Percik Firman: Misteri Kehidupan


Minggu, 12 November 2017
Hari Minggu Biasa ke-32
Bacaan : Matius 25:1-13


“Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat 25:13)


Saudari/a ku ytk.,


PADA hari Sabtu (11/11) kami ratusan mahasiswa lintas universitas kepausan (Gregoriana, Urbaniana,  Lateran, Angelicum, Antonium, Salesian,  dll) di Roma mengadakan ziarah ke Pompei. Ada misa meriah, doa rosario berbagai bahasa, dan adorasi sakramen Mahakudus. Juga berkunjung ke reruntuhan kota Pompei abad pertama.


Apakah Anda pernah mendengar kota yang bernama Pompei, dekat Napoli? Kota yang diberitakan pernah hilang dari muka bumi dan semua penduduknya mati karena letusan gunung berapi Vesuvius pada abad pertama (tahun 79). Saking besarnya letusan itu, seluruh kota tertimbun awan panas, abu, dan bebatuan. Hidup memang misteri yaaa.


Sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompei ditemukan. Ada jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu dengan segala pose. Kota Pompei ditemukan kembali pada tahun 1748. Kota ini digali kembali dari lapisan debu tebal dengan membebaskan semua bangunan-bangunan dan lukisan dinding yang masih utuh.


Pompei adalah sebuah kota zaman Romawi kuno. Saat ini sudah dibangun kota Pompei baru yang sangat indah. Ada pemandangan gunung dan laut yang mewarnai Pompei. Di Pompei ada Basilika Santa Perawan Maria Rosario Suci yang didirikan oleh Beato Bartolo Longo tahun 1876. Paus Yohanes Paulus II, Paus Benediktus dan Paus Fransiskus pernah berkunjung ke Pompei.


Bacaan injil hari ini mengisahkan perumpamaan 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Secara umum kita memahami bahwa perumpamaan ini menggambarkan keberadaan kita sebagai umat yang menantikan kedatangan Tuhan. Namun secara lebih luas, kita juga sadari bahwa setiap saat dalam hidup kita ini adalah misteri, apa saja bisa terjadi di luar dugaan. Bukan hanya kedatangan Tuhan, tetapi apapun yang terjadi tanpa kita perkirakan akan membuat kita terkejut, dan cenderung akan bereaksi terhadap hal itu. Dari reaksi kita atau apa yang kita lakukan menggambarkan kesiapan kita.


Dari perumpamaan ini Tuhan Yesus menggambarkan tentang bagaimana sikap sebagai anak-anak Tuhan dalam menghadapi berbagai keadaan yang misteri itu. Kita diajak untuk selalu bijaksana (siap sedia) karena punya andalan yaitu iman dan percaya kepada Yesus Kristus.


Iman itu harus diwujudkan dalam perbuatan yang baik kepada sesama dan selalu belajar memahami firman dan kehendak Tuhan (maneges kersa Dalem Gusti). Dan hal itu akan membuat kita siap menghadapi apapun yang terjadi dalam hidup ini, bahkan yang terburuk sekalipun. Karena setiap orang yang selalu bersandar kepada Tuhan akan diberi kekuatan dan kesiapan oleh Tuhan.


Saya menulis sebuah refleksi saat terjadi hujan di Roma beberapa hari yang lalu: “Payung memang tidak bisa menghentikan hujan,  tetapi payung bisa dipakai untuk berjalan di tengah hujan. Iman dan doa memang tidak bisa menghentikan godaan dan masalah yang datang,  tetapi iman dan doa bisa memberi kita kekuatan di tengah godaan dan masalah yang ada”.


Pertanyaan Refleksinya: Apakah Anda menyadari dan mengalami bahwa hidup ini misteri? Apa andalan Anda dalam menjalani hidup sehari-hari? Selamat merenungkan.


Makan siang menunya ikan teri
Makin enak ada sambel terasi
Hidup di dunia memang misteri
Mari selalu beriman pada Hyang Ilahi. 


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari atas kereta api Pompei-Roma.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); tengah studi Teologi Spiritual dengan Spesialisasi Formatio Panggilan di Universitas Kepausan Gregoriana Roma.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply