Percik Firman: Allah Selalu Membuka Pintu Rahmat


Kamis, 12 Oktober 2017
Bacaan : Lukas 11:5-13


“Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk 11:9)


Saudari/a ku ytk.,


ADA seorang penyanyi cantik yang membawakan lagu dengan penuh penghayatan. Citra Scholastika namanya. Ia menyanyikan sebuah lagu berjudul “Pertolongan-Mu”. Anda tentu mengetahui lagu itu. Berikut ini syairnya:


Hatiku tenang berada dekat-Mu
Kaulah jawaban hidupku
Hatiku tenang berada dekat-Mu
Kau yang plihara hidupku.


Pertolongan-Mu begitu ajaib
Kau t’lah memikat hatiku
Di saat aku tak sanggup lagi
Di situ tangan-Mu bekerja
Pertolongan-Mu begitu ajaib
Kini mataku tertuju pada-Mu
Kurasakan kasih-Mu Tuhan.


Lagu itu menyentuh hati. Saat saya resapkan dan renungkan, saya mengamini syairnya. Saya sering mengalaminya. Mungkin Anda pun demikian juga. Hati kita tenang berada dekat Tuhan. Dia yang memelihara hidup kita. Pertolongan-Nya begitu ajaib. Di saat kita sudah tak sanggup lagi, kita lalu berserah diri pada-Nya. Di dalam penyerahan itulah tangan Tuhan bekerja.


Sabda Tuhan pada hari ini sungguh menggetarkan dan menguatkan hati kita. Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan yang sangat konkrit tentang orang yang datang minta pertolongan kepada sahabatnya pada malam hari. Pintu dibukakan dan permintaan sahabatnya itu dikabulkan. Demikian pula Allah Bapa terhadap kita anak-anak-Nya. Allah selalu membuka pintu untuk menolong kita. Allah itu begitu baik, sehingga Ia senantiasa mendengarkan ketukan pada pintu hati-Nya. Ketukan ini akan makin keras apabila kebutuhan itu makin besar dan terdesak. Untuk itu Ia mau membukakan pintu hati-Nya bagi kita yang meminta pertolongan.


Allah akan  membuka jalan dari setiap masalah yang sedang kita hadapi. Kalau Allah telah membuka pintu bagi kita, maka tidak seorangpun yang dapat menutupnya lagi. Berkat dan permohonan itu akan diberikan-Nya kepada kita. Pintu rahmat dan pengharapan itu selalu terbuka bagi kita. Dialah yang memegang kunci dari pintu itu. Kita sebagai anak-anakNya akan menemukan pintu itu tidak terkunci. Allah selalu membukanya untuk kita, ketika kita mau masuk ke dalam pengharapan itu. Seandainya ada yang menutup pintu itu bagi kita, Allah akan membuka jendela-Nya, agar rahmat-Nya tetap bisa diberikan kepada kita.


Pintu rahmat dan pintu pengharapan itu dapat terkunci oleh dosa-dosa kita. Kalau kita berdosa, pintu itu akan terkunci. Tetapi jika kita setia pada-Nya dan mau bertobat, maka pintu itu akan terbuka. Untunglah ada Yesus. Pintu rahmat itu selalu terbuka berkat kasih dan pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Yesus tidak pernah merasa terganggu kalau kita datang mengetok pintu itu dengan penuh iman, harapan dan kasih.


Bahkan dalam Injil tadi, Tuhan Yesus menegaskan, “Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Betapa bahagianya kita yang mempunyai, menerima, dan mengimani Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.


Pertanyaan Refleksinya: Bagaimana situsi batin Anda hari-hari ini? Apakah Anda yakin akan pertolongan Tuhan dalam hidup ini? Maukah Anda dengan rendah hati meminta, mencari dan mengetuk pintu rahmat Tuhan? Selamat merenungkan.


Saat resepsi berdatangan banyak tamu
Membuat senang hati sang Nyonya
Janganlah takut dan cemas hatimu
Pertolongan-Nya tepat pada waktunya.


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS); Pemimpin Umum/Pemred Majalah “Salam Damai” KAS dan Kepala Campus Ministry di Unika Soegijapranata Semarang.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply