18 Juni - RmT

“Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.” (2 Kor 11, 6)

DALAM kesempatan live in, para frater disebar ke lingkungan-lingkungan. Mereka tinggal dalam satu keluarga. Dalam pertemuan lingkungan, mereka sharing perjalanan panggilan hidupnya. Setelah kegiatan live ini selesai, seorang umat berkomentar, “Frater sudah tingkat enam kok ngomongnya tidak jelas dan ‘nggrenyem.’ Cara omongnya lebih jelas dan lebih bagus frater yang baru rampung Tahun Rohani.”

Sementara itu, frater di tingkat filsafat-teologi juga mengeluh, “Dosen ini sesungguhnya pinter. Tulisannya bagus. Buku yang diterbitkan sudah banyak. Tetapi kalau ngajar, dosen ini bikin ngantuk. Omongnya tidak jelas.”

Setiap orang punya kemampuan untuk omong atau berkata-kata. Banyak orang bisa mengembangkan kemampuan tersebut, sehingga bisa berkata-kata dengan baik dan jelas. Tetapi banyak pula orang yang tidak mampu mengembangkan kemampuan tersebut karena berbagai alasan atau kekurangan yang dimiliki. Kemampuan untuk omong atau berkata-kata penting dan perlu untuk dikembangkan, agar komunikasi bisa berjalan baik; agar seseorang mampu menyampaikan pikiran atau gagasan dengan jelas; agar seseorang mampu mengungkapkan perasaan, keinginan dan harapan secara tepat.

Seorang MC atau motivator bisa berkata-kata dengan indah dan menarik, sehingga pendengar tidak merasa bosan dan jenuh. Sebaliknya, para pendengar bisa termotivasi, tergugah dan tersentuh oleh kata-kata yang didengarnya. Pendengar merasa dikuatkan atau diteguhkan dalam kesulitan atau penderitaannya oleh kata-kata yang didengarnya.

Kemampuan berkata-kata tidak hanya berkaitan dengan kesediaan untuk mengembangkan bakat atau potensi yang ada di dalam diri seseorang. Tetapi juga menuntut seseorang untuk memahami situasi dan kondisi orang lain, memahami tempat atau lokasi, serta memahami saat atau waktu, di mana dia sedang berkata-kata. Kekurangpahaman dalam berkata-kata bisa membuat orang lain kecewa atau terluka hatinya.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.