Penyegaran Kembali

Kisah Para Rasul 3:19-20
=================
“So repent (change your mind and purpose); turn around and return [to God], that your sins may be erased (blotted out, wiped clean), that times of refreshing (of recovering from the effects of heat, of reviving with fresh air) may come from the presence  of the Lord; And that He may send [to you] the Christ (the Messiah), Who before was designated and appointed for you–even Jesus.”  (English AMP)

penyegaran kembali, refreshing

Apa yang hadir di benak masing-masing orang ketika mendengar kata “menyegarkan” tentu berbeda-beda. Ada yang langsung berpikir duduk di tepi pantai dengan angin sepoi-sepoi bertiup di antara pepohonan, ada yang membayangkan dirinya berbaring di rerumputan hijau di dataran tinggi pegunungan, bertamasya bersama keluarga atau teman-teman, atau ada yang berpikir sederhana hanya dengan segelas sirup dingin di tengah panasnya hari, atau sepercik air di muka di saat matahari tengah menyengat. Tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa musik yang tepat akan sangat menyegarkan, baik musik sekuler maupun lagu-lagu pujian/penyembahan. Apapun yang anda anggap sebagai sesuatu yang menyegarkan tentunya merupakan hal yang paling anda inginkan di saat anda kelelahan, kepanasan atau berada pada titik jenuh. Tertimbun beban pekerjaan, kesibukan menjalani aktivitas sehari-hari sering membuat kita jenuh dan merasa “habis” terkuras tenaga maupun pikirannya. Di saat seperti itu, amatlah menyenangkan jika kita bisa membayangkan hal-hal yang menyegarkan, something refreshing to have, apalagi bila kita bisa benar-benar mendapatkannya dan bukan hanya sekedar dibayangkan saja.

Saya ingat momen indah ketika saya dibaptis 9 tahun yang lalu. Hidup saya yang penuh gelimang dosa sebelumnya sudah terasa begitu memberatkan hingga saya sempat merasa tidak lagi punya kesempatan untuk bertobat. Tetapi anugerah Tuhan sungguh luar biasa. Saya akhirnya berkesempatan untuk dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru. Manusia lama saya dikuburkan, ditenggelamkan dan saya pun keluar dari air sebagai orang yang sama sekali baru, the whole new person. Mungkin sulit bagi anda untuk membayangkan apa yang saya rasakan ketika saya melangkah keluar dari kolam tempat saya dibaptis waktu itu, tapi secara spesifik saya bisa menggambarkan bahwa tubuh saya terasa sangat ringan setelahnya. Saya seolah melihat cahaya terang di sekeliling ruangan, dan saya keluar dengan tersenyum meski basah kuyup seperti seseorang yang baru saja menang dari peperangan. Itulah yang saya rasakan, dan sampai hari ini saya masih ingat persis bagaimana rasanya waktu itu. It was so refreshing and relieving. Begitu menyegarkan, begitu melegakan.

Apa kata Alkitab tentang refreshing atau menyegarkan? Alkitab sesungguhnya mengacu kepada banyak hal yang dianggap mampu mengembalikan kesegaran baik dari sisi fisik maupun spiritual. Beberapa diantaranya misalnya: beristirahat di hari ketujuh alias di hari Sabat dikatakan mampu memberi kesegaran (Keluaran 23:12), lewat musik lembut (1 Samuel 16:23), air sejuk setelah  melakukan aktivitas secara fisik (Hakim Hakim 15:18-19) atau dengan persekutuan/kunjungan yang meneguhkan (2 Timotius 1:16). Banyaknya Alkitab menyinggung soal refreshing menunjukkan bahwa Tuhan tahu betul bagaimana keterbatasan kekuatan tenaga maupun pikiran manusia dalam menghadapi hari-hari yang sulit. Tuhan mengetahui bagaimana lelahnya kita dan juga mengetahui ada banyak resiko yang mengintip ketika kita sedang kelelahan dan secara fisik, mental maupun spiritual sedang berada dalam keadaan lemah.

Lantas Petrus pun memberikan sebuah kunci bagaimana untuk memperoleh penyegaran kembali secara spiritual. Dalam kotbahnya di depan orang banyak di Serambi Salomo, Petrus mengingatkan bagaimana caranya untuk memperoleh “spritual refreshing” ini. Ia berkata: “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. (Kisah Para Rasul 3:19-20). Dalam versi English Amplified mungkin ayat ini bisa kita lihat lebih jelas: “So repent (change your mind and purpose); turn around and return [to God], that your sins may be erased (blotted out, wiped clean), that times of refreshing (of recovering from the effects of heat, of reviving with fresh air) may come from the presence of the Lord; And that He may send [to you] the Christ (the Messiah), Who before was designated and appointed for you–even Jesus.” Petrus mengingatkan pentingnya pertobatan, bukan saja sebagai jaminan untuk memperoleh keselamatan, tetapi juga untuk memberikan kelegaan atau kesegaran kembali. Sebab pada saat kita bertobat, maka kita pun bisa merasakan kehadiran Tuhan, feeling the presence of the Lord, dan itu akan mendatangkan kesegaran baru bagi kita.

Hingga hari ini kita bisa mengalami penyegaran kembali dengan mengambil waktu-waktu khusus untuk berdoa dan membaca serta merenungkan Firman Tuhan dalam Alkitab. Bagi saya, kedua hal ini sungguh penting agar saya tidak mudah jatuh dalam menjalani hari-hari yang berat. Firman Tuhan tidak pernah gagal untuk menyegarkan diri saya kembali, baik secara psikologi maupun spiritual untuk melanjutkan kembali tugas demi tugas pada keesokan harinya. Berdiam dalam hadiratNya akan mampu membawa kita untuk merasakan kasih dan sukacita Surgawi. That will surely renew us in spirit. Saya merasakannya, dan saya percaya anda pun bisa merasakannya. Feel the presence of Lord, and have your refreshment!

Berada dekat Tuhan membuat kita disegarkan kembali dengan kekuatan dan semangat baru

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: