Pensiun Gaul, Bagaimana Caranya? (1)

RETIRED_LICENSE_PLATE

DUUH, sebentar lagi harus pensiun….Gimana ya? Gaji tentu tidak akan sebesar sekarang yang masih bisa diterima. Belum lagi, besarnya kebutuhan tentu juga tidak akan berkurang. Bisa jadi malah sebaliknya: jumlah kebutuhan hidup malah akan bertambah,seiring dengan bertambahnya usia.

Di sini tak berlakulah pepatah lama: tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Sebaliknya, makin tua ya akan makin banyak mengalami sakit. Kebutuhan berobat dan perawatan ke dokter akan masih sering dan itu berarti –ya itu tadi—jumlah pengeluaran juga akan semakin lebih banyak.

Padahal, sekarang sudah pensiun loh…

Kebutuhan makin banyak, tapi malah persediaan bekal finansial malah berkurang.

Nah, terus piye carane?

Pensiun gaul

Kata teman, pensiun gaul barangkali menjadi jawabannya.

Ini kata teman bernama Irwan, ketika menawari teman-teman Sesawi untuk bertindak antisipatif menyongsong datangnya waktu yang bagi banyak orang menjadi momok menakutkan:  pensiun.

Usai pensiun, lalu mau apa? Jumlah penerimaan berkurang, sementara kebutuhan hidup justru makin bertambah. Juga, akan dihadang post power syndrome, terutama para pensiunan pejabat tinggi atau bos di perusahaan swasta.

retiredRumah jelas bukan kantor. Tak ada lagi orang yang bisa diperintah. Juga tak ada lagi orang yang dengan suka rela kasih hormat atau salam.

Pensiun adalah masa-masa kelam bagi banyak orang.

Namun, pensiun gaul bisa jadi menjadi solusi jangka panjang untuk menyongsong masa kelam ini, sekalipun di masa pensiun orang boleh berleha-leha lebih banyak, bebas kesana-kemari dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan cucu.

Menyiasati waktu

Kata teman bernama Irwan ini: ada tujuh langkap jitu untuk mempersiapkan pensiun. Itu kata dia mengutip pendapat beberapa tokoh motivator hidup saat tampil berceramah di hadapan segenap karyawan dengan topik sangat konkrit: mempersiapkan masa pensiun.

Lalu, Irwan dengan gamblangnya menyebutkan sedikitnya 7 kiat agar pensiun kita ‘aman’, sejahtera, dan sentosa. Ketujuh hal itu menyangkut aspek berikut ini:

  • Harus bisa hidup sehat di saat masa pensiun;
  • Kiat mengelola keuangan keluarga: sudah tipis kantong, eh malah pengeluaran banyak;
  • Menangkap peluang investasi
  • Kalau bisa, ya kenapa tidak berbisnis kecil-kecilan
  • Dan masih banyak lagi.

(Bersambung)

 

Photo credits: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: