Ayat bacaan: Amsal 4:23
================
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Saya pernah membaca sebuah artikel dari luar yang membahas mengenai 10 hewan yang kerap merusak taman atau kebun di rumah orang, terlebih yang tinggal di pinggiran kota atau berbatasan langsung dengan hutan. Bunga-bunga yang indah, kebun yang asri bisa luluh lantak apabila di’serang’ oleh para hewan ini, yang kebanyakan muncul pada waktu orang sedang terlelap tidur. Hewan apa saja? Misalnya tikus tanah yang menyeruak keluar dari dalam tanah dan menimbulkan lubang-lubang terowongan, merusak akar, benih-benih sampai pohon apaila mereka sedang kelaparan. Lantas rakun yang bisa menganggap taman sebagai surga makanan baginya, berjenis-jenis tupai (chipmunk, opossum dan lain-lain), hewan-hewan pengerat, kucing liar, rubah bahkan kelinci dan rusa, kerap menjadi masalah bagi para pemilik taman di luar sana. Dari daftar nama hewan di artikel tersebut saya rasa kita cukup beruntung karena sebagian besar hewan-hewan tersebut tidak atau jarang terdapat di negara kita. Kalau kita yang membangun taman, mungkin kita akan bermasalah dengan tikus yang membuat lubang, burung-burung atau serangga dan hama. 10 hewan yang disebutkan dalam artikel itu rata-rata kelihatan ‘imut’, kecil dan lucu tapi kerusakan yang ditimbulkan bisa lumayan parah, minimal menjengkelkan. Bayangkan sudah susah-susah menanam dan menata taman, semua bisa hancur lebur dalam seketika jika salah satu atau beberapa hewan dari daftar tersebut masuk kesana.

Saya yakin tidak satupun dari pemilik taman akan diam saja melihat tamannya dirusak oleh hewan-hewan tersebut. Jika ketahuan langsung tentu akan segera diusir, atau mengambil tindakan-tindakan preventif seperti misalnya membuat pagar. Tapi tetap saja pemilik taman harus memperhatikan betul keadaan tamannya. Kalau lengah maka kerusakan tetap bisa hadir meski tindakan preventif sudah dilakukan.

Sadarkah kita bahwa hati kita juga seperti taman? Tuhan menginginkan segala yang sehat dan memberikan kehidupan untuk tumbuh dan berkembang disana. Tuhan ingin hati kita bisa semarak seperti taman bunga yang indah. Tunas-tunas baru, kondisinya sehat dan segar, sejuk, asri dan penuh warna. Tuhan ingin hati kita tampil sebagai hati yang bersih penuh dengan potensi Ilahi, menjadi lahan subur dimana Tuhan akan meletakkan kasih dan anugrahNya. Hati yang bersih akan mampu menjadi tempat dimana Tuhan menyatakan isi hatiNya. Semakin banyak firman Tuhan yang ditabur tumbuh dan berakar didalam hati kita, maka kita pun akan semakin mampu untuk hidup benar sesuai kehendak Tuhan. Hati seperti inilah yang akan mampu mengasihi dan memberkati banyak orang. Tetapi sebaliknya, apabila kita tidak berhati-hati, dan membangun pagar, kalau kita lengah dalam melindungi hati kita, maka hati akan sangat rawan terhadap penyelusup-penyelusup yang akan dengan mudah dan cepat menghancurkannya. Kalau kondisi hati kita sampai dirusak oleh berbagai hal buruk, maka dan dengan sendirinya hidup kita pun menjadi rusak bahkan bisa hancur.

Kita harus sadar bahwa hati merupakan bagian dari diri kita yang mudah terluka, mudah sakit dan sangat rapuh. Di sisi lain, hati juga merupakan sumber kehidupan yang akan mengarahkan seperti apa kita cara hidup kita. Kalau hati diibaratkan pabrik, maka sikap, cara dan gaya hidup kita, keputusan-keputusan yang kita ambil, cara kita menyikapi berbagai hal akan menjadi produknya. Dan ‘produk-produk’ itu akan dilihat orang lain, bersinggungan secara langsung. Apakah kita mencerminkan Kristus secara benar atau kita malah memberi pemahaman keliru yang terus menimbulkan cemooh, mempermalukan Tuhan, itu tergantung dari seperti apa kondisi hati kita, siapa yang bertahta disana. Kita juga harus sadar bahwa apabila hati tidak dijaga, selain dapat dimasuki pengaruh-pengaruh negatif yang akan menjauhkan kita dari hadirat Tuhan, hati yang terlanjur luka atau rusak seringkali memerlukan waktu yang cukup lama untuk kembali “sehat”, ada kalanya waktu kerusakan sudah terlalu parah, perbaikan menjadi sangat sulit, itupun kalau waktu dan kesempatan masih terbuka bagi kita.

Itulah sebabnya Firman Tuhan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hati. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Dalam versi BIS dikatakan “Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.” Hati merupakan tempat asal terpancarnya kehidupan, harus kita jaga baik karena itu akan menentukan jalan hidup kita, kemana hidup kita akan mengarah. Dalam English Amplified ayat ini diterjemahkan “Keep and guard your heart with all vigilance and above all your guard, for out of it flow the springs of life.” Kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, di atas segala hal lainnya yang kita jaga, karena dari sana akan mengalir pancaran kehidupan.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.