Percik Firman: Belajar Berbelaskasih dari Yesus, Senin, 7 Agustus 2017

Bacaan : Mat 14:13-21

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka  dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Mat 14:14)

Saudari/a ku ytk.,

PERNAH suatu hari Sabtu sore-malam saya misa sampai tiga kali karena kebutuhan pelayanan pastoral umat dan kondisi keterbatasan tenaga imam. Pertama, misa Sabtu sore di gereja paroki jam 17.30. Kedua, misa ujub di lingkungan yang sudah terjadwal jam 19.30. Dan ketiga, misa requiem jam 22.00. Mengapa misa requiem malam hari? Karena salah satu alasannya, minggunya umat lingkungan itu sudah merencanakan ziarah jauh-jauh hari. Jika misa requiemnya minggu siang, umat yang ikut misa sedikit. Dan saya pun mengiyakan dan menyanggupi permintaan keluarga dan pengurus lingkungan itu. Memang fisik terasa capai. Inginnya segera istirahat, mengingat seharian juga pas penuh kegiatan. Tetapi hati saya tergerak oleh belas kasihan untuk tetap melayani, apalagi ini misa requiem. Penting kehadiran imam memberikan berkat dan peneguhan iman bagi keluarga. Hati saya bersukacita bisa melayani umat.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan keinginan Tuhan Yesus yang hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi apa yang terjadi? Ketika sampai di seberang, Dia melihat orang banyak yang berkumpul menunggu kehadiran dan “pelayanan”-Nya. Niat mau istirahat diurungkan. Dia tidak mementingkan diriNya sendiri. “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka  dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit”. Dinyatakan “hati-Nya tergerak oleh belas kasihan” dan inilah yang mendorong Tuhan Yesus melakukan pelayanan dengan “menyembuhkan mereka yang sakit”. Bahkan Dia memberi makan kepada kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak, dengan modal 5 roti dan 2 ikan. Dan masih ada kelebihan 12 bakul penuh.

Tuhan Yesus memberi contoh konkret. Berbelas kasihan (compasion) tidak cukup dibibir saja, tapi harus ada tindakan nyata. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan begitu banyak orang yang butuh empati dan perhatian. Misalnya: orang yang sakit, orang yang menderita, orang yang tidak mempunyai makanan yang cukup, orang yang sedang putus asa, orang yang sedang kesulitan biaya sekolah, anak yatim piatu, dsb.

Tuhan Yesus menantang kita hari ini: kita mau peduli dan berbelaskasih atau kita mau cuek? Yesus bertanya kepada kita masing-masing, “Berapa banyak harta yang kamu punyai saat ini? Berapa banyak Berkat yang telah kamu terima dari BapaKu? Berapa banyak waktumu untuk orang lain? Seberapa pedulinya kamu pada sesamamu yang butuh bantuan?”

Yesus mengajak kita untuk peduli, berempati dan berbelaskasih meskipun yang kita miliki sedikit atau kecil (5 roti 2 ikan). Memberi tidak harus menunggu sudah berkelimpahan. Dari sedikit yang kita miliki, Yesus akan memberkati dan melipatgandakannya sesuai kebutuhan. Bahkan kita akan dibuat terkejut dengan kelimpahan berkat yang terjadi.

Pertanyaan refleksinya: Maukah Anda peduli dan berbelaskasih kepada sesama di sekitarmu, terlebih yang sedang sakit, yang butuh penghiburan dan peneguhan? Selamat merenungkan. Doaku untuk Anda yang sedang sakit dan berbeban berat. Semoga Anda kuat, tegar, berserah pada Tuhan, dan cepat sembuh bagi yang sakit.

Mencari soto sampai kota Kudus
Hati lega bertemu teman-teman lama
Mari kita berbelaskasih seperti Yesus
Mewujudkan iman dalam tindakan nyata.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Yohanes Gunawan Pr Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); Pemimpin Umum/Pemred Majalah “Salam Damai” KAS dan Kepala Campus Ministry di Unika Soegijapranata Semarang.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: