Penjala dan Pancing

MANCING

SAUDARA-saudari terkasih, selamat pagi. Awali pekan dan hari ini dengan doa.

Sabda Tuhan hari ini, Yesus mengumpamakan para murid Penjala Manusia. Perumpamaan yang dipakai sesuai dengan kekhasan para murid, yaitu penjala.

Seorang nelayan agar dapat menangkap ikan, ia harus mempunyai alat penangkap, yaitu jala dan pancing. Bagaimana mungkin seorang nelayan menangkap ikan tanpa jala dan pancing. Oleh karena itu, seorang nelayan harus mempunyai alat penangkap ikan.

Yesus mengajak kita untuk menjala manusia. Artinya, kita membantu orang yang terpisah dengan Allah dan Gereja. Agar dapat menjala manusia, kita pun perlu alat penjala. Apa alat penjala manusia? Alat penjala manusia adalah kesaksian hidup kita.

Kemarin kita merayakan pesta pembaptisan Tuhan. Sakramen Baptis menjadi alat kita untuk menjala manusia. Dalam Sakramen Baptis, kita mendapat perutusan dan tanggungjawab untuk bersaksi atas nama Tuhan.

Kesaksian hidup kita yang baik dan benar menjadi alat kita untuk menjala manusia. Orang akan terinspirasi kita karena kesaksian kita. Jangan harap orang kembali kepada Allah dan Gereja kalau kesaksian hidup kita tidak benar.

Semalam, saya misa di Stasi Sekarmayang. Ada sepasang pasutri dari Gereja Bethel. Mereka mau ikut misa di Gereja Katolik dengan alasan Gereja Bethel jauh dari rumahnya dan Gereja Katolik Sekarmayang sekarang sudah bagus. Mereka juga melihat keguyuban umat Katolik di Sekarmayang. Kesaksian hidup mampu menjala orang yang mempunyai kerinduan untuk kembali kepada Allah.

Mari kita siapkan alat rohani kita untuk menjala orang yang ingin dan rindu kembali kepada Allah.

Feel free untuk bersaksi yang baik.‎

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: