Minggu, 8 April 2018
Hari Minggu Paskah II – Hari Minggu Kerahiman Ilahi
Bacaan: Yoh. 20:19-31


“Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21)


Saudari/a ku ytk.,


DI sebelah Rumah Kuria Generalat internasional Serikat Yesus di Vatikan-Roma, ada sebuah gereja yang di dalamnya disimpan relikwi Santa Faustina dan Santo Yohanes Paulus II. Namanya Gereja Roh Kudus (La Chiesa di Santo Spirito). Beberapa kali saya berdoa di sana dan misa di gereja yang dibangun abad ke-12 itu. Suasananya sangat tenang dan cocok untuk berdoa dan merenungkan Kerahiman Ilahi bagi hidup kita. Secara pribadi saya bersyukur berdevosi pada Kerahiman Ilahi ini sejak di Seminari Menengah Mertoyudan sekitar tahun 1999 sampai sekarang.


Paus Yohanes Paulus II menetapkan gereja itu sebagai pusat spiritualitas dan tempat Santuario della Divina Misericordia (Kerahiman Ilahi). Bagi Anda yang devosan pada Kerahiman Ilahi sangat baik jika datang berdoa di gereja itu saat berziarah ke Roma.


Yesus adalah . Saat perwahyuan pribadi kepada Santa Faustina tanggal 22 Februari 1931, Yesus bersabda: “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.” Kehendak Yesus itu baru dilaksanakan tahun 2000. Bersamaan kanonisasi Santa Faustina pada 30 April 2000, Hari Minggu Paskah II ditetapkan sebagai Hari Minggu Kerahiman Ilahi oleh Paus Yohanes Paulus II.


Paus Yohanes Paulus II dijuluki sebagai Paus Kerahiman. Selama 27 tahun masa kepausannya (1978-2005), ia terus mewartakan Kerahiman Ilahi kepada umat: ”Saya menyerukan penting dan mendesaknya pesan Kerahiman Ilahi bagi segenap umat manusia pada zaman modern ini.”


Pada hari Jumat Agung 1937, Yesus meminta Sr Faustina mendoakan novena khusus. Novena dimulai Jumat Agung – Sabtu sebelum Minggu Paskah II. Tradisi ini telah dilakukan banyak umat di paroki-paroki, baik secara pribadi maupun dalam kelompok doa Kerahiman Ilahi. Dalam doa novena itu, umat diajak merenungkan luka-luka Yesus sambil doa “rosario” koronka: luka-luka di kepala, di kedua tangan, di kedua kaki, di seluruh tubuh, dan di lambung.


Kata “kerahiman” (bahasa Latin) adalah misericordia. Sedangkan kata “kerahiman” (bahasa Ibrani) disebut rahamim dan khesed, yaitu dua ungkapan yang dipakai untuk menyebut sifat kasih Allah. Kata “rahamim” ada kaitannya dengan kata “rehem” (rahim). Maka, rahamim (kerahiman) adalah sifat kasih Allah yang serupa dengan sifat rahim seorang ibu, yaitu melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, dan memberi kedamaian.


Di Roma pada Minggu Kerahiman Ilahi tahun 2018 ini sedang berkumpul lebih dari 550 misionaris Kerahiman Ilahi dari berbagai negara seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Mereka rekoleksi dan bertemu dengan Bapa Suci. Dan pada Minggu jam 10.30 (8/4) Paus Fransiskus merayakan misa Kerahiman Ilahi di Lapangan Basilika Vatikan bersama mereka, para imam dan umat.


Seperti para rasul dalam injil hari ini, kita juga diutus menjadi “rasul-rasul” kerahiman zaman now. Bagaimana caranya? Dengan membawa damai sejahtera kepada sesama. Lewat apa? Dalam doa novena, kita memohon rahmat belas kasih: agar mataku penuh belas kasih, telingaku penuh belas kasih, lidahku penuh belas kasih, tanganku penuh belas kasih, kakiku penuh belas kasih, dan hatiku penuh belas kasih.


Ada tiga tingkatan belas kasih, yakni perbuatan belas kasih, perkataan belas kasih, dan doa belas kasih. Marilah berseru “Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia. Yesus Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah andalanku.” Maukah Anda menjadi rasul Kerahiman Allah pada zaman now melalui perbuatan, perkataan dan doa Anda?


Anak kecil tampak manja
Dalam gendongan ibunda
Yesus adalah Sang Raja
Dialah andalan hidup kita.


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang); tengah studi Teologi Spiritual dengan Spesialisasi Formatio Panggilan di Universitas Kepausan Gregoriana Roma; suka menulis dan mencintai Kerahiman Ilahi.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.