Penolakan Terhadap Yesus


YESUS datang mewartakan kabar keselamatan di Nazaret. Awalnya banyak orang yang merasa takjub akan pengajaranNya, namun setelah mengetahui asal usul Yesus, mereka mulai mempertanyakan kredibilitasNya. Bahkan kemudian mereka mengusir Dia ketika Ia memberitakan kebenaran.


Kita pun kerap berperilaku seperti orang Nazaret. Kita menolak dan merendahkan seseorang hanya karena latar belakangnya yang kurang ‘layak’ menurut pandangan kita. Kita juga cepat merasa tersinggung, marah dan dendam ketika seseorang menegur dan mengoreksi kesalahan yang kita perbuat. Bahkan kita juga menghalau Yesus keluar dari hati kita saat kita lebih mengutamakan hal-hal duniawi atau ketika kita jatuh ke dalam dosa.


Yesus telah mengurbankan diri untuk membebaskan kita dari belenggu dosa. Jangan kecewakan dan mendukakan hatiNya. Mari benahi sikap hidup kita agar kita tidak jatuh lagi ke dalam genggaman iblis. Bukalah hati seluas-luasnya bagi Yesus, undang Dia untuk masuk dan bertahta di dalam hati. Bersama Dia, kita dapat mengalahkan kecenderungan untuk berbuat dosa, dan melangkah seirama dengan kehendakNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: