Percik Firman : Allah Bisa Berkarya melalui Mimpi


Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria
Senin, 19 Maret 2018
Bacaan: Mat. 1:16,18-21,24a


“Malaikat Tuhan nampak kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu…” (Mat 1:20)


Saudari/a ku ytk.,


SAAT malam hari keliling di daerah Assisi seusai perayaan Natal tahun 2017 lalu, saya melihat ada sebuah toko yang masih buka. Di toko itu saya melihat ada patung yang istimewa. Saya baru melihat pertama kalinya. Patung itu adalah patung Santo Yusuf (Yosef) yang sedang tidur (The Sleeping St. Joseph). Pernahkah Anda melihat patung seperti itu? Kenapa kok ada patung Santo Yusuf yang sedang tidur diizinkan Gereja untuk dijual dan dipakai sebagai sarana doa?


Inspirasinya berasal dari bacaan Injil pada Hari Raya Santo Yusuf hari ini. Mulai abad ke-8, Gereja menetapkan tanggal 19 Maret sebagai Hari Raya utama Santo Yusuf. Dalam injil Matius dikatakan, “Malaikat Tuhan nampak kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu…”. Ternyata saat tidur Santo Yusuf bermimpi. Dan Tuhan menyatakan kehendak-Nya lewat mimpi. Dalam mimpinya, Santo Yusuf menemukan jawaban dari masalah yang dihadapi. Tunangannya, Maria, hamil bukan darinya. Tuhan menunjukkan solusi atas permasalahan lewat malaekat agar Yusuf tidak takut mengambil Maria sebagai isterinya, karena anak yang dikandung itu berasal dari Roh Kudus.


Paus Fransiskus mempunyai devosi pada Santo Yusuf. Ia menaruh patung itu di mejanya. Paus berkata, “Saya mau menceritakan sesuatu yang sangat personal. Saya sangat mencintai Santo Yusuf. Dia adalah pribadi kuat dalam diamnya. Di meja saya, saya mempunyai sebuah patung Santo Yusuf yang sedang tidur”.


“Meskipun ia tidur, ia melihat Gereja. Dia bisa melakukan hal itu. Ketika saya mempunyai masalah atau kesulitan, saya menuliskan masalah dan problem saya dalam secarik kertas dan meletakan di bawah patung itu, sehingga ia bisa memimpikan semua itu. Marilah kita berdoa kepada Santo Yusuf ketika kita menemukan kesulitan dan masalah hidup”, ajak Paus Fransiskus.


Dalam hidup ini, kita kadangkala menghabiskan tidur malam dengan begitu cemas memikirkan permasalahan, ketakutan, dan pekerjaaan kita. Santo Yusuf mengingatkan kita bahwa istirahat dalam doa menjadi lebih baik untuk mendengarkan suara Tuhan. Kita tidak hanya seperti meletakkan masalah kita di bawah bantal ketika tidur, tetapi kita diajak oleh Santo Yusuf untuk percaya bahwa kuasa Tuhan akan memberi jalan keluar atas segala masalah yang dihadapi. Syaratnya, kita harus jeli dan peka maneges kersa Dalem Gusti (menangkap kehendak Tuhan).


Gereja menghormati Santo Yusuf karena kekudusan dan martabat Maria sebagai Bunda Yesus, Putra Allah. Pada tanggal 8 Desember 1870 Paus Pius IX menetapkan Yusuf sebagai pelindung Gereja Universal. Dalam litani Santo Yusuf, dia dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh/karyawan, keluarga, para perawan, orang-orang sakit dan orang-orang yang telah meninggal.


la juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa-bapa keluarga, imam-imam dan kaum religius serta pelindung para peziarah. Pada tahun 1937, Paus Pius XI mengangkat Santo Yusuf sebagai pelindung perjuangan Gereja melawan komunisme ateistik. Pada tahun 1955, Paus Pius XII menetapkan pesta Santo Yusuf Pekerja yang dirayakan tanggal 1 Mei. Dan tahun 1961, Paus Yohanes XXIII memilih Santo Yusuf sebagai pelindung surgawi Konsili Vatikan II.


Pertanyaan refleksinya, permasalahan apa yang sedang Anda hadapi hari-hari ini? Apakah Anda dapat menangkap kehendak Tuhan atas masalah itu? Apakah Anda peka atas mimpi Anda selama ini? Selamat berpesta nama untuk Anda, lingkungan/wilayah, paroki dan yayasan yang bernaung dalam perlindungan Santo Yusuf. Santo Yusuf, doakanlah kami.


Mendengarkan lagu Misteri Ilahi
Sambil duduk menikmati kopi
Mari berserah pada Hyang Ilahi
Dia bisa berkarya melalui mimpi.


Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Roma.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Yohanes Gunawan Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang); tengah studi Teologi Spiritual dengan Spesialisasi Formatio Panggilan di Universitas Kepausan Gregoriana Roma; suka menulis dan mencintai Kerahiman Ilahi.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply