukan Yahudi.


Sebut saja, misalnya, Tamar orang Kanaan yang menyamar sebagai wanita asusila (Kej 38:1-30), Rahab berasal dari Yerikho seorang tunasusila profesional (Yos 2:1-24); Betsyeba orang Het yang diambil oleh Daud sebagai isterinya, meski sudah bersuamikan Uria (2 Sam 11:1-27); dan Rut, janda berasal dari Moab mendekati Boas dengan cara tak biasa (Rut:3:1-15 dan 4:13-17).


Lantas apa yang mau disampaikan? Santo Matius secara jeli mau menampilkan Yesus benar-benar datang dari Allah, maka ia menampilkan Maria yang akhirnya melahirkan Puteranya dari Roh Kudus, lewat perwahyuan dari malaikat yang disampaikan kepada Yusuf. Dengan demikian menjadi jelas bahwa Yesus adalah yang kudus dari Allah, Sang Emmanuel, Allah menyertai kita, meskipun Dia lahir dengan perantaraan Bunda Maria.


Jalan yang tidak biasa ini ternyata menjadi sarana perwujudan keselamatan Allah. Jalan semacam ini ternyata banyak terjadi dalam sejarah keselamatan, untuk menunjukkan bahwa sejarah keselamatan bukan dikendalikan oleh manusia, tetapi oleh Allah sendiri. Allah sudah mempunyai rencana. Maria dan Yusuf menerima rencana Keselamatan dari Allah yang tidak biasa ini.


Maria yang tetap perawan ini menerima kehadiran Yesus dengan menjawab: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Maria menerima tugas sebagai ibu Yesus dengan sepenuh iman. Hal ini hanya mungkin terjadi karena Bunda Maria juga sudah dipersiapkan oleh Tuhan dalam sejarah keselamatan melalui kedua orangtuanya, yaitu Bapak Yoakim dan Ibu Anna.


Pertanyaan refleksinya: Apakah Anda mensyukuri kelahiran Anda melalui kedua orangtuamu? Percayakah Anda bahwa Allah bisa mengubah yang tidak sempurna dan yang rapuh dari diri Anda menjadi luar biasa? Selamat merenungkan.


Marilah secara khusus hari ini kita mendoakan orang tua kita, baik yang masih hidup maupun dan yang sudah dipanggil Tuhan.


Salam maria…(3X)


Di Prambanan ada Sendratari Ramayana
Banyak turis asing dibuat terpana
Meski keluarga kita tidak sempurna
Percayalah Allah sudah punya rencana.


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); Pemimpin Umum/Pemred Majalah “Salam Damai” KAS dan Kepala Campus Ministry di Unika Soegijapranata Semarang.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: