Penutupan Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani

persatuan umat kristiani 4Minggu, 25 Januari 2015, Hari Minggu Biasa III Yun. 3:1-5,10; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor. 7:29-31; Mrk. 1:14-20. … Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” … SAYA  ingin merenungkan sabda ini. Yesus bersabda kepada para muridNya yang pertama, Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes, “Marilah, ikutilah Aku, kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Apa maknanya bagi kita? Dalam refleksiku, sabda itu berarti bahwa Yesus memanggil kita untuk mengumpulkan sesama dalam kerajaan Allah. Sebagaimana Yesus memanggil para muridNya yang pertama untuk mengumpulkan semua orang dalam kerajaanNya demikianlah Yesus memanggil kita melakukan hal yang sama. Yesus memanggil kita untuk memancarkan kasih persaudaraan dalam kehidupan bersama. Kita diutus memancarkan kemuliaanNya. Melalui hidup kita Yesus memanggil kita mewartakan sukacita Injil. Syukur kepada Allah yang dalam Yesus membimbing kita mewartakan sukacita Injil dan kemenanganNya di mana pun. Mari berdoa bagi sesama, rekan, dan kerabat kota agar mereka kian mengenal dan mengasihi Yesus. Hari ini adalah hari terakhir Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani. Mari kita berdoa agar umat Kristiani menjadi tanda kerajaan Allah. Allah adalah Bapa kita yang menghendaki kita menjadi putri-putra kerajaanNya. Dalam Yesus Kristus Allah lebih dahulu mengasihi kita dan mengundang kita untuk berserah kepadaNya. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang memanggil kita untuk mewartakan kasih dan kemuliaan Tuhan bagi sesama. Sukacita Injil tak dapat dibungkam. Kita berdoa agar kerajaan Allah yang ditopang oleh keadilan, damai, dan kekudusan sebagai inti pesan Yesus selalu diwartakan di seluruh dunia. Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah memanggil kami secara pribadi. Bantulah kami untuk percaya pada sabdaMu dan mengikutiMu dengan setia. Penuhilah kami dengan sukacita Injil hingga kami boleh memancarkan cahayaMu dalam hidup kami. Semoga kami menjadi tanda damai dan persaudaraan dalam hidup bersama selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

persatuan umat kristiani 4

Minggu, 25 Januari 2015, Hari Minggu Biasa III

Yun. 3:1-5,10; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor. 7:29-31; Mrk. 1:14-20.

... Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” …

SAYA  ingin merenungkan sabda ini. Yesus bersabda kepada para muridNya yang pertama, Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes, “Marilah, ikutilah Aku, kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Apa maknanya bagi kita?

Dalam refleksiku, sabda itu berarti bahwa Yesus memanggil kita untuk mengumpulkan sesama dalam kerajaan Allah. Sebagaimana Yesus memanggil para muridNya yang pertama untuk mengumpulkan semua orang dalam kerajaanNya demikianlah Yesus memanggil kita melakukan hal yang sama. Yesus memanggil kita untuk memancarkan kasih persaudaraan dalam kehidupan bersama. Kita diutus memancarkan kemuliaanNya.

Melalui hidup kita Yesus memanggil kita mewartakan sukacita Injil. Syukur kepada Allah yang dalam Yesus membimbing kita mewartakan sukacita Injil dan kemenanganNya di mana pun. Mari berdoa bagi sesama, rekan, dan kerabat kota agar mereka kian mengenal dan mengasihi Yesus.

Hari ini adalah hari terakhir Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani. Mari kita berdoa agar umat Kristiani menjadi tanda kerajaan Allah. Allah adalah Bapa kita yang menghendaki kita menjadi putri-putra kerajaanNya. Dalam Yesus Kristus Allah lebih dahulu mengasihi kita dan mengundang kita untuk berserah kepadaNya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang memanggil kita untuk mewartakan kasih dan kemuliaan Tuhan bagi sesama. Sukacita Injil tak dapat dibungkam. Kita berdoa agar kerajaan Allah yang ditopang oleh keadilan, damai, dan kekudusan sebagai inti pesan Yesus selalu diwartakan di seluruh dunia.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah memanggil kami secara pribadi. Bantulah kami untuk percaya pada sabdaMu dan mengikutiMu dengan setia. Penuhilah kami dengan sukacita Injil hingga kami boleh memancarkan cahayaMu dalam hidup kami. Semoga kami menjadi tanda damai dan persaudaraan dalam hidup bersama selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply